
Investasi properti di Surabaya bisa menjadi salah satu pilihan strategis jika ingin meraih keuntungan jangka panjang.
Surabaya memang menawarkan potensi investasi menjanjikan. Itu karena, kawasan ini memiliki pertumbuhan ekonomi yang stabil, infrastruktur yang terus dibangun, serta tingginya kebutuhan hunian maupun ruang usaha.
Untuk pilihan propertinya, Surabaya juga memiliki beragam rumah, apartemen, ruko, hingga pergudangan yang potensial.
Contohnya, adalah Wisata Bukit Mas yang dikembangkan Sinar Mas Land. Properti ini berada di lokasi strategis karena dekat ke Pakuwon Mall dan Universitas Negeri Surabaya (5-10 menit).
Selain itu, ada juga Klaska Residence, hunian resort berkonsep smart apartment dari Sinar Mas Land di pusat Surabaya, terdiri dari 3 tower dengan fasilitas lengkap seperti taman, perpustakaan, kolam renang tematik, gym, sauna, sky track, dan sistem pintar di setiap unit.
Berikut ini sejumlah tips cerdas yang bisa Anda terapkan sebelum memutuskan berinvestasi properti di Kota Pahlawan.
1. Pilih Lokasi yang Sedang Berkembang
Tips pertama, pastikan lokasi propertinya berada di area yang mengalami pembangunan infrastruktur atau pusat aktivitas baru.
Beberapa contoh kawasan di Surabaya yang potensial untuk investasi, adalah di Surabaya Barat (Darmo, Citraland, Pakuwon City), Surabaya Timur (Rungkut, Gunung Anyar), dan kawasan sekitar kampus atau kawasan industri.
Biasanya, lokasi yang sedang berkembang menawarkan harga tanah terjangkau, dengan potensi kenaikan nilai properti tinggi.
Investasi akan lebih menjanjikan jika dekat dengan:
- Akses tol (Misal: Tol Sumo, Tol Waru)
- Pusat perbelanjaan (TP, Galaxy Mall, Pakuwon Mall)
- Rumah sakit, sekolah, dan transportasi umum (misalnya dekat Terminal Joyoboyo atau halte Suroboyo Bus)
2. Kenali Jenis Properti yang Paling Menguntungkan

Berikutnya, kenali jenis properti yang bisa dijadikan aset investasi.
Ingat, tidak semua properti itu bisa jadi investasi. Syaratnya, properti itu harus produktif lantaran disewakan atau mengalami apresiasi harga dalam jangka panjang.
Properti seperti rumah tapak di cluster atau perumahan modern lebih diminati keluarga muda dan ekspatriat.
Sebagai contoh, Wisata Bukit Mas Cluster Chelsea merupakan properti yang cocok untuk para eksekutif, pebisnis, atau untuk tempat tinggal.
Dengan banderol harga mulai Rp1,68 miliar, Wisata Bukit Mas hadir dengan konsep hunian bernuansa eropa di lokasi premium CBD Surabaya Barat.
Properti lain yang bisa dijadikan aset investasi adalah ruko atau properti komersial yang sangat menarik di jalan-jalan strategis karena Surabaya merupakan kota bisnis.
Lalu, ada juga properti berupa kost atau apartemen studio di sekitar kampus atau pusat kota yang cocok untuk disewakan ke mahasiswa atau pekerja muda.
3. Analisis Potensi Sewa
Jika propertinya disewakan, Anda harus memastikan harga sewa dan tingkat hunian di areanya terlebih dahulu.
Investasi properti yang baik biasanya memiliki yield sewa minimal 5–8% per tahun.
Sebagai contoh, Anda membeli apartemen studio di Surabaya Timur dengan harga Rp500.000.000.
Lalu, harga sewa per bulannya adalah Rp3.000.000.
Asumsikan, unit itu sudah tersewa selama 12 bulan. Maka, total sewa per tahunnya adalah Rp3.000.000 x 12 bulan = Rp36.000.000.
Yield sewa dari properti tersebut adalah 7,2 persen per tahun karena hasil perhitungan dari (Rp 36.000.000 ÷ Rp 500.000.000) × 100%.
Salah satu contoh apartemen yang bisa jadi aset investasi adalah Klaska Residence.
Dengan unit yang dipasarkan mulai Rp749 jutaan, Klaska Residence memiliki potensi pangsa pasar tinggi karena lokasinya strategis, hanya 15 menit ke Royal Plaza, 5 menit ke Stasiun Wonokromo, dan 5 menit ke R.A Kartini Elementary School (5 menit).
Belum lagi, terdapat beragam tipe unit yang cocok disewa oleh mahasiswa, pekerja, atau keluarga muda, seperti unit superior, deluxe 1 bedroom, dan suite 2 bedroom.
4. Diversifikasi dan Exit Strategy
Investor yang bijak tidak menaruh seluruh modal investasinya pada satu jenis aset saja.
Jadi, sebaiknya Anda memiliki beberapa unit dengan tujuan berbeda (sewa jangka panjang, sewa harian, jual kembali) bisa memberikan fleksibilitas dan keamanan investasi.
Bila diperlukan, properti juga bisa dijual kembali ketika harganya sedang naik-naiknya.
Karena itu, Anda harus memastikan exit strategy yang jelas.
Exit strategy adalah rencana untuk “keluar” dari investasi dan mengambil keuntungan di waktu yang tepat.
5. Waspadai Legalitas dan Pengembang
Ini adalah tips investasi properti di Surabaya lainnya yang mesti Anda perhatikan.
Pastikan legalitas properti atau sertifikat rumah, seperti SHM/SHGB, IMB, PBB, sudah jelas.
Jika membeli properti baru, cek terlebih dahulu rekam jejak pengembangnya.
Pengembang besar seperti Sinar Mas Land, Pakuwon, Ciputra, dan Intiland tentu sudah memiliki reputasi yang baik di Surabaya.
***
Demikian pembahasan singkat seputar tips investasi properti di Surabaya.
Berinvestasi itu bukan hanya soal membeli aset, tapi juga tentang memahami pasar, memilih lokasi yang tepat, serta memiliki strategi yang matang untuk meraih keuntungan jangka panjang.
Dengan menerapkan lima tips cerdas di atas, semoga Anda dapat memaksimalkan potensi keuntungan dan meminimalkan risiko yang mungkin terjadi.
Catatan: Informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum mengenai investasi properti dan bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau investasi yang bersifat pribadi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab Anda. Selalu lakukan riset mendalam, konsultasikan dengan penasihat keuangan atau profesional terkait sebelum membuat keputusan investasi.