Ulasan Gunung Kawi: Wisata, Tempat Ziarah & Jalur Pendakian
Sumbersari, Wonosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur 65164


Mengenal Gunung Kawi
Gunung Kawi adalah sebuah gunung berapi stratovolkanik tidak aktif setinggi 2.551 meter di atas permukaan laut (mdpl). Lokasi gunung ini berada di barat daya Kabupaten Malang, Jawa Timur, berbatasan langsung dengan Kabupaten Blitar.
Keberadaan gunung ini membentuk pegunungan di Jawa Timur, bersebelahan dengan Gunung Butak. Bersama dengan beberapa gunung, Gunung Kawi kerap disebut juga sebagai "Gunung Putri Tidur" karena profilnya menyerupai sosok perempuan berbaring saat dilihat dari arah timur (Malang) atau barat (Blitar).
Saat ini, Gunung Kawi dikenal karena nilai budaya dan religi serta wisatanya. Untuk nilai budaya dan religi, di Gunung Kawi terdapat pesarean, makam yang dipercaya keramat, dan Kraton Gunung Kawi.
Sementara itu, untuk wisata alam, di kawasan Gunung Kawi terdapat glamping dengan pemandangan pegunungan serta jalur pendakian relatif mudah dijangkau namun dengan medan menantang.
Sumber foto: instagram.com/luqman_hakim2001, instagram.com/swandifs, instagram.com/ziccohudyoro.
Panorama Alam
Gunung Kawi menawarkan pengalaman "healing" yang menyatu dengan alam. Terdapat panorama pegunungan, jalur trekking ringan, dan sejumlah lokasi glamping di lerengnya.
Wisata Lengkap
Menyajikan pengalaman wisata yang lengkap, mulai dari ziarah, petualangan air alami, hingga glamping di lereng gunung.
Akses Mudah
Lokasi Gunung Kawi hanya berjarak sekitar 20-30 kilometer dari Alun-alun Malang. Tiketnya pun terjangkau, rata-rata Rp10.000 per lokasi. Gunung Kawi memberikan pengalaman wisata lengkap tanpa merogoh kocek dalam-dalam.
Video Gunung Kawi
Sumber video: Channel Youtube Pandji Pragiwaksono

Daya Tarik Gunung Kawi
1. Pesarean Gunung Kawi
Di Gunung Kawi, terdapat pesarean yang menjadi tempat ziarah, karena terdapat makam pemakaman Kanjeng Kyai Zakaria II atau juga dikenal sebagai Eyang Djoego dan Eyang Raden Mas Iman Soedjono.
Selain itu, di kompleks ini juga ada tempat suci berbagai agama, seperti Masjid Agung RM Imam Soedjono dan Vihara Dewi Kwan Im.
Pesarean ini ramai dikunjungi pada malam Kamis Kliwon dan Jumat Legi. Fasilitas yang tersedia di pesarean ini di antaranya adalah musala, parkiran, toilet, tempat berdoa, dan pendopo.
Harga tiket ke Pesarean Gunung Kawi gratis. Tempatnya buka dari 07.30-21.30 WIB.
2. Taman Wisata Selo Agung
Di lereng Gunung Kawi, ada juga Taman Wisata Selo Agung yang menawarkan kolam pemandian alami menarik. Di sini, wisatawan bisa menikmati kesegaran air kolam yang dikelilingi pemandangan indah dan udara sejuk.
Harga tiketnya terjangkau, sekitar Rp10.000. Fasilitas yang tersedia di antaranya adalah toilet, warung makan, musala, dan shelter. Tempat wisata ini buka dari pukul 08.00-16.00 WIB.
3. Kraton Gunung Kawi
Kraton Gunung Kawi memiliki tempat yang dianggap sakral, seperti tempat pertapaan dan petilasan dari Mpu Sendon. Selain itu, terdapat juga vihara yang kerap dikunjungi warga keturunan Tionghoa.
Daya tarik lainnya, di kawasan Kraton Gunung Kawi terdapat pohon dawandaru yang kerap disebut sebagai pohon keberuntungan). Wisatawan atau peziarah sering menunggu dahan, buah ataupun daunnya yang jatuh.
Fasilitas yang tersedia di Kraton Gunung Kawi di antaranya adalah area parkir, toilet, area istirahat, area bermain anak, warung, dan toko oleh-oleh.
Untuk bisa masuk ke Kraton Gunung Kawi, kamu wajib membayar tiket sekitar Rp10.000. Tempat ini buka dari pukul 07.00-16.00 WIB.
4. Wisata Umbulan Tanaka
Ini adalah salah satu daya tarik wisata di Gunung Kawi. Tempatnya menawarkan pesona ala pedesaan Jepang.
Wisatawan bisa menikmati bermain di sungai yang dihias ala Jepang, bermain air, dan menikmati makanan dan minuman di kafe di atas sungai.
Fasilitas yang tersedia di Wisata Umbulan Tanakan di antaranya adalah gazebo, kamar mandi, kolam renang, kafe, dan wahana bermain.
Sumber foto: instagram.com/ariesssaja

