Kriteria Letak Kamar Mandi yang Baik Menurut Islam

Last update: 3 Mei 2025 3 min read
Author:

Ikuti kriteria letak kamar mandi yang baik menurut Islam agar terhindar dari najis dan melanggar adab.

Kamar mandi merupakan bagian penting dalam setiap rumah karena memegang peran dalam menjaga kebersihan diri.

Dalam islam, kebersihan memiliki kedudukan yang sangat tinggi.

Bahkan, Rasulullah saw. Menyebut bahwa “kebersihan adalah sebagian dari iman”.

Oleh karena itu, posisi kamar mandi tidak hanya mempertimbangkan kenyamanan dan fungsionalitas saja, tetapi juga harus memperhatikan aspek-aspek kesucian dan kehormatan.

Salah satu hal yang penting adalah penempatan kamar mandi yang sesuai dengan prinsip-prinsip ajaran Islam. 

Letak kamar mandi yang baik harus meminimalisir potensi kontaminasi dengan ruang ibadah, menjaga privasi pengguna, serta memastikan kebersihan dan kenyamanan.

Simak penjelasan lengkap mengenai kriteria letak kamar mandi yang baik menurut Islam berikut ini!

Letak Kamar Mandi yang Baik Menurut Islam

letak kamar mandi menurut islam

1. Jauhi Tempat-Tempat Suci

Salah satu kriteria letak kamar mandi yang baik menurut Islam adalah tidak ditempatkan dekat dengan tempat-tempat suci untuk kegiatan ibadah.

Tempat-tempat suci yang dimaksud seperti tempat salat, misalnya ruang salat atau musala.

Sebagaimana dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah saw. Melarang orang untuk melakukan salat di tempat-tempat yang dianggap tidak suci.

Hal tersebut mencakup tempat yang digunakan untuk buang air.

Dengan demikian, kamar mandi seharusnya tidak dibangun di ruangan yang digunakan untuk ibadah sebagai upaya menghindari kontaminasi dan menjaga kesucian.

Baca Juga:

25 Inspirasi Desain Kamar Mandi Minimalis yang Aesthetic

2. Posisi Kamar Mandi yang Terpisah dari Ruang Tidur

Islam juga mengajarkan untuk memisahkan tempat tidur dan kamar mandi.

Menurut ajaran Islam, idealnya kamar mandi tidak berada dalam satu ruangan dengan kamar tidur.

Apabila kamar mandi terletak di dalam kamar tidur, akan ada potensi najis yang bisa menyebar ke tempat tidur atau pakaian yang digunakan untuk ibadah.

3. Tidak Menghadap atau Membelakangi Kiblat

Kriteria letak kamar mandi yang baik menurut Islam selanjutnya adalah tidak menghadap atau membelakangi kiblat.

Rasulullah saw. Pernah melarang umatnya untuk buang air dengan menghadap atau membelakangi kiblat.

Sebagaimana diriwayatkan dalam hadis Bukhari dan Muslim, Rasulullah saw. bersabda “Apabila kalian buang hajat, janganlah menghadap atau membelakangi kiblat. Namun, menghadaplah ke timur atau ke barat.”

Baca Juga:

8 Desain Kamar Mandi Rumah Subsidi, Ukuran & Tips Renovasi

Perbedaan Pendapat di Kalangan Ulama

Terkait hal ini, ada perbedaan di kalangan para ulama tentang letak kamar mandi yang tidak boleh menghadap atau membelakangi kiblat.

Dalam hadis Bukhari dan Muslim, “Berkata Abdullah ibn Umar, ‘Sungguh pada suatu hari saya naik ke atas bumbung rumah Hafshah, lalu saya melihat Nabi Muhammad saw. membuang hajatnya menghadap ke Syam, membelakangi kiblat (Ka’bah).’”

Ada yang berpendapat bahwa larangan ini berlaku umum, baik di tempat tertutup maupun terbuka.

Di sisi lain, ada yang berpendapat bahwa larangan ini hanya berlaku untuk buang air di tempat terbuka.

Merujuk Fatwa Tarjih dalam Majalah Suara Muhammadiyah No. 22 Tahun 2013, apabila memang sudah tidak memungkinkan untuk tidak menghadap atau membelakangi kiblat, maka boleh buang air menghadap kiblat.

Hal ini selaras dengan kaidah usul fikih, “Hajat (kebutuhan yang penting) diperlukan seperti dalam keadaan terpaksa (darurat) baik secara umum atau khusus.”

***

Demikian penjelasan mengenai posisi kamar mandi yang baik menurut Islam.

Temukan hunian yang sesuai kriteria hanya di www.99.co/id!

(gambar: freepik)

 

Berkarier di dunia kepenulisan sejak 2018 sebagai penulis lepas. Kini menjadi penulis di 99 Group dengan fokus seputar gaya hidup, properti, hingga teknologi. Gemar menulis puisi, memanah, dan mendaki gunung.