
Penduduk Bandung Raya, khususnya Kabupaten Bandung Barat (KBB) pasti sudah sering mendengar nama Kota Baru Parahyangan.
Kota Baru Parahyangan merupakan kawasan mandiri yang dipersembahkan Belaputera Intiland, serta menjadi kawasan mandiri pertama yang dikembangkan di Bandung Raya.
Belaputera Intiland mengembangkan Kota Baru Parahyangan dengan tujuan mengurangi kepadatan penduduk di Kota Bandung.
Kawasan ini diproyeksikan menjadi kawasan mandiri berfasilitas lengkap dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan.
Developer Belaputera Intiland sendiri menawarkan beberapa produk model rumah Kota Baru Parahyangan.
Namun, sudah tahukah Anda tentang konsep kawasan tersebut? Lalu, apa saja model rumah di Kota Baru Parahyangan? Simak di sini.
Konsep Kota Baru Parahyangan
Kota baru bukan istilah kekinian dalam dunia pengembangan wilayah, tetapi sudah dikenal sejak masa Mesir, Yunani, dan Romawi kuno.
Saat ini konsep kota baru sudah mengalami perkembangan, menurut Djoko Sujarto (1993) definisi kota baru adalah sebagai berikut:
“Kota baru adalah kota yang direncanakan, dibangun dan dikembangkan pada saat suatu atau beberapa kota lainnya yang direncanakan dan dibangun sebelumnya telah tumbuh dan berkembang.”
Kota baru bisa berupa kawasan permukiman berskala besar yang direncanakan dan dibangun untuk tujuan tertentu.
Pada umumnya bertujuan untuk mengatasi masalah kekurangan perumahan di kota besar.
Secara fungsional, kota baru yang berupa kawasan permukiman masih banyak bergantung pada peran dan fungsi kota induknya.
Jika ditinjau dari segi jarak, lokasinya pun berdekatan dengan kota induk sehingga bisa dikatakan sebagai kota satelit.
Adapun motivasi pengembangan kota baru masa kini yaitu untuk meningkatkan kualitas kehidupan penduduk di suatu wilayah.
Caranya dengan membatasi kepadatan penduduk, membentuk lingkungan layak huni dan mandiri, serta menjaga keseimbangan wilayah.
Kehadiran kota baru yang berfasilitas lengkap bisa menghambat urbanisasi dan memperbaiki kehidupan di kota induk.
Dengan kata lain, konsep kota baru bisa memecahkan masalah permukiman dan perumahan saat ini.
Menurut Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pengembangan kota baru harus memasukkan unsur-unsur kota hijau dan kota cerdas.
Kota Baru Parahyangan pun dikembangkan sejalan dengan syarat yang diajukan oleh Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR tersebut.
Pasalnya, konsep pendidikan dituangkan dalam pengembangan kawasan mandiri pertama di Bandung Raya ini.
Konsep pendidikan di Kota Baru Parahyangan bahkan sudah bisa dirasakan dan dilihat sejak memasuki gerbang utama.
Lokasi dan Akses Kota Baru Parahyangan
Lokasi kawasan mandiri Kota Baru Parahyangan berada di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.
Kecamatan Padalarang sendiri merupakan jalur penghubung antara Bandung Raya, Kabupaten Cianjur, Sukabumi dan Bogor.
Padalarang dikenal sebagai kecamatan dengan mobilitas tinggi di Kabupaten Bandung Barat.
Berbagai pusat perniagaan dan pusat pendidikan berdiri di wilayah yang terkenal dengan destinasi wisata Situ Ciburuy ini.
Lokasi Kota Baru Parahyangan juga dekat dengan pusat kesehatan Rumah Sakit Cahya Kawaluyaan.
Berkat lokasinya yang berada di Kecamatan Padalarang, Kota Baru Parahyangan didukung oleh infrastruktur yang memadai.
Contohnya Tol Padalarang, bahkan gerbang jalan tol ini terhubung langsung dengan Kota Baru Parahyangan.
Kawasan mandiri di Kecamatan Padalarang ini juga bisa diakses melalui Jalan Raya Padalarang dari arah Cianjur, Jakarta via Puncak Bogor.
Tidak hanya itu, salah satu rumah Bandung Barat ini juga bisa diakses dengan menggunakan shuttle bus rute Kota Baru Parahyangan Leuwi Panjang.
Seperti itulah gambaran lokasi dan akses Kota Baru Parahyangan.
Lokasinya cukup strategis dan aksesnya mudah, bukan?
Lalu fasilitas apa saja yang disediakan oleh developer untuk penghuni kawasan mandiri ini?
Fasilitas Kota Baru Parahyangan
Kota Baru Parahyangan mengusung tagline, kota mandiri berwawasan pendidikan.
Jadi jangan heran apabila kehadiran fasilitas pendidikan di kawasan mandiri yang satu ini sangat diutamakan.
Namun tidak hanya itu saja, tetapi disediakan juga fasilitas hiburan perbelanjaan dan olahraga.
Fasilitas Pendidikan
Pusat pendidikan mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi, serta tempat kursus ada di Kota Baru Parahyangan.
Sekolah swasta di Kota Baru Parahyangan pun bukan sekolah abal-abal, tetapi yang sudah terbukti kualitasnya.
