Tanah Lot: Sejarah, Keunikan, Harga Tiket dan Jam Bukanya
Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali



Mengenal Tanah Lot
Tanah Lot adalah salah satu destinasi wisata paling ikonik di Bali, Indonesia.
Terletak di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, pura ini berdiri megah di atas batu karang besar yang menjorok ke laut.
Keindahan alam yang luar biasa menjadikannya sebagai tempat yang wajib dikunjungi oleh wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.
Tanah Lot tidak hanya terkenal karena pemandangan matahari terbenamnya, tetapi juga memiliki nilai spiritual yang tinggi bagi masyarakat Hindu Bali.
Pura ini dikenal sebagai tempat suci bagi umat Hindu karena tergolong salah satu dari tujuh pura laut yang melindungi Bali dari kekuatan jahat.
Tanah Lot menjadi simbol budaya dan spiritualitas Bali yang menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung berupa kedamaian dan keindahan alam.
Lokasi Unik di Atas Batu Karang
Tanah Lot terletak di atas batu karang besar yang menjorok ke laut, sehingga tampak seolah-olah mengapung saat air pasang pada sore hari.
Pemandangan Sunset yang Menakjubkan
Dikenal sebagai salah satu lokasi terbaik untuk menikmati sunset, Tanah Lot menawarkan panorama langit berwarna-warni saat matahari tenggelam di balik cakrawala laut.
Nilai Spiritual dan Budaya yang Dalam
Sebagai salah satu pura laut terpenting di Bali, Tanah Lot memiliki makna spiritual yang mendalam bagi masyarakat Hindu Bali dan menjadi pusat berbagai upacara keagamaan.
Kehadiran Ular Laut Suci
Gua di dekat pura dihuni oleh ular laut jinak yang dianggap suci, memberikan nuansa mistis dan memperkuat hubungan antara alam dan spiritualitas di Tanah Lot.
Sejarah Tanah Lot
Tanah Lot memiliki sejarah panjang yang kaya dan menarik untuk dipelajari.
Berakar pada legenda dari abad ke-15, pura ini didirikan oleh seorang pendeta Hindu bernama Bhagawan Dang Hyang Nirartha sebagai Dang Hyang Dwijendra.
Dia datang ke Bali dari Pulau Jawa dengan misi untuk menyebarkan agama Hindu.
Pada masa kedatangan Dang Hyang Nirartha, Raja Dalem Waturenggong adalah penguasa Bali yang sangat mendukung penyebaran agama Hindu.
Sang raja memberi dukungan kepada Dang Hyang Nirartha untuk melaksanakan misinya, sehingga ajaran Hindu dapat menyebar sampai ke pelosok desa.
Menurut cerita, saat melakukan perjalanan, Dang Hyang Nirartha melihat sinar suci yang memancar dari arah laut selatan Bali.
Dia mengikuti cahaya tersebut dan tiba di sebuah pantai di Desa Beraban, Tabanan.
Di desa ini, dia menemukan perlawanan dari Bendesa Beraban Sakti, pemimpin desa yang menganut aliran monoteisme dan menentang ajaran Hindu.
Untuk menunjukkan kekuatan spiritualnya, Dang Hyang Nirartha melakukan meditasi di atas sebuah batu karang besar yang awalnya berada di daratan.
Dalam sebuah momen yang luar biasa, dia menggunakan kekuatan spiritualnya untuk memindahkan batu karang tersebut ke tengah laut.
Batu karang itu kemudian diberi nama Tanah Lot, yang berarti batu karang di tengah lautan.
Setelah melihat kejadian luar biasa tersebut, Bendesa Beraban Sakti mulai percaya akan kesaktian Dang Hyang Nirartha
Dia bersama seluruh penduduk desa kemudian beralih ke agama Hindu.
Sebelum meninggalkan Desa Beraban, Dang Hyang Nirartha memberi sebuah keris kepada Bendesa Beraban.
Diyakini memiliki kekuatan untuk menghilangkan penyakit tanaman, keris ini kemudian disimpan di Puri Kediri.
Sejak saat itu, upacara persembahan rutin dilakukan tiap 6 bulan sekali di Pura Tanah Lot untuk menghormati keris tersebut.
Lalu, kesejahteraan masyarakat juga diketahui meningkat berkat hasil panen yang melimpah setelah mengikuti ajaran Dang Hyang Nirartha.

Aktivitas Menarik di Tanah Lot
1. Menikmati Sunset
Pemandangan matahari terbenam di Tanah Lot sangat terkenal dan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.
Saat matahari mulai terbenam, langit akan dipenuhi dengan warna-warna cerah seperti oranye, merah, dan ungu yang menciptakan panorama menakjubkan.
Siluet pura yang berdiri di atas batu karang menambah keindahan momen ini.
Hal tersebut membuat Tanah Lot menjadi salah satu spot terbaik untuk aktivitas fotografi maupun liburan romantis.
