Pura Mangkunegaran: Sejarah, Tiket Masuk, dan Destinasi
Jl. Ronggowarsito, Keprabon, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57131




Pusat Perkembangan Seni dan Budaya Jawa Klasik
Pura Mangkunegaran secara konsisten melestarikan tradisi, tarian, musik, dan adat istiadat Jawa klasik. Pura ini juga telah lama berperan sebagai benteng dan pusat pengembangan seni dan budaya Jawa, terutama pada masa pemerintahan tertentu. Contohnya adalah peran besar K.G.P.A.A. Mangkoenagoro VII dalam memajukan budaya Jawa.
Pelopor Inovasi Lembaga Penyiaran Publik (SRV)
Pura Mangkunegaran memiliki peran dalam pengembangan media dan informasi di Indonesia, melampaui fungsi tradisional sebuah keraton. Pura ini tercatat sebagai pelopor dalam inovasi komunikasi dan kelembagaan, seperti Solosche Radio Vereeniging (SRV).
Tempat Lahirnya Legiun Mangkunegaran
Pura Mangkunegaran juga dikenal sebagai tempat lahirnya Legiun Mangkunegaran, yang merupakan pasukan elite bersejarah di Nusantara. Pasukan ini memiliki disiplin dan taktik militer yang unik pada masanya.
Didirikan oleh Pangeran Sambernyawa
Pura Mangkunegaran memiliki nilai sejarah yang kuat karena didirikan oleh tokoh pendirinya yang legendaris, yakni Pangeran Sambernyawa yang kemudian diangkat menjadi K.G.P.A.A. Mangkoenagoro I. Pendirian Pura ini menandai berdirinya Kadipaten Mangkunegaran sebagai pecahan dari Kesultanan Mataram.
Video Ulasan Terbaru Pura Mangkunegaran
*Sumber video: Channel Youtube JalanjalanKTV.

Sekilas Sejarah Pura Mangkunegaran Solo
Sejarah Pura Mangkunegaran erat kaitannya dengan situasi genting di Kerajaan Mataram Islam yang ketika itu dipicu oleh intervensi VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) di keraton. Intervensi tersebut membuat ketidakstabilan politik dan sosial di Mataram hingga pada akhirnya Perjanjian Salatiga disepakati.
Perjanjian yang tercapai pada Sabtu Legi, 17 Maret 1757 ini menjadi tonggak lahirnya Praja Mangkunegaran yang merdeka dan dipimpin oleh Raden Mas Said dengan gelar resmi Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkoenagoro I.
Untuk mengokohkan kekuasaan dan menjaga persatuan Praja Mangkunegaran, K.G.P.A.A. Mangkoenagoro I menetapkan tiga pilar filosofi utama berikut:
Pilar Filosofi | Intisari Makna | Penjelasan Makna |
| 1. TRI DHARMA | Tanggung Jawab dan Mawas Diri | Terbagi menjadi tiga ajaran utama yang membentuk karakter warga praja: Rumangsa Melu Handarbeni (Rasa memiliki terhadap tanah air); Wajib Melu Hangkrukebi (Kewajiban siap sedia membela tanah air); dan Mulat Sarira Hangrasa Wani (Berani melakukan mawas diri). |
| 2. HANEBU SAUYUN | Persatuan dan Kesatuan | Diartikan sebagai "Serumpun/seliang bagai tebu", yang bermakna bersatu padu dalam segala hal. |
| 3. TIJI TIBEH | Kebersamaan Sehidup Semati | Merupakan singkatan dari: Mukti Siji Mukti Kabeh (Sejahtera satu, sejahtera semua) dan Mati Siji Mati Kabeh (Mati satu, mati semua). Falsafah ini mengajarkan selalu dalam kebersamaan baik dalam bahagia maupun duka. |
Adapun dengan status sebagai Praja yang merdeka, Mangkunegaran memiliki otoritas di atas tanah kekuasaannya sendiri dan Mangkoenagoro I diangkat dengan gelar kehormatan Pangeran Miji (Adipati), setingkat di bawah Putra Mahkota.
Status Mangkunegaran sebagai kadipaten yang merdeka ini juga berhasil dipertahankan hingga masa Kemerdekaan Republik Indonesia. Namun, status tersebut berubah saat terjadi Revolusi Sosial di Surakarta antara 1945–1950.
Melalui peristiwa tersebut, Pura Mangkunegaran tidak lagi memegang hak kekuasaan di ranah pemerintahan. Meskipun begitu, hingga kini Mangkunegaran masih tetap eksis dan menjalankan fungsinya yang vital di bidang lain, terutama sebagai penjaga warisan sosial dan kebudayaan Jawa klasik.
