+ Pasang Iklan Gratis
/

Pura Mangkunegaran: Sejarah, Tiket Masuk, dan Destinasi

Jl. Ronggowarsito, Keprabon, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57131
Buka
4.7/5
Nesti Magdalena
Nesti Magdalena
Banner 1
Banner 2
Banner 3
Banner 4
Banner 5
Icon 0

Pusat Perkembangan Seni dan Budaya Jawa Klasik

Pura Mangkunegaran secara konsisten melestarikan tradisi, tarian, musik, dan adat istiadat Jawa klasik. Pura ini juga telah lama berperan sebagai benteng dan pusat pengembangan seni dan budaya Jawa, terutama pada masa pemerintahan tertentu. Contohnya adalah peran besar K.G.P.A.A. Mangkoenagoro VII dalam memajukan budaya Jawa.

Icon 1

Pelopor Inovasi Lembaga Penyiaran Publik (SRV)

Pura Mangkunegaran memiliki peran dalam pengembangan media dan informasi di Indonesia, melampaui fungsi tradisional sebuah keraton. Pura ini tercatat sebagai pelopor dalam inovasi komunikasi dan kelembagaan, seperti Solosche Radio Vereeniging (SRV).

Icon 2

Tempat Lahirnya Legiun Mangkunegaran

Pura Mangkunegaran juga dikenal sebagai tempat lahirnya Legiun Mangkunegaran, yang merupakan pasukan elite bersejarah di Nusantara. Pasukan ini memiliki disiplin dan taktik militer yang unik pada masanya.

Icon 3

Didirikan oleh Pangeran Sambernyawa

Pura Mangkunegaran memiliki nilai sejarah yang kuat karena didirikan oleh tokoh pendirinya yang legendaris, yakni Pangeran Sambernyawa yang kemudian diangkat menjadi K.G.P.A.A. Mangkoenagoro I. Pendirian Pura ini menandai berdirinya Kadipaten Mangkunegaran sebagai pecahan dari Kesultanan Mataram.

Video Ulasan Terbaru Pura Mangkunegaran

*Sumber video: Channel Youtube JalanjalanKTV.

Banner

Sekilas Sejarah Pura Mangkunegaran Solo

Sejarah Pura Mangkunegaran erat kaitannya dengan situasi genting di Kerajaan Mataram Islam yang ketika itu dipicu oleh intervensi VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) di keraton. Intervensi tersebut membuat ketidakstabilan politik dan sosial di Mataram hingga pada akhirnya Perjanjian Salatiga disepakati. 

Perjanjian yang tercapai pada Sabtu Legi, 17 Maret 1757 ini menjadi tonggak lahirnya Praja Mangkunegaran yang merdeka dan dipimpin oleh Raden Mas Said dengan gelar resmi Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkoenagoro I.

Untuk mengokohkan kekuasaan dan menjaga persatuan Praja Mangkunegaran, K.G.P.A.A. Mangkoenagoro I menetapkan tiga pilar filosofi utama berikut:

Pilar Filosofi

Intisari Makna

Penjelasan Makna

1. TRI DHARMATanggung Jawab dan Mawas DiriTerbagi menjadi tiga ajaran utama yang membentuk karakter warga praja: Rumangsa Melu Handarbeni (Rasa memiliki terhadap tanah air); Wajib Melu Hangkrukebi (Kewajiban siap sedia membela tanah air); dan Mulat Sarira Hangrasa Wani (Berani melakukan mawas diri).
2. HANEBU SAUYUNPersatuan dan KesatuanDiartikan sebagai "Serumpun/seliang bagai tebu", yang bermakna bersatu padu dalam segala hal.
3. TIJI TIBEHKebersamaan Sehidup SematiMerupakan singkatan dari: Mukti Siji Mukti Kabeh (Sejahtera satu, sejahtera semua) dan Mati Siji Mati Kabeh (Mati satu, mati semua). Falsafah ini mengajarkan selalu dalam kebersamaan baik dalam bahagia maupun duka.

Adapun dengan status sebagai Praja yang merdeka, Mangkunegaran memiliki otoritas di atas tanah kekuasaannya sendiri dan Mangkoenagoro I diangkat dengan gelar kehormatan Pangeran Miji (Adipati), setingkat di bawah Putra Mahkota.

Status Mangkunegaran sebagai kadipaten yang merdeka ini juga berhasil dipertahankan hingga masa Kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, status tersebut berubah saat terjadi Revolusi Sosial di Surakarta antara 1945–1950.

Melalui peristiwa tersebut, Pura Mangkunegaran tidak lagi memegang hak kekuasaan di ranah pemerintahan. Meskipun begitu, hingga kini Mangkunegaran masih tetap eksis dan menjalankan fungsinya yang vital di bidang lain, terutama sebagai penjaga warisan sosial dan kebudayaan Jawa klasik.


 

Tiket Masuk, Jam Buka, dan Tata Krama Pura Mangkunegaran

Pura Mangkunegaran umumnya melayani kunjungan wisatawan dengan dipandu oleh tour guide untuk mengitari pura. Biaya kunjungan bisa dibayar dengan fitur QRIS atau mesin EDC. Berikut informasi lengkapnya:

Kategori

Detail Informasi

Keterangan

Harga Tiket Masuk

Wisatawan DomestikRp30.000 per orang
Wisatawan MancanegaraRp50.000 per orang

Jam Buka Reguler

Senin, Selasa, Rabu, Jumat, Sabtu, Minggu09.00 – 15.00 WIB

Jam Buka Khusus*

Senin Wage dan Kamis09.00 – 14.00 WIB

Hari Tutup

Tanggal merah dan libur nasionalPura ditutup pada hari-hari tersebut.

