Ulasan Gunung Sumbing: Daya Tarik, Jalur Pendakian & Puncak
Mangli, Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah 56153.


Mengenal Gunung Sumbing
Gunung Sumbing adalah gunung berapi aktif yang memiliki ketinggian 3.371 meter di atas permukaan laut (mdpl). Gunung ini berlokasi di di perbatasan tiga kabupaten: Magelang, Temanggung, dan Wonosobo, Jawa Tengah.
Di sebelah barat laut Gunung Sumbing, terdapat Gunung Sindoro. Karena itu, keduanya dikenal juga sebagai "gunung kembar" lantaran bentuk dan ketinggiannya serupa.
Di antara kedua gunung itu, terdapat jalan provinsi yang menghubungkan Kota Temanggung dan Wonosobo, yang dikenal sebagai "Kledung Pass".
Sebagai gunung aktif, Gunung Sumbing terakhir kali tercatat meletus pada 1730. Gunung bertipe stratovolcano ini memiliki beberapa puncak, yakni Puncak Rajawali sebagai titik tertinggi, Puncak Bayangan, Puncak Buntu, Puncak Selo Konten, dan Puncak Kekawah.
Gunung Sumbing memang kerap dijadikan sebagai tempat mendaki. Namun, lantaran medannya terjal dan rutenya panjang, gunung ini hanya didaki oleh pendaki yang sudah berpengalaman.
Beberapa jalur pendakian populer di Gunung Sumbiing di antaranya adalah jalur via Garung, Cepit Parakan, Bowongso, Mangli Kaliangkrik, dan Dusun Butuh.
Sumber foto: instagram.com/ferlywiranagara, instagram.com/linda.castillo_, instagram.com/adhe_aditya.
Banyak Jalur Pendakian
Gunung Sumbing dikenal sebagai salah satu gunung dengan jalur terbanyak di Indonesia. Setiap jalur menawarkan pengalaman unik, mulai dari jalur Garung yang populer hingga jalur Bowongso yang lebih sepi dan menantang.
Panorama Gunung Kembar
Posisi antara Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro yang bersebelahan membentuk panorama "gunung kembar" yang memukau. Saat berada di puncak, pendaki bisa juga menyaksikan pemandangan Pegunungan Dieng, Gunung Merbabu, dan Gunung Merapi yang megah.
Puncak Rajawali yang Ikonik
Terdapat Puncak Rajawali yang dikenal sebagai puncak tertinggi Gunung Sumbing. Dari puncak tersebut, pendaki bakal disuguhi panorama 360 derajat yang spektakuler, termasuk lautan awan dan lanskap pegunungan yang menakjubkan.
Video Gunung Sumbing
Sumber video: Channel Youtube Deganduls

Jalur Gunung Sumbing
1. Jalur Garung (Wonosobo)
Ini adalah jalur paling populer dan ramai, cocok untuk pendaki berpengalaman. Waktu tempuhnya sekitar 8-9 jam untuk sampai ke puncak.
Medannya cenderung terjal dan menanjak, terutama setelah Pos 2. Namun, terdapat fasilitas seperti ojek hingga batas vegetasi, sumber air di Pos 3, dan layanan porter lokal.
2. Jalur Bowongso (Wonosobo)
Dibandingkan dengan Jalur Garung, Jalur Bowongso termasuk lebih landai dan sepi. Jalur ini cocok untuk pendaki pemula.
Jika menggunakan jalur ini, waktu tempuh untuk sampai ke puncak bisa sekitar 7-8 jam. Tersedia fasilitas seperti jasa ojek hingga titik tertentu.
3. Jalur Cepit Parakan (Temanggung)
Ini adalah jalur yang bisa didaki dari kawasan Temanggung. Jalurnya menawarkan pemandangan indah namun minim sumber air.
Saat menggunakan jalur ini, pendaki bisa sampai ke puncak dalam waktu tempuh sekitar 7 jam.
Saat melewati jalur ini, disarankan membawa perbekalan air yang cukup.
4. Jalur Gajah Mungkur (Wonosobo)
Ini merupakan jalur yang memiliki estimasi waktu tempuh 6-7 jam untuk sampai ke puncak.
Terdapat fasilitas area camp yang tersedia di pos 2 dan pos 3. Saat melewati jalur ini, pendaki akan melalui empat pos pendakian dengan area terbuka untuk berkemah.
5. Jalur Mangli / Desa Butuh (Magelang)
Jalur pendakian ini dikenal sebagai rute tercepat menuju puncak Gunung Sumbing, dengan estimasi waktu tempuh sekitar 6 hingga 7 jam.
Jalur ini menawarkan lanskap unik berupa pemukiman warga yang sering disebut mirip dengan suasana di Nepal.
Sepanjang perjalanan, pendaki akan melintasi medan yang bervariasi, mulai dari vegetasi terbuka, sungai, hingga hutan lebat yang menambah tantangan sekaligus pesona alamnya.
Sumber foto: instagram.com/y.p.beth