Sebut saja Al-Irsyad Islamic School, Bandung Alliance Intercultural School, BPK Penabur, Cahaya Bangsa Classical School, Damian School dan Sekolah Bina Persada.
Adapun perguruan tingginya, yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borromeus, Universitas Maranatha dan Akademi Bahasa Asing Internasional.
Sementara tempat kursus yang tersedia di antaranya Bale Seni Barli, Bale Pare (tempat kursus bahasa Inggris) dan lain sebagainya.
Selain sekolah, perguruan tinggi dan tempat kursus, penghuni Kota Baru Parahyangan juga bisa belajar di taman tematik yang ada di setiap tatar perumahan.
Fasilitas Rekreasi dan Olahraga
Foto: atemalem
Fasilitas yang menunjang kebutuhan hiburan, belanja dan olahraga pun tidak kalah lengkap dengan fasilitas pendidikan.
Penghuni Kota Baru Parahyangan yang ingin staycation bisa melipir ke Mason Pine Hotel.
Jika ingin mendapatkan pengalaman belanja dan kuliner, maka penghuni bisa mengunjungi Bale Pare the New Shop and Dine Experience.
Sementara penghuni Kota Baru Parahyangan yang suka olahraga bisa mengakses fasilitas di Bumi Pancasona Sport Club dan Parahyangan Golf.
Fasilitas Komersial
Dengan proyeksi penduduk lebih dari 120 ribu orang, perumahan di Bandung Barat ini menghadirkan area komersial yang dapat memenuhi kebutuhan hidup penghuninya.
Pusat komersial dilengkapi dengan banyak pertokoan dan ruko, meliputi town center, regional komersial, dan resor komersial.
Nah untuk memenuhi kebutuhan belanja sehari-hari, ada Giant Supermarket yang menyediakan groceries.
Tidak hanya itu fasilitas belanja pun jadi semakin lengkap, karena perusahaan ritel furniture IKEA membuka cabangnya di Kota Baru Parahyangan.
Tentunya, area komersial yang dikembangkan di Kota Baru Parahyangan dapat menjadi pusat perekonomian baru yang memajukan wilayah tersebut.
Model Rumah Kota Baru Parahyangan
Hunian di kawasan mandiri Kota Baru Parahyangan dikembangkan dengan konsep arsitektur ramah lingkungan.
Hal tersebut tentunya sejalan dengan apa yang disyaratkan oleh Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR mengenai perencanaan kawasan permukiman kota baru.
Kota Baru Parahyangan menerapkan sistem cluster satu pintu yang disebut Tatar untuk kawasan huniannya.
Istilah Tatar sendiri berasal dari akar Budaya Sunda yang bisa diartikan tempat menyebarnya sesuatu.
Setiap Tatar di Kota Baru Parahyangan dilengkapi oleh taman tematik yang bernilai pendidikan.
Sampai dengan saat ini, Kota Baru Parahyangan memiliki 19 Tatar yang bisa menampung ribuan penghuni.
Dari 19 Tatar, masing-masing memiliki keunggulan dan menerapkan model rumah yang berbeda-beda.
Contohnya Tatar Naganingrum yang menerapkan model rumah minimalis dan memiliki keunggulan pemandangan lepas ke arah gunung, lembah dan danau.
Ada juga Tatar Pitaloka yang menerapkan model rumah victorian dan Tatar Kamandaka dengan gaya desain rumah modern minimalis.
Jika Anda menyukai hunian compact, terdapat model rumah Kota Baru Parahyangan yang dapat jadi pilihan, yaitu Tatar Tarubhwana.
Hunian ini dibangun dengan gaya modern tropical yang dilengkapi eco smart home, sehingga menghadirkan nuansa rumah yang asri.
Selain contoh yang disebutkan, masih banyak “Tatar-tatar” dengan model rumah baru di Kota Baru Parahyangan lainnya.
Penghuninya tidak perlu khawatir soal keamanan lingkungan, karena Kota Baru Parahyangan menerapkan sistem keamanan 24 jam.
Sistem keamanan di kawasan hunian Kota Baru Padalarang pun dikelola oleh pihak Town Management.
Harga Rumah Kota Baru Parahyangan
Untuk harga di Perumahan Kota Baru Parahyangan sendiri cukup bervariasi tergantung luas hingga desain yang ditawarkan.
Untuk harga rata-rata di Kota Baru Parahyangan sendiri menawarkan mulai dari Rp 1 miliar saja.
Contohnya untuk Tipe Simak Omala dengan luas tanah 90 m²/50 m² dengan 2 kamar tidur, 1 kamar mandi dan 1 carport.
Adapun Tipe Simakancana dengan harga mulai dari Rp1,8 miliar untuk luas 136 m²/92 m² dengan 3 kamar tidur dan 2 kamar mandi.
Untuk ukuran rumah yang lebih besar, adapun Tipe Wangsalembasari dengan luas bangunan 384 m² yang menawarkan harga mulai dari Rp2,6 miliar.
Bagaimana, Anda penasaran dan berminat tinggal di kawasan mandiri Kota Baru Parahyangan?
Cek langsung informasi lengkapnya di situs 99.co Indonesia dan dapatkan sejumlah penawaran menarik lainnya untuk rumah dijual di Bandung!
Semoga informasi ini bermanfaat!
*Sumber foto: Kota Baru Parahyangan