Jenis-jenis Rumah Adat Nias dan Perbedaan Arsitekturnya

Last update: 4 Mei 2025 5 min read

Foto: museum-nias.org

Kamu sudah pernah mengunjungi Pulau Nias? Ya, Nias merupakan sebuah kepulauan yang terletak di sebelah barat Pulau Sumatera.

Namun secara administratif, pulau ini merupakan bagian dari wilayah Provinsi Sumatera Utara yang beribukota di Medan.

Pulau Nias memiliki berbagai objek wisata penting dan banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. 

Objek wisata yang eksis di sana pun beragam mulai dari wisata pantai, museum, hombo batu, hingga rumah tradisional.

Rumah tradisional di pulau dengan gugusan pulau pada umumnya mempunyai bentuk seperti rumah panggung.

Rumah panggung tersebut kemudian dibangun di atas tiang-tiang kayu nibung dengan ukuran yang tinggi besar.

Rumah adat Nias terdiri dari berbagai jenis, masing-masing mempunyai gaya arsitektur yang khas. 

Nah, untuk mengenal lebih lanjut perbedaan gaya arsitekturnya, berikut ulasan lengkap tentang rumah adat suku Nias.

Daya Tarik Rumah Adat Suku Nias

rumah adat nias

Foto: museum-nias.org

Rumah adat suku Nias terkenal menakjubkan sehingga menjadi contoh arsitektur vernakular di Asia.

Rumah adat dari Provinsi Sumatera Utara ini dibangun tanpa menggunakan paku, tetapi mampu menahan gempa dan hujan.

Pasalnya, rumah dibangun di atas tian-tiang—dari batang kayu—yang sangat kuat sehingga bangunannya kokoh.

Sementara bagian atap dilapisi oleh daun rumbia yang ukurannya besar, serta berbentuk menyirip dan panjang.

Ya, Pulau Nias adalah salah satu kawasan Indonesia yang sering dilanda gempa, jadi semua rumah di sini memakai ndriwa.

Ndriwa sendiri berfungsi sebagai penyokong yang dipasang diagonal di antara tiang-tiang vertikal di bawah rumah.

Oleh sebab itu, rumah tradisional ini dapat menciptakan struktur bangunan yang sangat kuat untuk menahan gempa bumi ataupun badai.

Berkat keunikannya, rumah adat Nias pun mempunyai berbagai variasi gaya arsitektur yang bisa dibilang langka.

Sehingga tidak heran apabila eksistensinya menjadi salah satu objek wisata menarik yang banyak dikunjungi.

Bahkan, banyak arsitek hingga antropolog dari seluruh penjuru dunia sengaja datang ke Pulau Nias untuk melihat rumah adatnya.

Jenis-jenis Rumah Adat Nias

Rumah adat dari Pulau Nias rupanya terdiri dari berbagai jenis dan masing-masing mempunyai ciri khas berbeda.

Jenis-jenis rumah adat Nias terbagi ke dalam dua kategori, pertama berdasarkan fungsinya dan kedua berdasarkan wilayahnya.

Yuk langsung saja simak ulasannya!

Berdasarkan Fungsinya

Omo Sebua

Omo Sebua adalah rumah tradisional dari Pulau Nias yang biasanya dibangun untuk kepala desa atau salawa.

Selain untuk kepala desa, Omo Sebua dibangun juga untuk kaum-kaum bangsawan yang tinggal dan menetap di pusat desa.

Seperti rumah adat Nias pada umumnya, Omo Sebua dibangun di atas tiang-tiang kayu nibung berukuran tinggi dan besar.

Rumah ini didesain khusus untuk melindungi para penghuninya dari serangan musuh saat perang terjadi pada zaman dahulu.

Keunikan rumah adat Sumatera Utara ini yaitu akses masuk hanya berupa tangga kecil dilengkapi oleh pintu jebakan.

Lalu bagian atapnya mempunyai kecuraman mencapai 16 m sehingga sangat tahan dengan guyuran air hujan besar.

Selain digunakan untuk berlindung dari serangan musuh, Omo Sebua tahan terhadap gempa.

Omo Hada

Berbeda dengan Omo Sebua, Omo Hada adalah rumah adat dari Pulau Nias yang dibangun untuk rakyat jelata.

Kendati demikian, gaya arsitektur Omo Sebua maupun Omo Hada tidak jauh berbeda.

