
Umumnya orang akan langsung berpikir bahwa rumah sehat adalah rumah yang bersih. Ini memang jadi salah satu faktor dari rumah sehat.
Tapi, ada hal lain juga yang perlu diperhatikan, seperti keberadaan ventilasi, sumber air, toilet dan kamar mandi yang memadai, bahkan struktur bangunan dan material bangunan.
Pentingnya memiliki rumah sehat tentu karena ini berperan besar dalam mengurangi risiko penyakit.
Sebaliknya, rumah tidak sehat tidak hanya akan mengganggu kenyamanan, tapi juga bisa membahayakan kondisi Anda dan keluarga.
Karena itu penting untuk Anda ketahui sejumlah ciri rumah tidak sehat berikut :
Rumah tidak sehat karena sampah berserakan
Selain tampak kotor dan tidak sedap dipandang, sampah juga menjadi indikasi rumah tidak sehat.
Ini karena sampah bisa jadi sarang berbagai kuman penyakit termasuk hewan-hewan seperti kecoa dan tikus.
Biasanya sampah berserakan seperti ini disebabkan karena tidak tersedianya tempat sampah, dan berujung pada membuangnya secara sembarangan.
Namun dengan membuang sampah ke tempatnya juga bukan berarti masalah selesai, karena langkah berikutnya adalah menjaga agar sampah tidak menumpuk terlalu lama di tong sampah.
Rumah tidak sehat karena tidak ada sirkulasi udara dan sinar matahari
Kondisi udara di dalam rumah juga menjadi indikasi sehat atau tidaknya sebuah hunian.
Ketika rumah selalu dalam kondisi tertutup, ditambah tidak ada jendela dan ventilasi yang memadai sebagai tempat pertukaran udara, maka dipastikan udara dalam rumah akan pengap.
Hal ini bisa mengganggu kondisi saluran pernapasan Anda.
Sebaiknya, rumah memiliki ventilasi dengan luas total minimal 10% dari luas lantai ruangan di rumah, seperti kamar tidur, ruang keluarga dan dapur.
Selain sirkulasi udara yang baik, rumah juga perlu mendapat sinar matahari yang cukup.
Kalau tidak, rumah akan terasa lembap, dan ini jadi salah satu indikasi rumah tidak sehat juga.
Kelembaban lama kelamaan akan membuat munculnya jamur tembok, yang pada akhirnya ini bisa jadi sarang penyakit bagi Anda sekeluarga.
Lagipula, kalau kurang mendapat paparan cahaya matahari bisa menyebabkan gangguan konsentrasi, karena sinar matahari diyakini bisa membantu melancarkan kinerja otak sekaligus metabolisme tubuh.
Rumah tidak sehat karena minim air bersih
Mengingat air merupakan salah satu kebutuhan penting dalam keseharian, maka tak heran jika rumah yang tidak dilengkapi dengan ketersediaan air bersih, bisa jadi indikasi dari rumah tidak sehat.
Kalau Anda melakukan kegiatan seperti memasak, mandi, mencuci hingga buang air dengan kondisi air yang berbau dan berwarna, sudah pasti ini akan berpengaruh pada kesehatan.
Idealnya setiap orang harus mendapat pasokan air bersih lebih kurang 60 liter setiap harinya.
Baca juga:
5 Cara Menjernihkan Air Sumur, Dijamin Ampuh!
Selain ketersediaan air bersih, perlu juga diperhatikan saluran pembuangan air.
Rumah tidak sehat memiliki saluran pembuangan yang tidak dikelola dengan baik, sehingga airnya menggenang dan menimbulkan aroma menyengat.
Genangan air yang terdapat di sekitar lingkungan rumah bisa jadi sarang nyamuk penyebab penyakit.
Karena itu, jika Anda menemukan ada genangan air di sekitar rumah, ini bisa jadi ciri rumah tidak sehat.
Rumah tidak sehat karena bahan dan struktur bangunan yang salah
Rumah tidak sehat bisa Anda lihat juga dari bahan bangunan yang digunakan.
Kalau menggunakan bahan yang tidak berkualitas misalnya bahan yang tidak kokoh, maka ini akan membahayakan penghuni di dalamnya.
Selain itu bahan tidak berkualitas bisa membuat rumah gampang rusak, sehingga Anda dipaksa harus melakukan perbaikan di setiap sudut nantinya.
Bicara bahan bangunan, yang wajib juga Anda ketahui adalah adanya material yang bisa menghasilkan zat berbahaya bagi kesehatan.
Sebenarnya banyak pilihan untuk membangun rumah dari material yang aman dan sehat.
Biasanya bisa dari bahan alami yang tidak melalui industri dan melibatkan bahan kimia, misalnya batu alam, tanah liat, kayu, bambu, bata merah, genteng tanah dan sebagainya.
Selain bahan, perhatikan juga struktur bangunan!
Kalau terbilang rumit ini pun masuk dalam ciri rumah tidak sehat, karena hanya akan mempersulit Anda untuk membersihkannya.
Lalu kalau jarak langit-langit dengan lantai terlalu dekat, ini juga membuat rumah jadi tidak sehat karena terasa lebih sempit dan pengap.
Rumah tidak sehat karena lingkungan yang tak layak huni
Dalam hal ini, kondisi yang tak sehat bisa disebabkan oleh berbagai faktor yang tidak secara langsung berhubungan dengan rumah.
Misalnya saja di dekat lingkungan rumah terdapat sumber pencemaran udara dan air seperti pabrik.
Atau lingkungan yang tidak memiliki jarak aman dengan pendirian gardu listrik bahkan sutet. Kalau Anda menempati rumah di sekitar lingkungan seperti ini, bahayanya berupa radiasi elektromagnetik hingga tersambar petir.
Keberadaan pepohonan dan tanaman tak hanya bisa membuat rumah asri, tapi juga bisa jadi ciri lingkungan yang sehat.
Jadi kalau hunian Anda berada di lingkungan yang gersang tanpa pepohonan atau tumbuhan, bisa dibilang ini masuk ke dalam rumah yang tidak sehat. Saat ini ada banyak pilihan rumah yang menyediakan ruang terbuka hijau sebagai fasilitasnya, misalnya Jakarta Garden City, My Home Arcamanik dan masih banyak lagi.
Rumah sebagai lingkungan terdekat, wajib untuk dijaga dan mendapat perhatian khusus, agar Anda bisa tinggal nyaman dan aman di dalamnya.
Kini Anda sudah mengetahui ciri-ciri rumah tidak sehat, maka untuk mudahnya, Anda bisa menghindari hal-hal di atas untuk bisa mendapat hunian sehat dan layak untuk ditempati.