Layanan Tambahan

Sewa TempatPura Mangkunegaran dapat disewa untuk acara-acara besar, seperti pernikahan atau acara resmi lainnya.

*Catatan: Waktu operasional pada waktu tertentu, seperti Senin Wage dan Kamis umumnya tutup lebih awal.

Harga dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan Pura Mangkunegaran. Kamu bisa kontak akun resmi Instagram-nya di @mangkunegaran, ya!

Adapun aturan yang perlu kamu perhatikan ketika mengunjungi pura. Simak informasi berikut agar kunjunganmu lebih lancar:

Kategori

Ketentuan yang Harus Dipatuhi

Larangan

Administrasi

Mengisi daftar kunjungan di Kantor Pariwisata Mangkunegaran.

Pakaian & Alas Kaki

Menggunakan pakaian yang sopan (bawahan panjang dianjurkan, jika pendek wajib menggunakan kain yang disediakan).Tidak boleh menggunakan batik bermotif parang atau lereng.
Melepas sandal/sepatu ketika memasuki area Pendhapa Ageng dan Pringgitan.Tidak boleh menggunakan pakaian beludru atau sandal jepit/slippers.
Melepas topi sebagai simbol penghormatan.

Etika Umum

Selalu menjaga kebersihan dan kelestarian Pura (tidak membuang sampah sembarangan).Dilarang merokok dan dilarang membawa senjata tajam.

Fotografi

Dilarang menggunakan tripod atau monopod. Tidak diizinkan sembarangan memotret di area tertentu, terutama di ruangan Dalem Agung.

Pembatasan Usia

Pengunjung di bawah 15 tahun, ibu hamil, dan lansia tidak diperbolehkan berwisata.
Banner

Destinasi Menarik di Pura Mangkunegaran

Destinasi utama di Pura Mangkunegaran berfokus pada arsitektur klasik Jawa dan fungsi keraton. Berikut informasi destinasi menarik yang bisa kamu kunjungi:

Pendopo Ageng dan Ndalem Ageng 

Biasanya kunjunganmu akan dipandu dan dimulai dari Pamedan, yakni sebuah lapangan hijau yang dulunya berfungsi sebagai tempat latihan prajurit Legiun Mangkunegaran. 

Lebih lanjut, terdapat Pendopo Ageng yang merupakan inti kompleks berbentuk Joglo seluas 3.500 meter per segi. Pendopo ini cukup megah dan bisa menampung hingga 10.000 orang, sering digunakan juga untuk acara-acara besar seperti pernikahan.

Tidak jauh di belakangnya, terdapat Pringgitan yang merupakan bangunan berbentuk kuthuk ngambang. Dulunya bangunan ini digunakan sebagai lokasi pertunjukan wayang atau untuk menerima tamu agung. 

Sementara itu, Ndalem Ageng difungsikan sebagai museum yang memamerkan beragam benda dan pusaka yang erat kaitannya dengan sejarah Pura.

Keputren dan Pracimoyasa 

Pura Mangkunegaran juga membuka akses ke area yang menunjukkan gambaran kehidupan keluarga kerajaan. 

Keputren merupakan kediaman keluarga kerajaan yang di dalamnya terdapat taman berhias patung-patung bergaya klasik Eropa dan kolam air mancur. Area ini sangat unik karena menawarkan kontras yang menarik dengan arsitektur Jawa. 

Adapun juga, Pracimoyasa yang berupa sebuah ruang keluarga berbentuk limasan yang posisinya menghadap taman terbuka. Ruangan disebut-sebut sebagai bagian penting karena sering digunakan untuk rapat dan acara-acara besar internal, seperti kegiatan resmi dan kekeluargaan di lingkungan istana.

Destinasi lainnya di Sekitar Kawasan Pura 

Kawasan di sekitar Pura Mangkunegaran juga menawarkan pengalaman wisata yang lengkap. 

Di luar gerbang utama, terdapat destinasi cagar budaya, seperti Masjid Al-Wustho Mangkunegaran dan Monumen Pers Nasional. 

Untuk pengalaman berbelanja dan kuliner, pengunjung dapat mengunjungi Pasar Triwindu. Pasar ini cukup antik dan legendaris karena cocok sebagai tempat untuk berburu barang unik atau sekadar mencicipi kuliner khas Solo di Soto Triwindu. 

Waktu Operasional

Senin09:00 - 15:00
Selasa09:00 - 15:00
Rabu09:00 - 15:00
Kamis09:00 - 15:00
Jumat09:00 - 15:00
Sabtu09:00 - 15:00
Minggu09:00 - 15:00

Tempat Lain di Sekitar

Main Gallery Image
Gallery Image 1
Gallery Image 2
Gallery Image 3
Gallery Image 4
3+

Ulasan

4.7
9376 reviews

Pertanyaan Seputar Pura Mangkunegaran

Berapa biaya masuk ke Pura Mangkunegaran?

Umumnya, harga tiket masuk Pura Mangkunegaran adalah Rp30.000 untuk wisatawan lokal dan Rp50.000 untuk wisatawan mancanegara.

Berapa lama tour di Pura Mangkunegaran?

Biasanya, pengunjung akan menghabiskan waktu sekitar 1- 2,5 jam untuk menelusuri kawasan pura bersama pemandu.

Datang ke Pura Mangkunegaran harus pakai baju apa?

Berdasarkan aturan yang dikeluarkan di website resmi Mangkunegaran, pengunjung diharapkan menggunakan pakaian yang sopan. Selain itu, pengunjung juga tidak menggunakan batik bermotif parang atau lereng, serta pakaian beludru, ya!

Properti Dijual Dekat Mangkunegaran Solo

Lihat Semua

Properti Disewakan Dekat Mangkunegaran Solo

Lihat Semua