Puncak Gunung Sumbing
1. Puncak Sejati (3.371 mdpl)
Puncak Sejati adalah tujuan utama bagi sebagian besar pendaki Gunung Sumbing. Itu karena, Puncak Sejati merupakan titik tertinggi Gunung Sumbing.
Namun, untuk mencapai puncak ini, pendaki harus melalui medan yang cukup menantang, termasuk jalur terjal dan berbatu.
Setelah sampai di puncak, pendaki bisa menikmati panorama 360 derajat yang memukau, termasuk pemandangan Gunung Sindoro yang berdiri megah di kejauhan.
2. Puncak Rajawali
Tidak jauh dari Puncak Sejati, terdapat Puncak Rajawali yang menawarkan pemandangan tak kalah indah.
Dari segi ketinggian, Puncak Rajawali tidak setinggi Puncak Sejati. Kendati begitu, pendaki yang memiliki waktu dan tenaga ekstra sering kali melanjutkan perjalanan ke puncak ini untuk menikmati keindahan alam dari sudut pandang yang berbeda.
3. Puncak Kekawah
Seperti namanya, Puncak Kekawah memungkinkan pendaki bisa melihat langsung ke dalam kawah yang merupakan salah satu ciri khas gunung berapi.
Biasanya, pendaki akan menempuh perjalanan ke Puncak Kekawah sebelum atau sesudah mencapai Puncak Sejati, tergantung pada rute dan kondisi pendakian.
Sumber foto: instagram.com/syamjml
Harga-harga di Gunung Sumbing
1. Biaya Registrasi & Parkir
Retribusi Pendakian (Simaksi): Rp25.000 per orang
Parkir Sepeda Motor: Rp10.000
Parkir Mobil: Rp20.000
2. Ojek Basecamp ke Pos 1
Tarif Ojek: Rp15.000 ā Rp25.000 per orang
3. Jasa Porter
Porter Drop (Naik Saja): Rp550.000
Porter Menginap (2 Hari 1 Malam): Rp850.000
Porter Menginap + Summit: Rp1.050.000
4. Jasa Guide
Guide Tektok (Naik-Turun Sehari): Rp1.000.000
Guide Camp (2 Hari 1 Malam): Rp1.250.000
Guide Camp (3 Hari 2 Malam): Rp1.650.000
5. Paket Pendakian (Private Trip)
Meeting Point Basecamp Garung: Rp850.000 per orang
Meeting Point Jakarta (UKI): Rp1.550.000 per orang
Waktu Operasional
| Senin | 07:00 - 17:00 | |
| Selasa | 07:00 - 17:00 | |
| Rabu | 07:00 - 17:00 | |
| Kamis | 07:00 - 17:00 | |
| Jumat | 07:00 - 17:00 | |
| Sabtu | 07:00 - 17:00 | |
| Minggu | 07:00 - 17:00 |
Tempat Lain di Sekitar
Ulasan
Perjalanan penuh perjuangan
šļø //Gunung Sumbing//, salah satu gunung tertinggi di Pulau Jawa, menawarkan jalur pendakian yang menantang dengan medan berbatu dan tanjakan terjal. Setiap langkah menuju puncak menjadi perjalanan penuh perjuangan, namun keindahan yang tersaji di atasnya sepadan dengan usaha yang dilakukan. š Dari puncaknya, panorama matahari terbit yang muncul di balik awan menciptakan pemandangan yang memukau. Lanskap perbukitan, lembah hijau, serta siluet gunung-gunung di kejauhan menjadikan momen di puncak sebagai pengalaman yang sulit dilupakan. š· Pendakian ini dilakukan pada Sabtu - Selasa, 1 - 4 April 2017.
Pemandangan indah
Pernah saya daki tahun 2015. Sekarang saya foto dari bawah saja, sambil menikmati pemandangan dari bawah.
Keren dan indah
Keren dan indah. Tapi sayang, via garung dari basecamp ke kaki gunung terlalu berisik dan jadi tidak nyaman kalau mau jalan kaki sama suara motor tukang ojek, dan yang paling tidak enak itu polusi asap knalpotnya yang bikin pengap pernafasan.
View-nya gak kalah bagus
Kalo gak lagi berkabut, viewnya gak kalah bagus seperti Sindoro, terlebih lagi memiliki 3 puncak. Namun, puncaknya tidak seluas di Sindoro. Sangat puas karena bisa menjelajah ketiga puncak tersebut dan dalam keadaan tidak hujan.