2. Mengunjungi Pura
Pengunjung dapat menjelajahi berbagai pura yang ada di sekitar Tanah Lot, termasuk Pura Batu Bolong dan Pura Penataran.
Setiap pura memiliki arsitektur unik dan nilai spiritual yang mendalam.
Pura Batu Bolong terletak di atas tebing dengan lubang besar yang menjorok ke laut.
Sedangkan Pura Penataran dikenal sebagai tempat upacara keagamaan yang penting bagi masyarakat setempat.
3. Menyaksikan Upacara Keagamaan
Jika beruntung, pengunjung dapat menyaksikan upacara keagamaan di Tanah Lot.
Pasalnya, upacara seperti Melasti atau Piodalan memberikan wawasan mendalam tentang budaya dan tradisi Hindu di Pulau Dewata.
Suasana khidmat dan aktivitas ritualnya membuat pengalaman ini berkesan bagi wisawatan.
Bertingkahlah sesuai adat-istiadat yang berlaku, lalu kenakan pakaian yang pantas untuk menghormati kesakralan upacara.
4. Berkunjung ke Gua Ular Suci
Gua ini dihuni oleh ular-ular laut jinak yang dianggap suci oleh masyarakat setempat.
Pengunjung dapat melihat ular-ular tersebut dan menyelami cerita tentang makna spiritual di balik kehadirannya.
Karena itu, gua ini juga menjadi tempat menarik bagi mereka yang ingin menyaksikan keindahan alam dan budaya lokal.
5. Belanja Suvenir
Ada banyak kios yang menjual kerajinan tangan dan souvenir khas Bali di sekitar Tanah Lot.
Pengunjung dapat membeli berbagai barang unik seperti perhiasan, kain tenun, atau lukisan sebagai kenang-kenangan dari perjalanan mereka.
Belanja di tempat ini juga memberi kesempatan bagi para wisatawan untuk berinteraksi dengan penduduk lokal.
6. Menikmati Kuliner Lokal
Banyak restoran dan kafe di sekitar Tanah Lot yang menawarkan hidangan khas Bali autentik.
Wisatawan dapat mencicipi masakan tradisional seperti nasi campur, sate lilit, dan ayam betutu sembari menikmati pemandangan laut yang indah.
Makan sambil menikmati suasana sore adalah pengalaman yang tidak boleh dilewatkan.
Apalagi, Tanah Lot sendiri dikenal memiliki panorama sunset terindah di Bali.
7. Meditasi dan Refleksi
Suasana tenang di sekitar pura sangat cocok untuk meditasi dan pencarian ketenangan batin.
Banyak pengunjung datang untuk merasakan kedamaian yang ditawarkan oleh lingkungan di sekitar Tanah Lot.
Meditasi di tempat ini bisa menjadi cara yang baik untuk menghubungkan diri dengan alam.
Ada banyak studio spa dan yoga yang menawarkan pengalaman tersebut di sekitar Bali.
Jika perlu, wisatawan juga bisa memilih paket wisata dengan aktivitas yoga dan refleksi saat berkunjung ke Tanah Lot.
Fasilitas Penunjang di Tanah Lot
🅿️ Area parkir: Tersedia area parkir luas untuk kendaraan pribadi.
🍽️ Restoran dan kafe: Berbagai pilihan kuliner tersedia di sekitar lokasi.
🛍️ Kios suvenir: Banyak kios menjual kerajinan tangan khas Bali.
🚻 Toilet umum: Fasilitas toilet tersedia untuk pengunjung.
📢 Pemandu wisata: Tersedia pemandu wisata untuk memberikan informasi tentang sejarah dan budaya Tanah Lot.
🏨 Penginapan: Beberapa hotel dan vila menawarkan akomodasi menarik bagi wisatawan.

Kapan Waktu Terbaik Berkunjung ke Tanah Lot?
Waktu terbaik untuk mengunjungi Tanah Lot adalah pada sore hari, sekitar pukul 16:00 hingga 18:00 WITA.
Pada saat itu, pengunjung dapat menikmati pemandangan sore Tanah Lot yang indah sambil menunggu matahari terbenam.
Ketika sore hari, cuaca di sekitar Tanah Lot juga tidak terlalu terik sehingga cukup nyaman bagi wisawatan untuk berkeliling.
Selain itu, waktu terbaik untuk mengunjungi Tanah Lot adalah saat Hari Odalan yang dirayakan tiap 210 hari sekali.
Ritual ini biasanya berlangsung pada hari suci Budha Cemeng Langkir, berdekatan dengan perayaan Galungan dan Kuningan.
Pada momen tersebut, wisatawan bisa melihat barisan wanita Bali yang membawa persembahan di kepalanya untuk berdoa di pura Tanah Lot.
Harga Tiket dan Jam Operasional Tanah Lot
Tarif masuk ke Tanah Lot adalah sekitar Rp30.000 per orang untuk dewasa dan Rp20.000 untuk anak-anak.
Sedangkan untuk wisatawan mancanegara, tarif yang dipatok berkisar Rp75.000 untuk dewasa dan Rp40.000 untuk anak-anak.