Omo Hada berbentuk persegi, dibangun di atas tiang-tiang kayu, serta beratap rumbia atau daun pohon sagu.

Keunikan rumah adat Sumatera Utara yang satu ini yaitu mempunyai pintu untuk menghubungkan setiap rumah.

Pintu tersebut memungkinkan setiap penghuni rumah untuk berjalan di sepanjang teras.

Selain itu, beberapa pemilik Omo Hada meletakkan tugu batu yang melambangkan status sosial di depan rumahnya.

Biasanya pemilik Omo Hada yang merupakan keturunan bangsawan mempunyai tugu yang lebih tinggi.

Berdasarkan Wilayah

Nias Utara

rumah adat nias

Foto: museum-nias.org

Rumah tradisional di Nias Utara biasanya tersebar di Kabupaten Nias Utara dan Nias Barat, serta Kota Gunungsitoli. 

Rumah adat dari Nias Utara biasanya berbentuk lebih lonjong dengan desain arsitektur vernakular.

Selain itu, dia memiliki sisi panjang yang menghadap ke jalan desa, lalu lantai ruang depan biasanya sengaja ditinggikan.

Lantai tersebut tidak kosong, tetapi diisi oleh sebuah bangku yang menempel di sepanjang dinding.

Meskipun secara tradisional dibangun dari kayu tanpa paku, saat ini sudah banyak rumah yang diberi perpanjangan beton.

Meskipun menggunakan material bangunan modern, cara untuk membangunnya tetap menggunakan cara tradisional.

Selain tiang-tiang utama, rumah di Nias Utara biasanya mempunyai tiang-tiang pendukung yang diatur dengan cara berbeda.

Tiang-tiang pendukungnya berupa balok diagonal yang tidak bersandar terhadap satu sama lain, tetapi disangga berselang.

Nias Tengah

rumah adat nias

Foto: museum-nias.org

Rumah-rumah Nias Tengah biasanya terletak di bagian pedalaman timur Kabupaten Nias Selatan khususnya di Lahusa dan Gomo.

Jika rumah tradisional dari Nias Utara berbentuk lebih lonjong, maka bentuk rumah di Nias Tengah adalah persegi panjang.

Berbeda dengan Nias Timur, rumah adat ini dikerjakan agak rusikal dan menggunakan cara yang sangat tradisional, bahkan terkesan primitif.

Rumah di Gomo memiliki tampilan yang paling mencolok, karena lebih sering dihiasi daripada rumah adat Nias Timur dan Nias Selatan.

Rumah ini pun memakai balok panjang yang melintang di atas rumah yang dibentuk dari satu pohon bersama dengan akar pohon yang digali dari dalam tanah. 

Balok itu disebut sebagai hulu dan biasanya memiliki berbagai ukiran kreativitas para penduduk.

Nias Selatan

rumah adat nias

Foto: museum-nias.org

Terletak di ujung selatan Kabupaten Nias Selatan, rumah adat di Nias Selatan memiliki bentuk persegi.

Muka bangunan rumah adat Nias Selatan menghadap ke arah luar dan memiliki bukaan berjerajak.

Biasanya rumah-rumah untuk para bangsawan di sini memiliki dinding polos, panel dinding berwarna dan diukir dengan sangat teliti.

Rumah adat yang satu ini mempunyai balok panjang melintang di atas tiang-tiang di deret kiri dan kanan rumah. 

Di bagian depan terdapat sebuah bagian yang bernama Ewe yang ujungnya melengkung ke atas.

Ewe biasanya dihias dengan berbagai macam ornamen seperti ornamen berbentuk ayam jantan, biawak, emas dan sebagainya.

Ornamen Ewe yang disebut sebagai Sikholi, biasanya menyerupai depan sebuah perahu yang unik dan menakjubkan.

Nah, itulah jenis-jenis rumah adat Nias dan berbagai keunikannya dari segi perbedaan arsitektur.

Semoga informasi di atas dapat menjadi referensi menarik untuk Anda apabila ingin membangun rumah idaman ya.

Namun apabila menginginkan rumah siap huni, Anda bisa mencarinya hanya melalui laman rumah dijual 99.co Indonesia.

 

Rachmi adalah seorang penulis properti sejak 2019. Tulisannya banyak menyoroti tentang KPR, tips dan trik seputar rumah, desain arsitektur dan interior.