Jalur Pendakian Gunung Kawi
1. Jalur Precet
Ini merupakan jalur tercepat menuju Puncak Batu Tulis. Namun, medan pada jalur ini termasuk menantang, termasuk hutan pinus, tanjakan curam hingga 85 derajat, serta semak lebat.
Jika menggunakan jalur ini, kamu bisa memakan waktu sekitar 8 jam perjalanan pulang pergi.
Lokasi awal jalur precet berada di Desa Precet, Kecamatan Wagir, Kabupaten Magelang. Tersedia pos registrasi di Lembah Merkusi dengan biaya masuk sekitar Rp10.000.
2. Jalur Keraton
Jalur ini memiliki lokasi awal di Dusun Gendogo, Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Waktu tempuh jalur ini adalah sekitar 12 jam untuk perjalanan pulang-pergi.
JIka menggunakan jalur ini, kamu akan melihat pemandangan alam yang indah serta melewati situs-situs spiritual seperti Pesarean Gunung Kawi.
Selain itu, pendaki bisa melewati hutan lebat, Puncak Pitrang, dan Puncak Candi sebelum mencapai Puncak Batu Tulis.
Sumber foto: instagram.com/sispala_smaneto
Waktu Operasional
| Senin | 07:00 - 17:00 | |
| Selasa | 07:00 - 17:00 | |
| Rabu | 07:00 - 17:00 | |
| Kamis | 07:00 - 17:00 | |
| Jumat | 07:00 - 17:00 | |
| Sabtu | 07:00 - 17:00 | |
| Minggu | 07:00 - 17:00 |
Tempat Lain di Sekitar
Ulasan
Jalur pendakian luar biasa
Cobain pendakian ke gunung kawi. Basecamp lewat precet. Pagi-pagi weekend udah banyak temennya untuk naik ke kawi. Jalur pendakian luar biasa yaa, haha bener-bener melatih otot kaki dengan kemiringan dan ketinggian nih gunung. Bahkan sampai ada yang namanya tanjakan istighfar karena wah sampai dibantu tali untuk naiknya. Sampai puncak mata disuguhkan dengan pemandangan indah sih. Bener-bener indah alamnya. Dan pas turun kemudian hujan. Wah sampai berasa banjir bandang selama jalan turun. Menurutku, udah cukup sekali ini aja ke kawi. Cukup tau aja dengan segala hal yang ada disini. Hehehe
Jalurnya menanjak terus
Jalurnya nanjak terus, untuk pemula kemungkinan cukup susah ya
Pengalaman pendakian pertama saya
Pengalaman pendakian pertama saya: Saya memilih jalur via Wukir Negoro (Blitar) Saya solo hiking dan tektok. -Wukir Negoro-Pos 1 (49 menit): jalur berupa hutan dan akar, tanjakan dan jalan ramah. -Pos 1-2 (56 menit) : tipe jalur sama dengan pos 1, lebih ramah namun lebih panjang. -Pos 2-3 (41 menit): tipe masih sama, namun di pertengahan anda akan melewati hutan pinus, dan tanjakan mulai serius di sini. -Pos 3-4 (71 menit) : jalur berupa bekas aliran air, medan berdebu, serta tanjakan cukup terjal dan menguras tenaga. -Pos 4-5 (121 menit): tipe jalur sama dengan pos 4, hanya saja tanjakan menjadi terjal. -Pos 5-Puncak (31 menit): jalur sempit dan tertutupi semak, serta medan berdebu dan rawan longsor. -Untuk turun, menghabiskan waktu sekitar 4 jam.
Ada dua titik mata air
Trek minimal view maksimal, cocok untuk pemula, tersedia 2 titik mata air Via Precet.