Tiket Masuk, Jam Buka, dan Tata Krama Pura Mangkunegaran
Pura Mangkunegaran umumnya melayani kunjungan wisatawan dengan dipandu oleh tour guide untuk mengitari pura. Biaya kunjungan bisa dibayar dengan fitur QRIS atau mesin EDC. Berikut informasi lengkapnya:
Kategori | Detail Informasi | Keterangan |
Harga Tiket Masuk | Wisatawan Domestik | Rp30.000 per orang |
| Wisatawan Mancanegara | Rp50.000 per orang | |
Jam Buka Reguler | Senin, Selasa, Rabu, Jumat, Sabtu, Minggu | 09.00 – 15.00 WIB |
Jam Buka Khusus* | Senin Wage dan Kamis | 09.00 – 14.00 WIB |
Hari Tutup | Tanggal merah dan libur nasional | Pura ditutup pada hari-hari tersebut. |
Layanan Tambahan | Sewa Tempat | Pura Mangkunegaran dapat disewa untuk acara-acara besar, seperti pernikahan atau acara resmi lainnya. |
*Catatan: Waktu operasional pada waktu tertentu, seperti Senin Wage dan Kamis umumnya tutup lebih awal.
Harga dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan Pura Mangkunegaran. Kamu bisa kontak akun resmi Instagram-nya di @mangkunegaran, ya!
Adapun aturan yang perlu kamu perhatikan ketika mengunjungi pura. Simak informasi berikut agar kunjunganmu lebih lancar:
Kategori | Ketentuan yang Harus Dipatuhi | Larangan |
Administrasi | Mengisi daftar kunjungan di Kantor Pariwisata Mangkunegaran. | |
Pakaian & Alas Kaki | Menggunakan pakaian yang sopan (bawahan panjang dianjurkan, jika pendek wajib menggunakan kain yang disediakan). | Tidak boleh menggunakan batik bermotif parang atau lereng. |
| Melepas sandal/sepatu ketika memasuki area Pendhapa Ageng dan Pringgitan. | Tidak boleh menggunakan pakaian beludru atau sandal jepit/slippers. | |
| Melepas topi sebagai simbol penghormatan. | ||
Etika Umum | Selalu menjaga kebersihan dan kelestarian Pura (tidak membuang sampah sembarangan). | Dilarang merokok dan dilarang membawa senjata tajam. |
Fotografi | Dilarang menggunakan tripod atau monopod. Tidak diizinkan sembarangan memotret di area tertentu, terutama di ruangan Dalem Agung. | |
Pembatasan Usia | Pengunjung di bawah 15 tahun, ibu hamil, dan lansia tidak diperbolehkan berwisata. | |

Destinasi Menarik di Pura Mangkunegaran
Destinasi utama di Pura Mangkunegaran berfokus pada arsitektur klasik Jawa dan fungsi keraton. Berikut informasi destinasi menarik yang bisa kamu kunjungi:
Pendopo Ageng dan Ndalem Ageng
Biasanya kunjunganmu akan dipandu dan dimulai dari Pamedan, yakni sebuah lapangan hijau yang dulunya berfungsi sebagai tempat latihan prajurit Legiun Mangkunegaran.
Lebih lanjut, terdapat Pendopo Ageng yang merupakan inti kompleks berbentuk Joglo seluas 3.500 meter per segi. Pendopo ini cukup megah dan bisa menampung hingga 10.000 orang, sering digunakan juga untuk acara-acara besar seperti pernikahan.
Tidak jauh di belakangnya, terdapat Pringgitan yang merupakan bangunan berbentuk kuthuk ngambang. Dulunya bangunan ini digunakan sebagai lokasi pertunjukan wayang atau untuk menerima tamu agung.
Sementara itu, Ndalem Ageng difungsikan sebagai museum yang memamerkan beragam benda dan pusaka yang erat kaitannya dengan sejarah Pura.
Keputren dan Pracimoyasa
Pura Mangkunegaran juga membuka akses ke area yang menunjukkan gambaran kehidupan keluarga kerajaan.
Keputren merupakan kediaman keluarga kerajaan yang di dalamnya terdapat taman berhias patung-patung bergaya klasik Eropa dan kolam air mancur. Area ini sangat unik karena menawarkan kontras yang menarik dengan arsitektur Jawa.
Adapun juga, Pracimoyasa yang berupa sebuah ruang keluarga berbentuk limasan yang posisinya menghadap taman terbuka. Ruangan disebut-sebut sebagai bagian penting karena sering digunakan untuk rapat dan acara-acara besar internal, seperti kegiatan resmi dan kekeluargaan di lingkungan istana.
Destinasi lainnya di Sekitar Kawasan Pura
Kawasan di sekitar Pura Mangkunegaran juga menawarkan pengalaman wisata yang lengkap.
Di luar gerbang utama, terdapat destinasi cagar budaya, seperti Masjid Al-Wustho Mangkunegaran dan Monumen Pers Nasional.
Untuk pengalaman berbelanja dan kuliner, pengunjung dapat mengunjungi Pasar Triwindu. Pasar ini cukup antik dan legendaris karena cocok sebagai tempat untuk berburu barang unik atau sekadar mencicipi kuliner khas Solo di Soto Triwindu.
