
foto: pixabay
Banyak cara menghemat air bersih yang bisa diterapkan di rumah karena sumber air tidak akan bertahan selamanya jika setiap orang berperilaku boros.
Hal-hal kecil bisa membuat persediaan air terbuang begitu saja tanpa pemanfaatan maksimal.
Apalagi kalau Anda menggunakan air PDAM, yang jika penggunaannya tidak dihemat akan membuat tagihan di akhir bulan jadi membengkak.
Dampak lebih besarnya jika Anda menerapkan cara menghemat air adalah bisa menjaga lingkungan dari kerusakan dan ketidakseimbangan di dalam tanah, serta terhindar dari krisis air.
Apalagi air di bumi ini tidak hanya dibutuhkan oleh manusia, tapi juga makhluk hidup lain seperti hewan dan tumbuhan.
Penggunaan air memang sudah menjadi bagian dari kehidupan sampai kapan pun.
Dalam keseharian, manusia membutuhkannya untuk minum, masak, mandi, buang air, mencuci dan sebagainya.
Untuk itulah perlu menjaga ketersediaan air hari ini dan sampai kapan pun.
Saat ini saja sudah banyak gerakan cinta lingkungan yang salah satu programnya adalah menjaga ketersediaan air bersih.
Anda juga bisa kok mulai dari diri sendiri dulu…
Berikut cara menghemat air di rumah yang bisa Anda lakukan:
Mandi dengan pancuran dan tidak berlama-lama
foto: pixabay
Mandi mungkin jadi aktivitas yang menyenangkan bagi sebagian orang sehingga seringkali melakukannya dalam waktu yang lama.
Nah, jika bicara cara menghemat air, sebaiknya mulai hentikan deh kebiasaan mandi berlama-lama ini.
Agar proses membersihkan badan lebih cepat, gunakan saja shower puff dan untuk keramas sebaiknya atur jadwal, yakni dua hari sekali saja sudah cukup.
Dan kalau bisa gunakan shower alias pancuran di kamar mandi ketimbang gayung, karena ternyata cara ini bisa menghemat air hingga lebih dari 60% lho…
Tapi nyalakan shower saat dibutuhkan saja ya, jangan membiarkannya menyala saat sedang menggunakan sabun, jadi nyalakan saat butuh air untuk membilas rambut atau badan saja.
Matikan keran
Cara menghemat air dalam kehidupan sehari-hari bisa dimulai dengan langkah yang mudah, salah satunya adalah dengan mematikan keran.
Ya, membiarkan keran terus menyala mungkin jadi hal yang paling sering terjadi di setiap rumah.
Misalnya ketika mengisi bak mandi, Anda lupa mematikan keran sehingga airnya luber dan terbuang percuma ketika bak sudah penuh.
Untuk menghindari ini, sebaiknya matikan kran sebelum bak benar-benar penuh. Jadi jangan sampai meninggalkan keran terbuka karena kemungkinan besar Anda akan lupa menutupnya.
Air juga bisa terbuang sia-sia saat Anda membiarkan keran terus terbuka saat tengah mencuci piring.
foto: pexels
Dan tak jarang juga ditemui kran wastafel kamar yang terus mengalir saat Anda menggosok gigi, mencuci muka hingga mencukur.
Bayangkan saja, kebiasaan ini bisa membuat sekitar 6L air akan terbuang percuma.
Sayang sekali bukan?
Intinya nyalakan keran hanya saat Anda akan menggunakan air ya!
Mencuci sekaligus dalam jumlah banyak
Cara menghemat air dengan bijak berikutnya adalah mencuci dalam jumlah banyak sekaligus.
Hindari mencuci baju setiap hari atau dalam jumlah sedikit, apalagi jika Anda mencuci menggunakan mesin cuci yang menghasilkan banyak limbah air dan kemudian terbuang begitu saja.
Untuk mengatasi ini cucilah pakaian 3 hari sekali saja.
Apalagi dengan begini Anda juga bisa hemat listrik.
Jadi kalau Anda mencoba cara menghemat air PDAM dengan langkah ini, tak hanya bisa menghemat tagihan air tapi juga tagihan listrik.
Oya, jika mesin cuci dilengkapi fitur ramah lingkungan jangan lupa juga untuk selalu mengaktifkannya ya, karena ini akan membuat mesin cuci tetap bisa berfungsi maksimal meski menggunakan lebih sedikit air.
Selain itu, cara menyiasatinya adalah dengan menggunakan deterjen dan pewangi berkualitas sehingga tidak perlu dibilas berkali-kali, alias cukup sekali bilas, sehingga akan lebih hemat air.
Dan kalau bisa, jangan langsung buang air bekas cucian pakaian.
Karena air sabun ini bisa digunakan sekaligus untuk membersihkan lantai kamar mandi atau membersihkan kaca jendela, bahkan mencuci sepeda anak.
