8 Elemen Kota Hijau yang Harus Diperhatikan untuk Keberlangsungan Lingkungan

25 Jun 2020 - Citra Purnamasari

8 Elemen Kota Hijau yang Harus Diperhatikan untuk Keberlangsungan Lingkungan

Kondisi lingkungan yang semakin buruk seharusnya membuat kita khawatir.

Bagaimana tidak, setiap hari kita selalu bergelut dengan masalah lingkungan terutama polusi udara yang seolah telah menjadi santapan sehari-hari.

Tak bisa dipungkiri juga, penggunaan kendaraan terutama di kota-kota besar memang menjadi salah satu faktor penyumbang polusi udara yang sulit sekali untuk diatasi.

Kesibukan kota terutama kota besar memang tidak bisa dihentikan begitu saja karena berhubungan dengan kebutuhan banyak orang.

Namun tetap ada cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi polusi udara serta tetap menyeimbangkan ekosistem di tengah hiruk pikuk perkotaan.

Salah satu solusi yang bisa dilakukan ialah membuat kota tersebut menjadi sebuah kota hijau. 

Kota hijau atau green city merupakan kota yang ramah lingkungan dan tentunya, memiliki ruang terbuka hijau dan memberdayakan sebagian lahan untuk ruang ini.

Kota hijau sendiri juga berperan dalam menanggulangi masalah perubahan iklim yang masih menjadi agenda besar dunia.

Konsep kota hijau sendiri tak hanya terfokus pada ruang terbuka hijau saja, ada beberapa elemen yang menjadi fokus dalam pembangunan kota hijau atau green city, diantaranya adalah :

  1. Green Planning and Design

Perencanaan dan perancangan kota hijau merupakan salah satu aspek penting terutama dalam perencanaan kota dalam jangka panjang.


Kota dengan konsep green city ini diharapkan dapat memiliki rancangan yang berbasis lingkungan dan tentunya tetap mempertahankan nilai estetika dan fungsinya.


Perancangan kota tentunya terkait dengan tata guna lahan, dan bagaimana kota tetap berjalan dengan semestinya namun dapat pula menanggulangi permasalahan lingkungan.

  1. Green Community

Green community sendiri merupakan sebuah elemen dimana masyarakat menjadi salah satu ‘tiang’ utama dalam pengembangan kota hijau.


Masyarakat tentu saja menjadi salah satu elemen penting. 


Karena jika masyarakat dapat memberikan partisipasi nyata dalam mencegah permasalahan lingkungan, maka konsep kota hijau dapat lebih mudah diwujudkan terutama untuk tujuan jangka panjang.


Green community yang dimaksud tak hanya terpusat pada masyarakat saja ya


Pemerintah hingga pebisnis pun turut memberikan kontribusinya dalam menciptakan lingkungan kota yang lebih bersih dan sehat.

  1. Green Open Space

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa adanya ruang terbuka hijau menjadi sebuah hal yang sangat berpengaruh. 


Tak hanya untuk menanggulangi permasalahan lingkungan, namun juga menciptakan suasana kota yang lebih asri.


Adanya green open space pada sebuah kota yang terbilang sibuk, tentunya dapat diibaratkan sebagai ‘oasis’ di tengah hiruk pikuknya kehidupan kota yang sumpek dan menjemukan.


Adanya ruang terbuka hijau juga bisa menjadi sarana dalam berkegiatan untuk banyak orang serta komunitas, jadi, kegiatan masyarakat kota lebih terpusat di satu tempat.

  1. Green Building

Bangunan hijau sendiri merupakan bangunan yang akan dibangun memiliki fungsi yang tepat guna. 


Rancang bangunannya pun sudah pasti haruslah lebih efisien dan tentunya nyaman.


Bangunan sudah pasti tak bisa lepas dari yang namanya kehidupan kota. 


Maka dari itu perancangan bangunan yang lebih ramah lingkungan dan nyaman untuk digunakan, sudah menjadi sebuah prioritas penting dalam pengelolaan green city.


Bangunan yang nyaman dan baik dalam perancangannya tentu tak hanya memberikan dampak positif pada lingkungan, namun juga untuk manusia yang menempati bangunan tersebut.


Jadi, kesehatan dan kelancaran manusia dalam berkegiatan juga ikut membaik jika dibarengi dengan bangunan hijau yang sesuai standar green city.

