Telaga Sarangan: Mitos, Sejarah, Daya Tarik dan Biaya Tiketnya
Ngluweng, Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur



Mengenal Telaga Sarangan
Telaga Sarangan adalah sebuah danau alami yang terletak di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (dpl).
Dikenal juga sebagai Telaga Pasir, danau ini berada di lereng Gunung Lawu, Kecamatan Plaosan, Magetan, Jawa Timur.
Dengan luas 30 hektare dan kedalaman 28 meter, telaga ini menawarkan pemandangan alam menakjubkan dan udara sejuk bersuhu 15–20 derajat Celsius.
Ada banyak aktivitas yang dapat dilakukan di Telaga Sarangan, seperti olahraga air, berkuda, atau sekedar bersantai sambil menikmati suasana sekitar.
Namun, di balik keindahannya, danau ini juga memiliki sejumlah legenda dan mitos yang menarik untuk diketahui oleh para wisatawan.
Keindahan Alam Menakjubkan
Telaga Sarangan menawarkan pemandangan alam yang spektakuler dengan latar belakang Gunung Lawu dan udara sejuk di ketinggian 1.200 meter dpl.
Beragam Aktivitas Wisata
Pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas menarik seperti menyewa perahu, berkuda, dan berjalan-jalan mengelilingi area telaga.
Kuliner Khas yang Lezat
Tersedia warung makan dan restoran yang menawarkan beragam kuliner khas Magetan di sekitar Telaga Sarangan, seperti sate kelinci dan jagung bakar.
Mitos dan Budaya Lokal yang Kaya
Telaga Sarangan kaya akan mitos dan cerita rakyat, sehingga menambah daya tarik bagi wisatawan yang ingin merasakan kearifan budaya lokal.
Legenda dan Mitos Telaga Sarangan
Salah satu legenda dan mitos paling terkenal mengenai Telaga Sarangan berasal dari kisah Kiai Pasir dan Nyai Pasir.
Menurut cerita rakyat, Kiai Pasir dan Nyai Pasir adalah sepasang suami istri yang tinggal di kaki Gunung Lawu.
Mereka sangat ingin memiliki anak, tapi belum diberi keturunan oleh sang Maha Kuasa.
Suatu hari, sepasang suami istri tersebut berdoa kepada Tuhan dan akhirnya dikaruniai seorang putra bernama Joko Lelung.
Pada dasarnya, Joko Lelung tumbuh menjadi anak yang baik hati.
Namun, dalam suatu peristiwa, dia menemukan seekor naga betina yang terluka dan memutuskan untuk merawatnya.
Naga tersebut ternyata adalah putri dari Raja Naga yang jatuh cinta pada Joko Lelung.
Mereka menikah tanpa sepengetahuan orang tua Joko Lelung, lalu menghilang (moksa) dan diyakini menjaga Telaga Sarangan.
Karena itu, tiap tahun masyarakat setempat melaksanakan ritual labuh sesaji sebagai ungkapan rasa syukur atas panen yang melimpah.
Ini diyakini merupakan bentuk perlindungan dari Kiai Pasir dan Nyai Pasir yang senantiasa melindungi area telaga.

Sejarah Telaga Sarangan
Terlepas dari legenda dan mitos yang menyelimutinya, kehadiran Telaga Sarangan diketahui bermula pada tahun 1927.
Saat itu, pemerintah Belanda ingin membangun sebuah bendungan di Sungai Cemoro Sewu untuk mengairi sawah-sawah di daerah Magetan.
Proyek ini mengubah lembah yang sebelumnya dihuni oleh petani menjadi danau buatan yang kini dikenal sebagai Telaga Sarangan.
Kini, telaga tersebut telah berkembang menjadi objek wisata populer yang dihiasi oleh panorama alam indah.
Di dalamnya juga tersedia beberapa tempat wisata lain, mulai dari air terjun hingga pemandian air panas.
Aktivitas Menarik di Telaga Sarangan
1. Mengelilingi Telaga
Wisatawan bisa berjalan-jalan mengelilingi area telaga untuk menikmati pemandangan dari berbagai sudutnya yang indah.