Manfaatkan air bekas hingga air hujan
Seperti contoh di atas, dimana air bekas cuci pakaian bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lain, begitu juga dengan air bekas mencuci sayuran dan buahan yang bisa digunakan untuk menyiram tanaman.
Atau air tetesan kondensasi AC yang merupakan air murni dan bisa dimanfaatkan untuk mengisi setrika uap.
Metode menggunakan air kembali (reuse) ini bisa jadi salah satu cara menghemat air dengan bijak.
Sama halnya dengan pemanfaatan air hujan…
foto: pexels
Mumpung sudah memasuki musim hujan seperti sekarang, tak ada salahnya Anda membuat tempat penampungan air.
Karena air hujan bisa digunakan bagi berbagai keperluan, contohnya adalah untuk menyiram tanaman atau kebun.
Tapi harus diingat, tempat penampungan air juga harus dicek secara rutin dan ditutup rapat ya, agar tidak menjadi sarang nyamuk pembawa penyakit.
Gunakan trik menyiram tanaman ataupun mencuci kendaraan
Kedua contoh aktivitas ini memang termasuk yang cukup banyak menggunakan air.
Maka perlu disiasati agar tidak menggunakan air secara berlebihan. Mulai dari mengatur jadwal dan lakukan ketika perlu saja.
Misalnya Anda tak perlu sering membersihkan kendaraan ketika kondisinya masih bersih atau belum terlalu kotor.
Khusus untuk membersihkan kendaraan, jika memungkinkan, sebaiknya gunakan mesin dan selang bertekanan (pressure washer) yang bisa menjangkau area lebih luas.
Sehingga tak heran dengan alat ini Anda bisa menghemat hingga 80 persen air, disamping bisa hemat waktu juga.
Sementara untuk tanaman, yang sudah terkena siraman air hujan tak perlu disiram secara khusus lagi.
Atau kalau harus disiram, sebaiknya hindari penggunaan selang. Dan atur waktu menyiram tanaman misalnya 3 kali dalam seminggu, dan di pagi atau sore hari.
Karena diyakini pada waktu ini, air akan lebih banyak yang terserap ketimbang yang menguap seperti halnya di siang hari.
Gunakan filter dan masak air secukupnya
foto: pixabay
Untuk dikonsumsi, bagi yang biasanya membeli air dalam kemasan, maka bisa berhemat dengan memanfaatkan air yang ada.
Namun jangan lupa gunakan filter khusus agar airnya lebih layak konsumsi.
Saat ini sudah banyak dijual filter air dan bisa Anda dapatkan dengan mudah.
Cara menghemat air bersih lainnya adalah dengan memasak air minum secukupnya.
Mungkin tanpa disadari Anda sering memasak air untuk teh atau kopi tanpa mengukurnya sesuai kebutuhan.
Sehingga ketika air mendidih dan dituangkan secukupnya, sisa air di dalam ketel kemudian seringkali dibuang.
Perbaiki pipa bocor
Pastikan Anda secara rutin mengecek saluran air untuk memastikan ada kebocoran atau tidak.
Dan meski hanya kebocoran kecil, ini tetap bisa membuat air terbuang percuma.
Lagipula jika selalu ditunda, kebocoran kecil akan jadi membesar dan membuat perbaikan akan semakin memakan biaya dan waktu.
Yang rawan bocor dan harus rutin dicek biasanya adalah pipa bak cuci, pipa mesin cuci dan kran air kamar mandi serta dapur.
Jika belum ada waktu atau dana untuk memperbaiki, akali sementara dengan menampung air yang bocor dengan wadah dan ini bisa digunakan untuk berbagai keperluan.
Gunakan teknologi
foto: pixabay
Cara menghemat air dengan menggunakan teknologi juga patut dicoba.
Misalnya menggunakan mesin cuci piring yang terbukti mampu menghemat air lebih banyak.
Atau menggunakan pemanas air dengan tangki untuk menyimpan air panas, dan bisa coba juga sambungan di ujung keran dan pancuran, yang bisa menghemat air.
Ada pula keran aerator, yakni mesin penghasil gelembung udara yang bisa digunakan untuk menghemat air dengan mengurangi percikan serta bisa membatasi aliran dari keran.
Batasi penggunaan botol plastik
Ini memang bukan cara menghemat air secara langsung.
Namun seperti penjelasan awal bahwa tujuan menghemat air adalah untuk menjaga ketersediaan air, maka membatasi penggunaan botol plastik bisa jadi salah satunya.
Karena botol plastik diyakini bisa merusak air di dalam tanah, komponennya sangat sulit terurai dan butuh waktu yang sangat lama.
Apalagi sampah botol plastik juga beresiko mengontaminasi tanah dan sumber air yang ada.
Jadi mulailah menggunakan botol yang bisa digunakan berkali-kali.
Selamat mencoba!
Baca juga: