
Contoh teks negosiasi jual beli rumah perlu diketahui, khususnya bagi agen properti dan masyarakat yang berencana menjual atau membeli hunian dalam waktu dekat.
Ketika melakukan transaksi jual beli rumah, negosiasi lazim dilakukan.
Pasalnya, negosiasi adalah sebuah proses yang dilakukan untuk mencapai sebuah kesepakatan.
Terlebih, transaksi jual beli rumah sendiri melibatkan uang yang tidak sedikit.
Negosiasi dilakukan untuk mendapatkan titik temu terkait harga yang disepakati bersama.
Nah, agar sukses mendapatkan harga rumah terbaik, sonteklah teks negosiasi jual beli rumah di bawah ini.
Begini Contoh Teks Negosiasi Jual Beli Rumah
1. Teks Negosiasi Jual Beli Rumah Baru
Pembeli: “Selamat siang, Pak. Saya tertarik dengan rumah baru yang Bapak jual di Perumahan Griya Indah. Bolehkah saya melihat-lihat?”
Penjual: “Selamat siang, Bu. Tentu saja, silakan masuk dan lihat-lihat.”
Pembeli: (Setelah melihat-lihat) “Wah, rumahnya bagus sekali, Pak. Saya sangat suka desain dan lokasinya yang strategis. Bolehkah saya tahu berapa harga jualnya?”
Penjual: “Harga jualnya Rp 750 juta, Bu. Nego tipis.”
Pembeli: “Hmm, jika boleh nego, Bagaimana kalau harganya menjadi Rp 675 juta?”
Penjual: “Wah, Bu. Harga segitu masih terlalu rendah. Bagaimana kalau Rp 735 juta saja?”
Pembeli: “Angka Rp 735 juta masih agak berat untuk saya, Pak. Bagaimana kalau Rp 700 juta? Saya siap bayar cash.”
Penjual: (Berpikir sejenak) “Baiklah, Bu. Saya akan memberikan harga spesial. Bagaimana dengan harga Rp 720 juta dibayar cash?”
Pembeli: “Okay, saya sepakat. Saya siap membeli harga rumah Rp720 juta.”
Penjual: “Baiklah, akan saya siapkan surat dan berkas-berkasnya.”
Pembeli: “Terima kasih banyak, Pak. Senang membeli rumah dengan harga yang cukup miring”
Penjual: “Sama-sama, Bu. Saya senang rumah ini bisa dimiliki oleh orang yang tepat. Rumah baru ini dijamin bagus karena materialnya berkualitas.”
Pembeli: “Baik, Pak. Untuk sertifikatnya bagaimana?
Penjual: “Sertifikat seperti SHM rumah sudah siap, Bu. Nanti bisa kita urus bersama di notaris.”
Pembeli: “Baiklah, Pak. Terima kasih informasinya.”
Penjual: “Sama-sama, Bu. Saya harap Anda senang tinggal di rumah ini.”
Pembeli: “Sekali lagi, terima kasih banyak atas kesempatannya, Pak. Saya senang bisa bernegosiasi dengan Bapak.”
Penjual: “Sama-sama, Bu. Saya senang bisa membantu Anda menemukan rumah yang Anda inginkan.”
Baca juga: Kumpulan Doa Menempati Rumah Baru, Lengkap dengan Artinya
2. Teks Negosiasi Jual Beli Rumah Bekas
Pembeli: “Assalamualaikum, Selamat siang, Pak/Bu. Saya tertarik dengan rumah bekas yang Bapak/Ibu jual di Jalan Pahlawan. Bolehkah saya melihat-lihat?”
Penjual: “Waalaikumsalam, Selamat siang, Bu/Pak. Tentu saja, silakan masuk dan lihat-lihat. Kalau ada yang ingin ditanyakan, jangan sungkan, ya.”
Pembeli: “Kalau boleh tahu, kapan rumah ini dibangun?”
Penjual: “Meski bekas, rumah ini pembangunannya belum lama, sekitar tahun 2018.”
Pembeli: “Oh begitu, rumahnya cukup luas dan terawat. Bolehkah saya tahu berapa harga jualnya?”
Penjual: “Harga jualnya Rp 540 juta, Pak/Bu. Dijamin paling murah di daerah ini.”
Pembeli: “Bolehkah saya nego sedikit, Pak/Bu?”
Penjual: “Silakan, berapa harga yang ingin Bapak/Ibu Tawarkan?
Pembeli: “Bagaimana kalau Rp 450 juta?”
Penjual: “Wah, Pak/Bu. Angkanya masih terlalu rendah. Bagaimana kalau Rp 500 juta saja?”
Pembeli: “Masih tetap tinggi bagi saya. Bagaimana kalau Rp 480 juta? Kalau okay, saya akan beli cash dua hari lagi.
Penjual: “Baiklah, Pak/Bu. Saya akan melepas rumah ini dengan harga Rp480 juta.”
Pembeli: “Terima kasih banyak, Pak/Bu.”
Penjual: “Sama-sama, Pak/Bu. Saya senang rumah ini bisa terjual dengan harga yang cukup kompetitif.”