Kehadiran jalur setapak memungkinkan pengunjung untuk mengeksplorasi area telaga sambil melihat panorama Gunung Lawu yang megah.
Bahkan, pengunjung bisa melakukan olahraga ringan, seperti jogging atau lari pagi di sekitar area telaga yang asri.
2. Mencoba Wahana Air
Tersedia ragam pilihan wahana air seperti perahu motor, becak air, dan speedboat untuk menjelajahi Telaga Sarangan.
Perahu motor atau speedboat memberikan sensasi tersendiri saat meluncur di atas permukaan air yang tenang.
Sedangkan becak air bisa menjadi pilihan untuk kamu ingin menyusuri danau dengan suasana yang lebih santai.
Saat berada di tengah telaga, pengunjung dapat merasakan angin yang sejuk sambil menikmati pemandangan indah.
3. Berkuda
Aktivitas berkuda di sekitar telaga menjadi opsi menarik bagi keluarga dan anak-anak.
Terdapat penyewaan kuda yang memungkinkan pengunjung untuk menjelajahi area telaga dengan cara yang unik.
Anak-anak dan orang tua bisa merasakan sensasi menunggang kuda sambil menikmati pemandangan alam yang asri.
4. Berfoto di Spot Instagramable
Ada banyak spot cantik untuk berfoto dengan latar pemandangan alam yang indah.
Dari tepian telaga hingga area pegunungan, semuanya menawarkan background yang sempurna untuk mengabadikan momen liburan.
Karena itu, Telaga Sarangan merupakan lokasi favorit bagi para pecinta fotografi dan pegiat media sosial.
5. Mencicipi Kuliner Khas
Pengunjung dapat menikmati berbagai kuliner khas Magetan seperti sate kelinci dan jagung bakar di area kuliner sekitar telaga.
Setelah puas berkeliling, mencicipi hidangan lokal yang autentik menjadi cara terbaik untuk mengisi energi kembali.
Selain itu, ada pula berbagai camilan tradisional yang bisa dibawa sebagai oleh-oleh.
Kapan Waktu Terbaik Berkunjung ke Telaga Sarangan?
Waktu terbaik untuk mengunjungi Telaga Sarangan adalah pada musim kemarau, antara bulan April hingga September.
Pada periode ini, cuaca relatif cerah dan sejuk sehingga ideal untuk berwisata alam serta melakukan aktivitas outdoor.
Sedangkan saat akhir pekan atau libur panjang, ada banyak acara yang diselenggarakan sehingga suasananya cenderung lebih ramai.

Fasilitas Penunjang di Telaga Sarangan
Tidak cuma atraksi wisata, fasilitas pendukung di sekitar Telaga Sarangan juga tergolong layak dan cukup lengkap.
Berbagai fasilitas ini sengaja dihadirkan untuk menunjang kenyamanan pengunjang selama berada di Telaga Sarangan.
🏨 Hotel dan Penginapan: Terdapat dua hotel berbintang dan puluhan penginapan kelas melati serta pondok wisata di sekitar telaga.
🍽️ Tempat Makan: Tersedia beragam rumah makan dan restoran yang menawarkan menu khas Magetan serta berbagai makanan ringan.
🛍️ Kios Souvenir: Pengunjung bisa menemukan berbagai kios oleh-oleh yang menjual ragam cenderamata di sekitar telaga.
🅿️ Tempat Parkir: Area parkir yang luas tersedia bagi pengunjung yang membawa kendaraan pribadi, baik sepeda motor maupun mobil.
🛐 Tempat Ibadah: Fasilitas tempat ibadah seperti musala juga disediakan untuk menunjang kenyamanan pengunjung.
🎪 Pasar Wisata: Terdapat pasar wisata yang menawarkan berbagai produk lokal dan kuliner khas Magetan tidak jauh dari lokasi telaga.
Harga Tiket dan Cara Menuju ke Telaga Sarangan
Untuk menuju ke Telaga Sarangan, pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum dari Kota Magetan.
Rute perjalanan bisa dimulai lewat Jalan Raya Magetan–Sarangan dengan jarak sekitar 16 km dari pusat kota.
