Estimasi Biaya Renovasi Rumah 1 Lantai & Cara Menghitungnya

Last update: 21 Juli 2025 3 min read
Author:

Ada berbagai alasan yang mendorong seseorang untuk merenovasi rumah 1 lantai.

Alasan tersebut mulai dari memperbaiki tampilan, meningkatkan kenyamanan, hingga menyesuaikan fungsi ruang tanpa perlu membangun ulang dari awal. 

Namun, sebelum memulai renovasi rumah 1 lantai, penting untuk mengetahui kisaran biayanya agar proses berjalan sesuai rencana. 

Biaya renovasi rumah 1 lantai tidak hanya dipengaruhi oleh luas bangunan, tetapi juga oleh jenis pekerjaan, kualitas material, dan jasa tukang yang digunakan. 

Lantas, berapa biaya renovasi rumah 1 lantai?

Cara Menghitung Biaya Renovasi Rumah 1 Lantai

estimasi biaya renovasi rumah 1 lantai menjadi 2 lantai
Sumber: Zenithdesignbuild.com

1. Pilih Jenis Renovasi

Langkah pertama adalah menentukan jenis renovasi yang akan dilakukan, apakah termasuk renovasi ringan, sedang, atau besar. 

Misalnya, pengecatan ulang masuk dalam kategori renovasi ringan. 

Sementara itu, pekerjaan seperti pembongkaran plafon, perubahan partisi, atau penggantian layout rumah tergolong renovasi skala besar.

2. Menghitung Luas Total Bangunan

Cara pertama untuk mengetahui biaya renovasi rumah 1 lantai adalah dengan menghitung total luas bangunan. 

Biaya renovasi biasanya dihitung per meter persegi, tergantung jenis pekerjaan yang dilakukan. 

Sebagai contoh, rumah 1 lantai berukuran 5×15 meter memiliki luas sebesar 75 m2.

3. Biaya Renovasi Rumah 1 Lantai Upah Tenaga Kerja

Cara Menghitung Biaya Renovasi Rumah 1 Lantai
Sumber: Unioncement.com.ph

Secara umum, ada dua jenis biaya tenaga kerja yang bisa Anda pilih, yakni tenaga harian dan borongan. 

Berikut penjelasan lengkapnya:

Harian

Tukang harian dibayar berdasarkan jumlah hari kerja dan lebih cocok untuk pekerjaan kecil atau tambahan yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat. 

Umumnya, upah tukang harian berkisar antara Rp125.000 hingga Rp150.000 per hari. 

Biaya tersebut hanya mencakup upah tenaga kerja, belum termasuk material bangunan.

Borongan

Tukang borongan adalah pekerja yang dibayar satu harga untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan sesuai kesepakatan. 

Sistem ini lebih terkontrol dari segi waktu dan biaya sehingga Anda bisa terhindar dari risiko pembengkakan anggaran. 

Tukang borongan biasanya lebih cocok digunakan untuk renovasi rumah berskala besar.

Pada sistem borongan tenaga, biaya dihitung berdasarkan luas proyek, yaitu sekitar Rp1.000.000 hingga Rp1.500.000 per m2. 

Biaya tersebut hanya mencakup jasa tukang, belum termasuk material. 

Jika menggunakan sistem borongan penuh (termasuk material), biayanya bisa mencapai Rp2.500.000 hingga Rp5.000.000 per m2, tergantung banyaknya pekerjaan dan jenis material yang dipilih.

4. Biaya Kebutuhan Material Renovasi Rumah 1 Lantai

Material yang dibutuhkan biasanya tergantung dari renovasi yang Anda jalankan. 

Namun umumnya, kebutuhan material termasuk cat, plafon, keramik, jendela, pintu, hingga aksesoris. 

Berikut estimasi biaya kebutuhan material rumah 1 lantai.

Material Estimasi Biaya per m2 Keterangan
Batu Bata + Semen Plester Rp150.000 – Rp200.000 Dinding bata merah atau batako + semen
Cat Dinding (Interior + Eksterior) Rp50.000 – Rp100.000 Termasuk plamir + cat dasar + cat finish
Keramik Lantai Rp150.000 – Rp250.000 Kualitas standar 40×40 atau 60×60
Plafon Gypsum + Rangka Rp100.000 – Rp150.000 Termasuk hollow dan finishing
Atap (Genteng + Rangka Baja Ringan) Rp250.000 – Rp400.000 Termasuk rangka, genteng metal atau beton
Kusen, Pintu, Jendela Rp300.000 – Rp500.000 Tergantung bahan (kayum, alumunium, UPVC)
Instalasi Listrik Rp100.000 – Rp150.000 Kabel, saklar, stop kontak
Instalasi Air + Plumbing Rp100.000 – Rp150.000 Pipa air bersih dan pembuangan
Pekerjaan Finishing (semen, nat, acian) Rp100.000 – Rp200.000 Finishing lantai, dinding, nat keramik

Kisaran harga tersebut juga berlaku untuk renovasi rumah 1 lantai menjadi 2 lantai minimalis.

5. Kebutuhan Lain

Selain biaya upah tenaga kerja dan material, Anda juga perlu menyiapkan biaya tambahan saat renovasi rumah 1 lantai. 

Biaya ini berfungsi sebagai dana antisipasi jika terjadi kerusakan material, pekerjaan tambahan, atau kebutuhan di luar rencana. 

Sebaiknya, alokasikan sekitar 10 persen dari total anggaran renovasi untuk keperluan tak terduga tersebut.

Baca juga: Biaya IMB Renovasi Rumah beserta Syarat dan Cara Mengurusnya

Itulah estimasi biaya rumah 1 lantai.

Semoga bermanfaat!

***Header: Freepik.com/Freepik

 

Penulis di 99 Group. Memiliki pengalaman menulis di bidang kesehatan, gaya hidup, fashion, teknologi, pendidikan, hingga properti. Hobi membuat digital collage art.