  1. Green Water

Air merupakan salah satu sumber kehidupan yang amat penting.


Jadi, tak heran jika green water turut masuk ke dalam elemen green city yang harus diperhatikan secara seksama.


Tujuan dari green water sendiri yakni melakukan penghematan dalam penggunaan air, membuat proses daur ulang air agar bisa digunakan kembali, serta penjagaan kualitas air tanah agar senantiasa bersih dan bisa digunakan.


Air memang menjadi sebuah masalah yang juga harus kita pikirkan. 


Karena keberadaan air sendiri ditakutkan dapat menjadi sebuah sumber alam yang semakin menipis, entah itu dari segi kuantitas maupun kualitas air.


Green water tentunya mampu setidaknya menjaga siklus air maupun melakukan upaya lain agar air tetap ada dan bisa digunakan dengan baik.

  1. Green Waste

Green waste adalah proses pengurangan sampah yang tentunya, berbasis lingkungan.


Proses daur ulang, pengurangan sampah, hingga reuse berbagai sampah yang telah dihasilkan tentu dapat menjadi solusi agar sampah tidak menumpuk.


Pengurangan sampah memang sulit, namun saat ini sudah banyak cara dalam penanggulangan sampah namun tetap menggunakan cara yang lebih ramah lingkungan.

  1. Green Transportation


Transportasi memang menjadi salah satu faktor pencemaran lingkungan yang sulit ditanggulangi hingga detik ini.


Bagaimana tidak, padatnya aktivitas dan tuntutan mobilitas tinggi yang mengharuskan setiap orang untuk bergerak semakin cepat sehingga banyak yang memilih menggunakan kendaraan pribadi.


Tak salah memang, selama penggunaan kendaraan pribadi tersebut tepat guna. 


Namun, kebanyakan pengguna kendaraan pribadi saat ini bisa dibilang cukup boros, penggunaan mobil dengan penumpang hanya satu orang juga masih banyak kita temukan.


Jadi, green transportation dapat menjadi salah satu solusi dimana masyarakat dapat mengurangi penggunaan pribadi.


Caranya?


Memaksimalkan fungsi transportasi umum serta pembangunan transportasi massal yang nyaman tentu menjadi sebuah solusi. 


Tak cuma fokus pada transportasinya saja, infrastruktur untuk transportasi massal pun harus dibangun senyaman mungkin.


Jadi, penggunaan kendaran pribadi juga dapat berkurang jika transportasi massal menjadi sebuah transportasi yang aman dan nyaman.

  1. Green Energy

Green energy tentunya berkaitan dengan penggunaan energi di kota tersebut.


Penghematan energi juga menjadi sebuah concern tersendiri. Karena pada nyatanya penggunaan energi memiliki dampak tersendiri terhadap lingkungan.


Bahkan, selain pengurangan dalam penggunaan energi, green energy juga diharapkan dapat menemukan sebuah solusi yang dapat menggantikan energi yang kita pakai sehari-hari.


Saat ini sudah banyak yang menggunakan energi terbarukan seperti tenaga surya, tenaga uap, maupun turbin angin sebagai solusi yang dapat menggantikan energi konvensional yang dirasa kurang ramah terhadap lingkungan.


Semoga akan ada banyak yang menerapkan hal ini dalam skala besar ya.


Itulah delapan elemen green city yang patut diterapkan agar menjaga kelestarian lingkungan dan tentunya untuk menciptakan pola hidup yang lebih sehat bagi para penduduknya.

Jika pola hidup dan lingkungan sudah sehat dan bersih, tentunya masyarakat dapat hidup dengan nyaman dan selaras dengan alam.

Perlu diingat bahwa sesungguhnya manusia tidak akan pernah bisa lepas dari peran alam.

Oleh karena itu penting sekali untuk menjaga ekosistem dan lingkungan untuk masa depan.

Bagaimana? 

Semoga artikel diatas dapat menginspirasi dan tentunya di masa depan kota dengan konsep hijau yang ramah lingkungan dapat berkembang dan semakin banyak yang menerapkan konsep ini.

Baca juga:

Scientia Garden, Kawasan Terpadu Berkonsep Smart and Green Environment

Author:

Citra Purnamasari