Selain itu, tersedia berbagai angkutan publik yang melayani rute ini, termasuk angkutan umum dan ojek motor.
Harga tiket masuk ke Telaga Sarangan dikenakan sebesar Rp20.000 untuk dewasa dan Rp10.000 untuk anak-anak.
Harga ini sudah termasuk tiket parkir dan asuransi sebesar Rp1.000 per orang.
Di luar tiket masuk, ada pula sejumlah biaya yang harus dibayar oleh pengunjung jika ingin menaiki perahu atau berkuda.
Biaya sewa kuda Rp70.000 satu kali putaran, sedangkan speedboat dikenakan Rp60.000 ribu untuk satu putaran dan Rp150.000 untuk tiga kali putaran.
Waktu Operasional
| Senin | 00:00 - 23:59 | |
| Selasa | 00:00 - 23:59 | |
| Rabu | 00:00 - 23:59 | |
| Kamis | 00:00 - 23:59 | |
| Jumat | 00:00 - 23:59 | |
| Sabtu | 00:00 - 23:59 | |
| Minggu | 00:00 - 23:59 |
Tempat Lain di Sekitar
Ulasan
Udara Sejuk dan Asri
kesini pas abis ujann jadinya sejuk dan dingin poll, walaupun agak gerimis dikitt tapi tetep bisaa naik perahu muterin telaganyaa. agak lumayan jauh dari parkiran jdinya waktu itu ngojek buat smpe lokasi, akses jalannya sudah bagus. harga tiket murah
Atraksi Seru dengan Harga Murah
Telaga yg sangat terkenal di Sarangan. Pemandangan indah... Cuaca yg dingin dan berkabut. Main speedboat 1 kali puter 80 ribu 2 kali puter 150 ribu seruuu Banyak makanan di pinggiran telaga Akses cukup mudah, yg penting jangan lewat jalur lawu lama.
Lokasi Mudah Dijangkau
Lokasi mudah dijangkau, jalannya juga bagus memang kawasan wisata yg ruamee banget rombongan bus, travel, mobil pribadi, motor. Tiket 20.000/orang kami bawa mobil sudah termasuk parkir, banyak pusat oleh-oleh, sayur mayur, buah-buahan, kaos telaga sarangan, gantungan kunci, camilan dan lain banyak lagi. Kami naik speedboat 80.000 sekali puteran bisa muat 4 orang jadi bisa patungan. Naik kuda juga bisa sekali puteran 80.000/orang. Kalo mau nyarti spot yg agak sepi, saya rekomen dari arah pintu masuk dari parkiran kendaraan jalan hingga keliatan danaunya, lalu belok ke sisi danau bagian kiri, ada tempat duduk enak buat nyantai, adem, pemandangan bagus, sambil makan bakso atau sate mnatap betull.
Wisata Kuliner dan Belanja Oleh-Oleh
Pas kabut turun pas main ke sini. Objek masih sama, speedboat, kuda keliling telaga dan wisata kuliner. Ada sate kelinci, sate ayam, nasi pecel, dan ada wedang ronde pula. Tentu jangan lewatkan kios oleh-olehnya ya, Gais.
Pertanyaan Seputar Telaga Sarangan 👉
Tidak, pengunjung tidak diperkenankan berenang di Telaga Sarangan atas alasan keselamatan. Pasalnya, kedalaman telaga diketahui melebihi 3 meter dan terdapat arus bawah yang dapat membahayakan pengunjung.
Tidak, Telaga Sarangan tidak diperbolehkan untuk aktivitas memancing. Sesuai Perbup 23/2022 tentang Konservasi Sumber Daya Ikan di Perairan Umum Daratan Telaga Sarangan, telaga berfungsi sebagai konservasi ikan asli dan yang terancam punah.
Ya, ada sebuah mitos yang menyebut bahwa mengunjungi Telaga Sarangan bersama pasangan dapat mendatangkan sial atau masalah dalam hubungan. Terlepas dari benar atau tidaknya, mitos ini berkaitan dengan kepercayaan lokal mengenai aura mistis yang terdapat di sekitar telaga.
