
Kayu bengkirai merupakan salah satu jenis kayu keras yang banyak digunakan dalam konstruksi dan furnitur di Indonesia.
Dikenal karena kekuatannya yang tinggi dan ketahanannya terhadap cuaca, kayu ini sering menjadi pilihan utama untuk kebutuhan luar ruangan seperti decking, pagar, hingga rangka bangunan.
Selain itu, kayu bengkirai memiliki tampilan serat alami yang indah dengan warna cokelat kekuningan hingga kemerahan yang memberi kesan hangat dan alami pada ruangan atau struktur yang menggunakannya.
Karakteristiknya yang tahan terhadap serangan rayap dan jamur juga membuatnya unggul dibanding banyak jenis kayu lainnya.
Tidak heran jika kayu ini banyak diminati oleh para arsitek dan pengrajin yang mengutamakan kualitas dan keawetan bahan.
Melalui artikel ini, kita akan mengenal lebih dalam mengenai kelebihan dan kekurangannya, serta perbandingannya dengan jenis kayu lainnya!
Kelebihan Kayu Bengkirai

1. Kekuatan dan Ketahanan Tinggi
Salah satu kelebihan utama kayu bengkirai adalah tingkat kekuatan dan kepadatannya yang sangat tinggi.
Kayu ini mampu menahan beban berat dan tekanan fisik sehingga cocok untuk konstruksi struktural maupun penggunaan outdoor.
Selain itu, material ini termasuk kayu keras yang dapat bertahan bertahun-tahun tanpa mudah rusak, menjadikannya pilihan favorit untuk decking, pergola, hingga jembatan kecil di taman.
2. Tahan Terhadap Cuaca dan Serangan Hama
Kayu bengkirai memiliki ketahanan alami terhadap perubahan cuaca tropis seperti panas, hujan, dan kelembapan tinggi.
Keistimewaan ini membuatnya ideal untuk penggunaan luar ruangan tanpa cepat lapuk.
Selain itu, struktur serat dan kandungan alami di dalam kayu mampu menangkal serangan rayap dan jamur sehingga menambah umur pakai material secara signifikan.
3. Tampilan Alami yang Elegan
Warna khas kayu ini mulai dari cokelat muda hingga kemerahan dengan serat yang tegas dan menarik, memberi kesan hangat dan natural.
Saat diaplikasikan pada lantai teras, taman, atau furnitur, tampilannya memberikan nuansa alami yang mewah dan estetis.
Bahkan tanpa finishing berwarna, kayu ini tetap dapat terlihat menawan hanya dengan lapisan pelindung transparan.
4. Minim Perawatan Jika Dipasang dengan Benar
Walaupun membutuhkan perlakuan awal, kayu bengkirai tergolong mudah dirawat setelah terpasang dengan benar.
Lapisan coating atau minyak kayu secara berkala dapat menjaga warna dan keindahannya.
Dalam kondisi terawat, material ini mampu tetap kokoh dan menarik selama bertahun-tahun tanpa mengalami perubahan bentuk drastis.
5. Cocok untuk Banyak Kebutuhan Desain
Fleksibilitas penggunaannya menjadi nilai tambah lainnya.
Kayu ini bisa digunakan untuk berbagai proyek mulai dari decking kolam renang, pagar, plafon eksterior, sampai furnitur outdoor.
Tekstur dan karakteristiknya yang kuat menjadikannya pilihan tepat untuk desain bergaya natural, tropis, hingga industrial.
Kekurangan Kayu Bengkirai

1. Berat dan Keras
Kayu bengkirai memiliki tingkat kekerasan yang sangat tinggi, membuatnya sulit untuk dipotong atau dibentuk tanpa alat khusus.
Proses pengerjaan seperti pemakuan atau pengeboran juga membutuhkan tenaga lebih besar.
Kondisi ini sering membuat waktu instalasi menjadi lebih lama serta menambah biaya produksi dan tenaga kerja.
2. Kandungan Getah Tinggi
Salah satu kekurangan utama kayu bengkirai adalah kadar getahnya yang cukup tinggi.
Jika tidak melalui proses pengeringan sempurna, getah tersebut dapat keluar ke permukaan kayu dan mengganggu hasil finishing.
Akibatnya, tampilan akhir bisa terlihat kurang rapi dan memerlukan perawatan tambahan agar tetap menarik.
3. Rentan Retak atau Melengkung
Walau tergolong kuat, kayu bengkirai bisa mengalami retak atau melengkung jika terkena perubahan suhu dan kelembapan yang ekstrem.
Hal ini umumnya terjadi pada kayu yang tidak disimpan atau dirawat dengan baik.
Oleh karena itu, penting untuk memastikan kayu ini digunakan di area dengan sirkulasi udara baik dan perawatan rutin.
4. Harga Relatif Mahal
Karena daya tahan dan kualitasnya yang tinggi, kayu bengkirai dijual dengan harga lebih mahal dibandingkan jenis kayu lokal lainnya.
Biaya tambahan juga mungkin muncul dari kebutuhan perawatan dan perlakuan khusus sebelum digunakan.
Meski begitu, banyak orang tetap memilihnya karena keindahan dan kekokohannya yang sulit tergantikan.
Perbandingan dengan Jenis Kayu Lainnya
| Jenis Kayu | Kekuatan & Kepadatan | Ketahanan terhadap Cuaca & Rayap | Warna & Tampilan | Kemudahan Pengolahan | Kisaran Harga (Per m³)* | Kelebihan Utama | Kekurangan Utama |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Kayu Bengkirai | Sangat tinggi, padat dan keras | Sangat tahan terhadap cuaca, rayap, dan jamur | Cokelat muda hingga kemerahan dengan serat halus | Sulit dipotong dan dibentuk tanpa alat khusus | Rp9–12 juta | Kuat, awet, cocok untuk outdoor | Berat, mudah retak jika tidak dirawat |
| Kayu Jati | Tinggi, stabil | Tahan cuaca dan rayap berkat minyak alami | Cokelat keemasan dengan serat khas | Mudah dikerjakan | Rp12–18 juta | Tampilan mewah dan tahan lama | Harga mahal, sulit didapat |
| Kayu Merbau | Sangat tinggi | Tahan terhadap air dan rayap | Cokelat tua kemerahan, serat tegas | Cukup sulit diolah karena keras | Rp8–11 juta | Tahan lembap, ideal untuk decking | Mengeluarkan resin jika tidak dikeringkan |
| Kayu Kamper | Sedang–tinggi | Cukup tahan, tapi tidak sekuat jati atau bengkirai | Kuning kecokelatan, aroma khas | Lebih mudah dikerjakan | Rp6–8 juta | Ringan dan serbaguna | Kurang tahan terhadap rayap |
| Kayu Ulin (Kalimantan) | Sangat tinggi, ekstrem keras | Sangat tahan air dan rayap | Cokelat kehitaman dengan kilau alami | Sulit diolah, berat | Rp14–20 juta | Super awet, cocok untuk jembatan & dermaga | Sangat berat dan mahal |
***
Semoga bermanfaat.
Kunjungi www.99.co/id untuk mendapatkan rekomendasi properti terbaik!
(cover: klik kayu)