Ulasan Gunung Salak: Jalur Pendakian, Daya Tarik Wisata & Harga Tiket
Pasawahan, Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia.


Mengenal Gunung Salak
Gunung Salak merupakan gunung berapi aktif yang berada di perbatasan antara Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Gunung ini adalah bagian dari Taman Nasional Gunung Halimun-Salak (TNGHS), sebuah kawasan konservasi penting yang melindungi hutan hujan tropis dan keanekaragaman hayati di wilayah tersebut.
Gunung Salak termasuk ke dalam kategori Gunung Api Tipe A, dengan letusan terakhirnya terjadi pada 1938. Setelah itu, hanya teramati bualan lumpur dan emisi gas dari kawah-kawah seperti Kawah Ratu dan Kawah Hirup.
Gunung Salak juga dikenal sebagai habitat dari berbagai spesies fauna dan flora, seperti Elang Jawa (Spizaetus bartelsi), Ayam Hutan Merah (Gallus gallus), macan tutul, owa Jawa, dan trenggiling Sunda.
Bagi para pendaki, Gunung Salak menawarkan beberapa jalur pendakian populer, seperti Curug Nangka, Cimelati dan Cicurug, Sukamantri dan Ciapus, serta Cidahu melalui Kawah Ratu.
Adapun ketinggian Gunung Salak adalah 2.211 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Sumber foto cover: instagram.com/emmahaven990, instagram.com/pureona_world, instagram.com/putriravenska.
Pengalaman Mendaki Berbeda
Gunung Salak menawarkan suasana berkabut dan jalur yang bisa memikat para pendaki pencari tantangan, dengan nuansa alam yang lebat serta sunyi.
Panorama Kawah & Curug
Dalam satu kawasan Gunung Salak, kamu bisa menikmati keindahan air terjun seperti Curug Nangka, Curug Seribu, dan tentu saja pemandangan awan serta ketinggian.
Surga Ekowisata
Gunung Salak ideal untuk wisatawan yang ingin menyatu dengan alam sekaligus mendukung konservasi. Kawasannya merupakan rumah untuk flora-fauna langka seperti Elang Jawa dan Owa.
Video Gunung Salak
Sumber video: Channel Youtube Ipey's Shelter

Daya Tarik Gunung Salak
1. Jalur Pendakian yang Bervariasi
Bagi kamu yang hobi mendaki, Gunung Salak memiliki beberapa jalur pendakian dengan tingkat kesulitan bervariasi.
Tak hanya untuk pendaki berpengalaman, Gunung Salak juga cocok untuk pendaki pemula, selama didampingi ahlinya dan sudah memenuhi syarat dalam mendaki gunung tersebut.
Pendaki bisa memilih jalur-jalur seperti Curug Nangka, Cimelati, dan Cidahu menawarkan pengalaman mendaki melalui hutan lebat, sungai kecil, dan pemandangan alam yang indah.
2. Keanekaragaman Hayati yang Luar Biasa
Seperti dijelaskan sebelumnya, Gunung Salak adalah bagian dari Taman Nasional Gunung Halimun-Salak.
Ini adalah kawasan yang merupakan habitat untuk berbagai spesies flora dan fauna langka, seperti Elang Jawa, Owa Jawa, dan trenggiling Sunda.
Kamu bisa menikmati keindahan alam sambil belajar tentang konservasi dan keanekaragaman hayati.
3. Terdapat Kawah Aktif yang Memukau
Di kawasan Gunung Salak, terdapat Kawah Ratu yang menawarkan pemandangan menakjubkan dengan kepulan uap dan aliran air hangat berwarna biru kehijauan.
Area kawahnya yang seluas 2 hektare dikelilingi oleh batuan belerang berwarna kuning.
4. Air Terjun yang Menyegarkan
Selain kawah, spot menarik lainnya di Gunung Salak adalah air terjun yang indah seperti Curug Nangka dan Curug Seribu.
Keduanya adalah air terjun yang menawarkan tempat sempurna untuk bersantai dan menikmati keindahan alam setelah pendakian.
Sumber foto: instagram.com/rennyswijaya

Harga-harga Tiket Gunung Salak
Tiket Masuk Kawasan TNGHS
Wisatawan Lokal: Rp 20.000 – Rp 30.000/orang/hari
Pelajar/Mahasiswa (rombongan): Rp 10.000 – Rp 15.000/orang/hari
Wisatawan Asing: Mulai Rp 200.000/orang/hari
Tiket Kendaraan
Motor: Rp 5.000 – Rp 10.000
Mobil: Rp 10.000
Pungutan Kegiatan
Mendaki/Hiking: Mulai Rp 20.000/orang
Berkemah: Mulai Rp 5.000/orang
Daya Tarik Spesifik
Kawah Ratu: Rp 15.000 – Rp 20.000 (di luar tiket TNGHS)
Gunung Salak Endah (GSE): Sekitar Rp 15.000
Curug Cilember:
Lokal: Rp 25.000 – Rp 28.000
Mancanegara: Rp 78.000 – Rp 83.000
Sumber foto: instagram.com/indah.diraa