Waktu Operasional
| Senin | 09:00 - 15:00 | |
| Selasa | 09:00 - 15:00 | |
| Rabu | 09:00 - 15:00 | |
| Kamis | 09:00 - 15:00 | |
| Jumat | 09:00 - 15:00 | |
| Sabtu | 09:00 - 15:00 | |
| Minggu | 09:00 - 15:00 |
Tempat Lain di Sekitar





Ulasan
HTM Terjangkau
Sabtu 2 Agustus 2025 saya kesana. Suasana ramai karena weekend. Banyak sekali wisatawan yang datang dari domestik maupun mancanegara. Harga Tiket Masuk sebesar 30K sudah termasuk dengan pemandu untuk setiap rombongan (Bisa memberikan tip seikhlasnya untuk pemandu). Kebetulan juga gen Z dan pemandu juga begitu bisa menyesuaikan dengan topik dan obrolan. Next saran saya para pemandu tidak bergerombol jadi satu karena cukup tidak enak dipandang oleh beberapa wisatawan nggih. Selebihnya sudah bagus sekali.
Disediakan Tour Guide
Harga tiket masuk 30 ribu, pembayaran bisa menggunakan QRIS atau tunai. Pengunjung wajib ditemani oleh pemandu selama mengunjungi Pura Mangkunegaran. Tadi kebetulan dapat pemandu mbak-mbak magang yang masih kuliah. Selama 1 jam mbaknya baik banget menjelaskan tiap landmark yang ada, serta sejarah keluarga adipati Solo dengan sangat detail. Mbaknya juga mau bantu fotoin di area sekitar landmark. Tapi karena kunjungan harus ditemani pemandu, pengunjung tidak bisa bebas mau duduk-duduk santai sebelum melanjutkan perjalanan keliling area wisata. Setelah kunjungan usai, pengunjung diperkenankan memberi tip seikhlasnya ke pemandu.
Bangunan Cantik dan Suasana Tenang
Kalau ke solo WAJIB KESINI ❤️ Tempat yg masih dijaga sebagai tempat tinggal Raja Bangunannya cantik, suasananya tenang 🥹 Cantik buat foto2 dan belajar sejarah Untuk biaya masuk kesini 30.000 / orang sudah dengan pemandu karena untuk masuk sini harus dgn pemandu. Bisa kasih tip ke pemandu, langsung dikasihkan saja Dipinjamkan goodie bag karena untuk masuk ke beberapa tempat harus membuka alas kaki Kalau kesini dianjurkan pakai rok/celana panjang ya. Kalau engga juga nanti dipinjamkan kain oleh pihak pura Mangkunegaran untuk dikenakan. Pemandunya ramah2 dan baik banget selalu mau bantuin buat foto / video Kalau tidak salah di hari minggu jam 12 ada pertunjukan yg bisa dinikmati di dalam Pura Mangkunegaran.
Destinasi Wisata Penuh Sejarah, Mewah, dan Estetik
Salah satu destinasi yang wajib dikunjungi ketika ke Solo Destinasi wisata yang penuh sejarah, mewah, dan estetik di segala sisi jadi cocok banget buat foto foto cantik. HTM untuk turis domestik 30 ribu per orang, nanti temen temen akan didampingi sama tour guide. Kebetulan waktu kesini hanya berdua jadi selama tour digabung sama 2 pengunjung lain. Dapet guide yang sudah senior jadi pas banget tahu betul sisi mana yang bagus buat foto, sejarah yang disampaikan juga jelas banget. Cuma kalau mau kesini lebih baik belajar dikit dikit dulu tentang mataram islam jadi nggak bingung waktu dijelaskan sama tour guide nya. Ketika tour selesai, temen temen bisa kasih tips ke guide seikhlasnya. Tempat ini bener bener percampuran luar biasa antara arsitektur Jawa dan Belanda jadi berasa banget mewahnya.
Sangat Terawat, Banyak Nilai Sejarah, & Budaya
Pura mangkunegaran sangat terawat, banyak nilai sejarah & budaya d dalamnya.. ada tour guide yg mendampingi & menjelaskan saat d sana.. wajib mampir klo k solo and “ Happy holiday”
Pertanyaan Seputar Pura Mangkunegaran 👉
Umumnya, harga tiket masuk Pura Mangkunegaran adalah Rp30.000 untuk wisatawan lokal dan Rp50.000 untuk wisatawan mancanegara.
Biasanya, pengunjung akan menghabiskan waktu sekitar 1- 2,5 jam untuk menelusuri kawasan pura bersama pemandu.
Berdasarkan aturan yang dikeluarkan di website resmi Mangkunegaran, pengunjung diharapkan menggunakan pakaian yang sopan. Selain itu, pengunjung juga tidak menggunakan batik bermotif parang atau lereng, serta pakaian beludru, ya!