Buka setiap hari, objek wisata ini dapat dikunjungi mulai pukul 06.00–19.00 WITA.
Cara Menuju ke Tanah Lot
Memiliki lokasi yang strategis, Tanah Lot cukup mudah dicapai dari berbagai kawasan.
Selain itu, objek wisata ini juga dapat dicapai dengan berbagai moda transportasi:
🛵 Kendaraan pribadi atau sewa: Dari Denpasar, perjalanan menuju Tanah Lot memakan waktu sekitar 30 menit dengan jarak sekitar 30 km.
🚕 Taksi: Tersedia layanan taksi dari berbagai lokasi di Bali, baik online maupun konvensional.
🚌 Tur wisata: Banyak agen perjalanan menawarkan paket tur ke Tanah Lot sebagai bagian dari itinerary wisata Bali.
Waktu Operasional
| Senin | 06:00 - 19:00 | |
| Selasa | 06:00 - 19:00 | |
| Rabu | 06:00 - 19:00 | |
| Kamis | 06:00 - 19:00 | |
| Jumat | 06:00 - 19:00 | |
| Sabtu | 06:00 - 19:00 | |
| Minggu | 06:00 - 19:00 |
Tempat Lain di Sekitar
Ulasan
Indah dan Memiliki Fasilitas Lengkap
Tanah Lot adalah salah satu destinasi wisata terbaik di Bali! Saya sangat terkesan dengan keindahan alamnya, terutama saat sunset. Pura Tanah Lot dan Batu Bolong menawarkan keunikan arsitektur yang menakjubkan. Fasilitasnya juga memadai, dengan parkir luas, warung makan, dan toilet yang bersih. Harga tiket masuk terjangkau (Rp 60.000/orang). Pengalaman spiritual dan relaksasi sangat terasa di sini. Saya sarankan datang saat sore hari untuk menikmati sunset yang spektakuler. Jangan lupa membawa kamera untuk mengabadikan momen indah ini! Rating 5/5 Tips 1. Datang saat sore hari. 2. Bawa kamera. 3. Hormati kebersihan dan kesucian pura. 4. Beli tiket masuk secara online. Kekurangan 1. Ramai saat musim liburan. 2. Parkir bisa penuh. Saran 1. Datang lebih awal untuk menghindari kerumunan. 2. Jangan membuang sampah sembarangan.
Banyak Tempat Makan dan Suvenir
Kalo katanya, belum ke Bali kalau belum ke Tanah Lot hehe... Tempat ini merupakan salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi di Bali. Disediakan parkir di dalam dgn harga yg sy lupa brp hehe... Ketika masuk lgsg melewati toko2 oleh2 dan suvenir lebih dulu, stlh itu ada juga tempat makan minum dan ada mixue juga. Baru di pesisirnya adalah daya tarik wisata yg utama. Selain tempat berfoto, ada juga wisata budaya di dalam dimana ada tempat cuci muka dan kita membayar seikhlasnya kepada penjaga disana. Ada juga gua ular dimana ada pawang yg memegang ular berkepala ganda dan kita juga bayar seikhlasnya. Ada juga pura tempat warga lokal sembahyang, saat sy berkunjung ada juga sekelompok warga yg memberikan sesajen ke laut. Spot fotonya sangat banyak meskipun cukup crowded saat saya berkunjung.
Tersedia Jasa Foto dan Cetak
HTM 30k per orang. Ada show tari kecak juga. Lokasi dan areanya nyaman, bersih, banyak stand oleh-oleh. Ada jasa untuk cetak foto, 1 lembar 20rb dan bisa pilih spot foto juga. Nice.
Toilet dan Musala yang Bersih
Keindahan tanah lot Bali sudah tak perlu diragukan lagi. Mungkin ini ada sedikit informasi yang bisa menambah pengetahuan wisatawan yang tertarik berkunjung ke sini. Karena datang kepagian jam 8 pagi di hari Selasa maka tenant2 di area lokasi tanah lot belum banyak yang buka. Akhirnya kita memutuskan pergi lagi ke obyek wisata yang lain, memang kita salah prediksi, keindahan tanah lot itu justru maksimal di saat matahari terbenam. Jadinya berkunjung di sore hari merupakan pilihan yang tepat. Tapi ada info yang menggembirakan untuk wisatawan2 muslim. Di lapak-lapak warung seputaran lokasi wisata makin banyak mushola-mushola yang bisa dipergunakan. Kini paket-paket toilet berbayar banyak yang dilengkapi mushola untuk tunaikan sholat. Boleh jadi munculnya jasa2 rental mushola ini dikarenakan tanah lot cocok dikunjungi saat matahari terbenam yang notabene bersamaan waktunya dengan saat sholat maghrib. Dengan banyaknya fasilitas mushola yang bermunculan ini, diharapkan wisatawan muslim bisa semakin nyaman dan tanpa ganjalan hati saat berkunjung di tanah lot.
