
Pernah mendengar tentang rumah pasif?
Jika belum, mungkin Anda bertanya-tanya tentang hal ini.
Konsep rumah pasif sendiri memang masih tergolong baru dan belum banyak dikenal, apalagi di Indonesia.
Asal-usulnya berasal dari Jerman, dan kini menjadi salah satu konsep hunian hemat energi yang populer di Eropa.
Secara sederhana, berbeda dengan rumah aktif yang mengandalkan tenaga listrik untuk lampu, pendingin, atau pemanas, rumah pasif memanfaatkan energi alami dari matahari dan angin.
Dengan prinsip hemat energi ini, permintaan pembangunan rumah pasif terus meningkat di berbagai negara.
Lalu, seperti apa desain passive house yang sebenarnya? Apakah konsep ini cocok diterapkan di Indonesia? Yuk, kita bahas lebih lengkap!
Sejarah Rumah Pasif

Sebelum membahasnya lebih jauh, ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu mengenai sejarah singkat dari rumah pasif.
Pelopor terciptanya rumah pasif diprakarsai oleh Bo Adamson dari Lund University, Swedia, dan Wolfgang Feist dari the Institut fur Wohnen und Umwelt, Jerman.
Mereka mengembangkan konsep rumah melalui beberapa proyek sejak tahun 1988.
Akhirnya, rumah pasif pun memiliki sebuah standar yang disebut Passivhaus.
Bentuknya yang unik dan juga hemat energi menjadikan pembangunan rumah pasif tergolong sangat pesat di berbagai negara barat.
Seiring dengan waktu, biaya pembangunannya pun menjadi bisa lebih ditekan.
Sampai saat ini, peminat rumah pasif masih didominasi oleh masyarakat Eropa.
Selain Eropa memang merupakan asal dari rumah pasif, meningkatnya permintaan juga disebabkan oleh desainnya yang dilengkapi sistem pendingin dan pemanas ruangan alami.
Diolah dari berbagai sumber, disebutkan bahwa rumah pasif bahkan mampu menghemat biaya penggunaan pemanas ruangan mencapai 80 hingga 95 persen.
Tentu saja hal ini menjadi sangat wajar.
Pasalnya, ide awal dari rumah ini adalah mencegah hilangnya suhu panas saat musim panas dan memblokir panas yang berasal dari luar.
Apa Syarat Rumah Pasif?
Membangun passive house tentu tidak bisa sembarangan.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika Anda memutuskan untuk membangun paasive house.
Ya, dengan kata lain, ada syarat untuk membangun hunian pasif.
Kriteria atau syarat ini dikeluarkan oleh PHI yang ada di Jerman atau yang dikenal juga dengan Institut Rumah Pasif.
Organisasi sertifikasi internasional ini menegaskan bahwa syarat utamanya adalah mengenai energi.
Khusus untuk ventilasi rumah diperlukan 50Pa dan pemanasnya pun harus kurang dari jumlah yang biasa dibutuhkan.
Karakteristik Desain Rumah Pasif
Rumah pasif memiliki karakteristik utama berupa desain yang optimal untuk memaksimalkan pemanfaatan energi alami.
Hal ini terlihat dari banyaknya jendela yang menghadap ke selatan sehingga sinar matahari dapat masuk dan menerangi ruangan secara alami.
Selain itu, passive house dibangun menggunakan material bangunan yang ramah lingkungan.
Karakteristik lain dari rumah pasif termasuk sistem pengolahan air yang efisien, mendukung penggunaan sumber daya secara berkelanjutan.
Baca juga: 24 Desain Rumah Minimalis 2 Lantai & Biaya Pembangunannya
Kelebihan Rumah Pasif

Seperti yang sudah kita bahas di awal, Passivhaus mengusung konsep hemat energi.
Tentunya ini disebabkan oleh pemanfaatan bagian rumah yang maksimal sehingga tak membutuhkan banyak energi dari luar.
Namun, tak sampai di situ saja, berikut beberapa kelebihan rumah pasif.
1. Irit Pengeluaran
Hemat energi tentu membuat penghuninya jadi hemat pengeluaran.
Coba bayangkan saja rumah Anda tak memerlukan banyak lampu dan pendingin udara.
Anda bisa bandingkan dengan rumah aktif.
Pasti dalam sebulan Anda akan sangat menghemat pengeluaran dibandingkan dengan memiliki rumah aktif.
2. Tak Perlu Sering Dibersihkan
Memiliki sistem ventilasi yang baik membuat tipe rumah ini tak perlu sering dibersihkan.
Selain cocok untuk yang hobi bersantai dan malas bersih-bersih, rumah ini juga akan sangat cocok bagi siapapun yang alergi debu.
Ventilasi yang baik seperti yang ada pada rumah ini mampu menyaring kuantitas debu yang masuk setiap harinya.
Ibaratnya, jika tadinya Anda harus membersihkan rumah setiap tiga hari sekali, kini Anda bisa membersihkan rumah setiap dua minggu sekali.
3. Udara Segar Berkualitas
Bukan hanya debu yang dapat disaring dengan baik.
Nyatanya, seisi rumah akan mendapatkan udara segar selama 24 jam.
Ya, Anda tidak hanya akan mendapatkan udara segar di pagi hari, tapi juga sepanjang hari.
Tanpa memerlukan usaha tambahan, Anda dapat menghirup udara segar sepanjang hari dan setiap hari.
4. Lebih Kedap Udara
Tinggal di kawasan perkotaan tentu tak luput dari suara bising, apalagi jika rumah berada di kawasan yang aktif.
Kondisi seperti ini tentu membuat penghuninya jadi tak bisa istirahat secara maksimal.
Banyak orang yang menyiasati hal ini dengan menciptakan kamar tidur menjadi lebih kedap suara.
Hal ini tak perlu repot-repot dipikirkan kalau Anda punya hunian pasif!
Pasalnya, sebuah Passivhaus otomatis akan kedap udara dan ini berlaku untuk semua sudut ruangan.
Oleh karena itu, rumah ini sangat cocok bagi Anda yang tinggal di kawasan aktif.
5. Material Lebih Awet
Salah satu hal yang cukup ‘menyebalkan’ dari sebuah rumah adalah harus melakukan perbaikan secara berkala.
Hal ini tentunya karena adanya kerusakan di beberapa bagian rumah yang tidak bisa dihindari.
Nah, pemilihan untuk memiliki hunian pasif nampaknya adalah hal yang tepat. Kenapa?
Sebab, material yang digunakan untuk Passivhaus ini akan bertahan selama 30 hingga 50 tahun.
Tentunya hal tersebut membuat Anda tak perlu menyiapkan dana perawatan dan perbaikan dalam beberapa tahun ke depan.
Kekurangan Rumah Pasif

Kalau di poin sebeelumnya kita membahas kelebihan dari passive house, tentu ada baiknya kita ketahui juga kekurangan atau kelemahannya.
Apa saja ya kira-kira kekurangan dari Passivhaus ini?
1. Tak Bisa Mengontrol Suhu
Udara yang ada di ruangan memang akan sangat bersih, tapi sayangnya udara tersebut perlu dikontrol secara manual terutama saat udara sedang dingin.
Solusinya, Anda bisa membuat perapian di dalam rumah yang berfungsi menghangatkan ruangan saat mudim dingin tiba.
2. Udara Ruangan Rentan Kering
Khusus yang satu ini mungkin akan Anda alami saat musim kemarau tiba.
Angin yang kencang dan tidak adanya curah hujan membuat udara menjadi sangat kering.
Kalau sudah begini, apa yang harus dilakukan?
Anda bisa menyiasatinya dengan mengatur ventilasi sedemikian rupa.
Baca juga: 30 Model Desain Rumah Minimalis Terbaru & Estetik
Itulah ulasan lengkap mengenai rumah pasif.
Semoga bermanfaat!
***Header: Unsplash/Frames For Your Heart