Tips Mengunjungi Gunung Salak
1. Pilih Jalur Sesuai Kemampuan
Bagi pendaki pemula, sebaiknya jangan memaksakan diri untuk menggunakan jalur pendaki yang menantang.
Gunung Salak memiliki beberapa jalur dengan tingkat kesulitan berbeda, yakni Jalur Cidahu & Gunung Bunder cocok untuk pendaki pemula menuju Kawah Ratu, serta Jalur Cimelati & Curug Nangka lebih menantang dan cocok untuk pendaki berpengalaman.
Sebaiknya, cek dulu info jalur sebelum berangkat, terutama soal izin dan kondisi cuaca.
2. Datang Saat Cuaca Cerah
Disarankan agar kamu datang pada musim Kemarau, antara Juni hingga September.
Hindari mendaki saat hujan atau berkabut tebal karena medan Salak cenderung ekstrem dan minim sinyal.
Jika hanya punya waktu satu hari untuk menjelajah Gunung Salak, sebaiknya datang pada pagi hari agar bisa turun sebelum sore.
3. Bawa Peralatan yang Sesuai
Bawa peralatan yang sesuai dengan situasi dan medan di Gunung Salak.
Beberapa peralatan yang wajib dibawa di antaranya adalah sepatu tracking atau anti-selip, jas hujan atau ponco, headlamp atau senter, air minum, makanan ringan, dan trekking pole.
Perlu digarisbawahi, Gunung Salak bukan tempat untuk “asal naik”, jadi perlengkapan sangat penting.
4. Gunakan Jasa Pemandu Lokal
Ini adalah tips yang opsional. Namun, disarankan kamu menggunakan jasa pemandu lokal jika kamu baru pertama kali ke Gunung Salak.
Pemandu lokal tentu saja mengetahui arah, lokasi rawan, dan titik bahaya. Dengan begitu, keamanan lebih terjamin dengan pendamping berpengalaman.
Tarif untuk menggunakan jasa pemandu lokal mulai dari Rp200.000 per rombongan kecil.
5. Hormati Alam dan Budaya Lokal
Masyarakat sekitar mempercayai Gunung Salak sebagai tempat sakral. Jadi, disarankan agar kamu bisa bersikap sopan dan rendah hati.
Sebaiknya, jangan membuang sampah sembarangan, hindari bicara kasar atau sombong, dan hormati larangan serta papan peringatan.
Sumber foto: instagram.com/adijanitra
Waktu Operasional
| Senin | 01:00 - 24:00 | |
| Selasa | 01:00 - 24:00 | |
| Rabu | 01:00 - 24:00 | |
| Kamis | 01:00 - 24:00 | |
| Jumat | 01:00 - 24:00 | |
| Sabtu | 01:00 - 24:00 | |
| Minggu | 01:00 - 24:00 |
Tempat Lain di Sekitar
Ulasan
Keindahan alam
Gunung Salak, yang terletak di Jawa Barat, Indonesia, adalah gunung berapi yang terkenal dengan keindahan alamnya dan memiliki nilai sejarah serta budaya yang kaya. Dengan ketinggian sekitar 2.211 meter di atas permukaan laut, Gunung Salak menawarkan pemandangan yang memukau, dengan hutan lebat yang subur, air terjun yang indah, dan keanekaragaman hayati yang kaya. Gunung ini menjadi salah satu destinasi favorit bagi para pendaki, meskipun jalurnya cukup menantang karena medan yang curam dan sering kali licin, terutama di musim hujan.
Bisa menikmati malam hari yang syahdu
Dari semua gunung yang sudah saya singgahi, mungkin gunung salak menjadi gunung dengan trek terberat dan tersulit yang pernah saya daki. Betapa tidak, dari pos 3 sampai ke puncak kami terus-menerus diguyur hujan dan dibanjiri air terus menerus. Namun, ditengah kedinginan yang terus menusuk tubuh di tengah dinginnya hutan Belantara salak, malah memantik semangat saya untuk bisa segera sampai di atas puncaknya. Hingga akhirnya saya dan teman-teman saya sampai di atas puncak salak tepat pukul 5 sore. Sambil menikmati langit salak yang sore itu mendung kami mulai mendirikan tenda dan menikmati malam hari di salak dengan rasa Syahdu dan cengkrama malam yang akan selalu saya rindukan.
Ada jalur tercepat
Salak Via Cimelati merupakan jalur tercepat menuju Puncak Manik, dengan trek yang terjal tanpa bonus, untuk menuju Puncak Manik kita melalui 6 Pos. -Area camp Rekomendasi di Pos 2, Pos 3, Puncak. -Sumber Air di area Pos 3
Jalurnya tidak gampang
Gunung Salak termasuk gunung yang jalurnya tidak gampang karena menanjak tiada ampun, hutannya lebat. Kami berangkat malam dari Jakarta, sampe di kaki Gunung Salak dini hari, lalu tidur di mushola. Nanjak pagi sekitar jam 8, cuaca cerah tanpa hujan diperjalanan. Nginap di puncak bayangan karena capek. Paginya lanjut lagi ke puncak beneran tanpa bawa barang-barang. Alhamdulillah selamat pulang dan pergi.
FAQ 👉
Gunung Salak berlokasi di perbatasan Kabupaten Bogor dan Sukabumi.
Oleh masyarakat sekitar, Gunung Salak dikenal sebagai salah satu gunung yang dianggap angker.
Penamaan Gunung Salak diambil dari kata siloka yang berarti simbol atau sandi, serta diambil dari kata salaka yang artinya asal-usul. Cerita lain menyebutkan, penamaannya mengambil dari buah salak atau dari nama kerajaan Hindu pada abad ke-4 dan ke-5, yaitu kerajaan Salakanagara.
Naik ke Gunung Salak memakan waktu sekitar 8-11 jam.
Ada beberapa alasan kenapa jalur pendakian Gunung Salak ditutup oleh pengelola, yakni karena medan yang terlalu berisiko, karena alasan pelestarian alam, dan karena kegiatan vulkanologi yang bisa membahayakan pendaki.



