
Batako adalah jenis batu bata yang terbuat dari campuran semen, pasir, dan kerikil halus.
Material ini dikenal memiliki karakteristik yang padat, kuat, dan lebih kokoh dibandingkan dengan batu bata biasa.
Karena keunggulannya, batako sering dipilih sebagai bahan utama untuk membangun dinding rumah atau bangunan.
Namun, sebelum menggunakannya, diperlukan perhitungan yang tepat agar jumlah batako sesuai dengan kebutuhan.
Perhitungan ini penting, terutama jika kamu berencana membangun atau merenovasi rumah.
Dengan mengetahui jumlah batako yang dibutuhkan, kamu dapat mengetahui estimasi biaya secara akurat dan menghindari risiko kekurangan material.
Secara tidak langsung, menghitung kebutuhan batako dapat membuat proses pembangunan berjalan dengan lancar.
Lalu, bagaimana cara menghitung kebutuhan batako per m2 yang benar?
Melansir sejumlah sumber, simak cara menghitung kebutuhan batako untuk bangunan berikut ini!
Cara Menghitung Kebutuhan Batako Per Meter Persegi untuk Rumah

1. Mengukur Dinding per Meter Persegi
Cara menghitung kebutuhan batako pertama adalah dengan mengetahui jumlah kebutuhan batako per meter persegi terlebih dahulu.
Sebagai contoh, kamu memiliki luas satu buah batako 0,6 m x 0,3 m = 0,18.
Maka, kebutuhan batako per meter perseginya sebagai berikut:
1/0,18 = 5,5 buah, dibulatkan menjadi 6 buah.
Baca juga: Kelebihan, Kekurangan, dan Jenis-Jenis Pondasi Rumah Batu Kali
2. Hitung Berdasarkan Luas Dinding

Setelah itu, ukur dan hitung luas bangunan.
Jika kamu ingin membangun dinding rumah dengan panjang 20 meter dan ketinggian 3 meter, di bawah ini perhitungannya:
- Volume luas dinding: panjang x lebar (20 m x 3 m = 60 m2)
- Kebutuhan batako per meter persegi: 6 buah.
- Total kebutuhan batako untuk dinding: 60 m2 x 6 = 360 buah.
Dari perhitungan di atas, jangan lupa untuk menambahkan cadangan.
Hal tersebut dimaksudkan untuk mengantisipasi batako yang hilang, rusak atau pecah.
Cadangan yang dibutuhkan umumnya 3 sampai 10 persen dari total kebutuhan batako.
Jika kamu ingin menambahkan cadangan sebesar 3 persen, jumlah kebutuhan batako setelah ditambahkan cadangan yakni 3% x 360 = 10,8 (dibulatkan menjadi 11 buah).
Total kebutuhan batako: 360 buah + 11 buah = 371 buah.
Jika harga batako per buah Rp7.000, total anggaran yang dibutuhkan adalah 7.000 x 371 = 2.297.000.
Sebagai catatan, jumlah kebutuhan batako di atas tidak bersifat mutlak, karena ukuran dinding dan batako yang digunakan bisa berbeda.
Namun, perhitungannya dapat mengikuti rumus yang telah dijelaskan.
3. Cara Menghitung Kebutuhan Batako untuk Dinding Kamar
Lalu, bagaimana cara menghitung kebutuhan untuk dinding kamar?
Sebenarnya, menghitung kebutuhan batako untuk dinding kamar tidak terlalu berbeda seperti cara yang telah dijelaskan sebelumnya.
Katakanlah, kamu ingin membangun kamar dengan ukuran 3 m × 3 m dan memiliki tinggi 3 m.
Asumsikan kamar memiliki 4 dinding tanpa pintu dan jendela.
Nah, berikut rincian perhitungannya:
Luas total dinding:
- (2 x panjang x tinggi) + (2 x lebar x tinggi) = (2 x 3 x 3) + (2 x 3 x 3) = 18 + 18 = 36 m2.
Jika ukuran batako 0,4 m x 0,2 m, perhitungannya adalah:
- 0,4 m x 0,2 = 0,08 m2.
Kemudian, hitung jumlah batako yang dibutuhkan:
- Luas dinding : luas satu batako = 36 : 0,08 = 450 buah.
Jangan lupa juga untuk menambahkan cadangan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Misalnya saja, pada kasus ini kamu ingin menambahkan cadangan sebesar 5 persen, berikut perhitungannya:
5% x 450 = 22,5 (23 buah).
Adapun, untuk total kebutuhan batako yakni 450 + 23 =437 buah.
Berapa estimasi biaya yang perlu dikeluarkan?
Jika harga batako per buah Rp7.000, total biayanya adalah 473 x 7.000 = Rp3.311.000.
Estimasi di atas hanya sebagai gambaran dan kamu dapat menyesuaikannya kembali dengan kebutuhan.
Baca juga: Mengenal Dinding Batu Bata, Fungsi, Jenis dan Harganya
Itulah cara menghitung kebutuhan batako pada bangunan.
Semoga ulasan ini membantu, ya!