
Mengetahui harga borongan urugan tanah sangat penting dalam proses pembangunan, baik untuk proyek perumahan, gedung, maupun properti lainnya.
Urugan tanah adalah tahap awal yang bertujuan untuk meratakan permukaan tanah, mengisi lahan cekung, atau meninggikan area tertentu agar siap dibangun.
Proses ini tidak hanya memerlukan peralatan berat, tetapi juga jenis tanah yang sesuai agar hasilnya kokoh dan tahan lama.
Harga urugan tanah sendiri cukup bervariasi tergantung lokasi proyek, jenis tanah yang digunakan, dan luas lahan.
Oleh karena itu, memahami kisaran harga, komponen biaya, hingga jenis tanah urugan akan sangat membantu dalam menyusun anggaran secara akurat.
Mari ketahui berapa kisaran harga borongan urugan tanah dan contoh perhitungannya!
Kisaran Harga Borongan Urugan Tanah

Harga borongan urugan tanah berada di kisaran Rp140.000 hingga Rp300.000 per meter kubik (m³).
Kisaran ini sangat tergantung pada jenis tanah yang digunakan (merah, padas, semi-padas), jarak angkut, tingkat kesulitan medan, dan kebutuhan alat berat dalam proses pengerjaan.
Secara umum, berikut ini kisaran harga borongan urugan tanah berdasarkan jenis tanah urugan yang digunakan:
| Jenis Pekerjaan Urugan | Harga per M³ |
| Urugan Tanah Standar | Rp140.000 |
| Urugan Tanah Campur | Rp250.000 |
| Urugan Tanah Merah Super | Rp300.000 |
Harga ini umumnya sudah termasuk biaya tanah, pengangkutan, jasa pemadatan, dan sewa alat berat seperti dozer atau vibro roller.
Perlu dicatat, jika lahan memiliki akses terbatas atau harus melalui daerah yang sulit dijangkau, harga bisa meningkat lebih tinggi lagi.
Maka dari itu, penting melakukan survei lokasi terlebih dahulu untuk memastikan volume kebutuhan dan estimasi harga borongan urugan tanah yang akurat.
Baca Juga:
Berbagai Jenis Tanah Lengkap dengan Karakteristik, Sifat, dan Manfaatnya
Contoh Perhitungan Biaya Urugan Tanah (RAB)
Berikut adalah contoh Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk urugan tanah pada lahan seluas 100 m², dengan ketebalan urugan 0,5 meter, menggunakan tanah merah dengan harga borongan urugan tanah Rp140.000 per meter kubik.
Volume Tanah Urugan:
100 m² × 0,5 m = 50 m³
Harga Borongan per m³:
Rp140.000
Total Biaya Urugan:
50 m³ × Rp140.000 = Rp7.000.000
Rincian komponen biaya dapat dijabarkan sebagai berikut:
| Komponen | Satuan | Volume | Harga Satuan | Jumlah |
| Pengadaan Tanah Merah | m³ | 50 | Rp90.000 | Rp4.500.000 |
| Biaya Transportasi | m³ | 50 | Rp25.000 | Rp1.250.000 |
| Jasa & Alat Berat | m³ | 50 | Rp25.000 | Rp1.250.000 |
| Total Biaya | Rp7.000.000 | |||
Perlu dicatat bahwa angka-angka di atas adalah estimasi dan bisa berubah tergantung lokasi proyek, aksesibilitas, serta kondisi medan.
Namun dengan menggunakan asumsi harga borongan urugan tanah Rp140.000/m³, Anda bisa memiliki gambaran awal yang cukup akurat dalam menyusun anggaran proyek pembangunan Anda.
Jenis Tanah Urugan Tanah
1. Tanah Merah
Tanah merah merupakan jenis tanah yang sering digunakan dalam proses urugan, terutama untuk proyek perumahan atau pekarangan.
Warna merah pada tanah ini berasal dari kandungan zat besi yang cukup tinggi.
Karakteristik tanah ini adalah gembur dan mudah menyerap air sehingga cocok digunakan pada area yang tidak terlalu membutuhkan pemadatan kuat.
Tanah merah biasanya lebih murah dibanding jenis lain.
Hal ini menjadikannya sebagai pilihan ekonomis dalam menekan harga borongan urugan tanah.
Namun, karena daya ikatnya kurang kuat, penggunaannya lebih disarankan untuk lapisan atas atau area dengan beban ringan.
2. Tanah Padas
Tanah padas dikenal sebagai tanah yang sangat padat dan keras.
Jenis tanah ini cocok digunakan untuk proyek konstruksi skala besar yang membutuhkan kestabilan tanah tinggi, seperti jalan raya, gedung bertingkat, atau area parkir.
Tanah padas memiliki daya dukung yang baik dan tidak mudah tergerus air, jadi sangat ideal untuk struktur bangunan yang memerlukan pondasi kuat.
Namun, karena kekerasannya, proses pengerjaannya membutuhkan alat berat dan lebih banyak tenaga, sehingga biayanya cenderung lebih tinggi.
Selain itu, waktu pengerjaannya pun bisa lebih lama dibanding tanah biasa.
Baca Juga:
Investasi Tanah: Keuntungan, Cara Memulai dan Jenisnya
3. Tanah Semi-Padas
Tanah semi padas merupakan perpaduan antara tanah merah dan tanah padas.
Jenis ini memiliki kepadatan sedang dan daya serap air yang baik sehingga cukup fleksibel untuk berbagai jenis pembangunan.
Tanah semi padas sering digunakan untuk perataan lahan atau urugan halaman yang akan dijadikan jalan setapak, taman, atau area bangunan ringan.
Kelebihannya adalah harga yang lebih terjangkau dibanding tanah padas, tetapi tetap memiliki kekuatan struktur yang cukup memadai.
Karena karakteristiknya yang berada di antara tanah lunak dan keras, harga borongan urugan tanah dengan tanah semi padas bisa menjadi pilihan ideal bagi proyek dengan anggaran menengah.
***
Semoga bermanfaat.
Dapatkan properti yang sesuai kriteria di www.99.co/id!
(cover: multikontraktor)