Pembeli: “Oh ya, Pak/Bu. Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan. Pertama, apakah ada kerusakan pada struktur bangunan rumah ini?”
Penjual: “Tidak ada kerusakan struktural pada bangunan, Pak/Bu. Hanya beberapa bagian yang perlu renovasi ringan.”
Pembeli: “Kedua, bagaimana dengan surat-surat rumah? Apakah sudah lengkap?”
Penjual: “Surat-surat rumah lengkap, Pak/Bu. SHM dan PBB sudah ada. Siap pakai, dijamin jauh dari sengketa.”
Pembeli: “Syukur kalau demikian, sekali lagi, terima kasih banyak atas negosiasinya.”
Penjual: “Sama-sama, Pak/Bu. Saya senang bisa membantu Bapak/Ibu mendapatkan rumah idaman.”
3. Teks Negosiasi Jual Beli Rumah secara Online
Penjual: “Selamat siang, terima kasih telah menghubungi saya mengenai rumah yang dijual di Jalan Mawar No. 10. Apakah Bapak/Ibu tertarik untuk membeli?”
Pembeli: Siang. Ya, saya tertarik dengan rumah tersebut. Boleh saya tahu lebih detail tentang spesifikasinya?
Penjual: “Tentu. Rumah ini memiliki 3 kamar tidur dan 2 kamar mandi. Luas tanahnya 200 m2 dan luas bangunan 150 m2. Harga yang kami tawarkan adalah Rp1 miliar.”
Pembeli: “Terima kasih infonya. Apakah harga tersebut masih bisa dinegosiasikan?”
Penjual: “Bisa Pak/Bu, saya sangat terbuka untuk negosiasi. Berapa harga yang Anda tawarkan?”
Pembeli: “Mengingat lokasinya yang cukup jauh dari pusat kota, bagaimana jika Rp850 juta?
Penjual: “Maaf, untuk harga Rp850 juta masih terlalu rendah. Bagaimana jika Rp950 juta? Saya juga bisa memberikan bonus berupa pembebasan biaya pengurusan AJB.”
Pembeli: “Hmmm, bagaimana kalau Rp900 juta, lengkap dengan AJB dan sertifikat sudah atas nama pembeli?”
Penjual: “Baik, saya setuju dengan harga Rp900 juta. Untuk AJB dan sertifikat kami bisa mengurusnya atas nama pembeli, tapi biaya balik nama di luar pembuatan AJB sehingga ditanggung oleh pembeli. Bagaimana, Bapak/Ibu bersedia?
Pembeli: “Baiklah, saya setuju. Kapan kira-kira saya bisa melihat rumahnya secara langsung?”
Penjual: “Baik. Bapak/Ibu bisa melihat rumahnya besok atau lusa. Mohon konfirmasi waktu yang cocok untuk Anda, dan saya akan menyiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan.”
Pembeli: “Baik, saya akan datang besok pukul 10 pagi. Terima kasih.”
Penjual: “Sama-sama. Kami tunggu kedatangan Bapak/Ibu besok pukul 10 pagi. Sampai jumpa!”
Ciri-Ciri dan Struktur Teks Negosiasi yang Baik
Menurut buku “Teks Negosiasi,” teks negosiasi adalah teks yang berisi interaksi sosial untuk mencapai kesepakatan di antara pihak-pihak yang mempunyai kepentingan.
Masih menurut buku tersebut, setidaknya teks negosiasi yang baik setidaknya memiliki beberapa ciri, seperti:
- Mampu menghasilkan kesepakatan yang diterima dan saling menguntungkan
- Mengutamakan kepentingan bersama
- Media untuk mencari penyelesaian dari persoalan tertentu.
Selain itu, teks negosiasi yang baik juga dibangun dengan struktur yang tepat, misalnya:
- Orientasi: Berisi kalimat pembuka, biasanya dipakai untuk memulai negosiasi.
- Permintaan: Dalam konteks jual beli rumah, permintaan di sini berarti keinginan seseorang untuk membeli sebuah rumah.
- Pemenuhan: Setelah adanya permintaan, akan ada pihak yang memenuhi permintaan tersebut.
- Penawaran: Jika permintaan dan pemenuhan sudah ada, akan terjadi penawaran untuk mencapai kesepakatan bersama.
- Persetujuan: Penawaran yang disepakati bersama melahirkan persetujuan antara kedua belah pihak. Persetujuan dalam teks jual beli rumah tentu menghasilkan kesepakatan tentang harga sebuah hunian.
- Pembelian: Andai harga sudah disetujui, maka proses berikutnya terjadi pembelian.
- Penutup: Kalimat penutup dipakai umumnya berisi ucapan salam dan terima kasih.
Sebagai tambahan, dalam praktiknya, struktur di atas bisa saja tidak terpakai atau menyesuaikan dengan keadaan.
Namun, item penawaran dan persetujuan sudah pasti akan terjadi karena menjadi pokok sebuah negosiasi.
Itulah contoh teks negosiasi jual beli rumah yang dapat dijadikan rujukan.
Semoga bermanfaat, ya.



