Sama-Sama Dinding Penahan Tanah. Apa Beda Turap dan Bronjong?

Last update: 19 Agustus 2025 6 min read
Author:

(Photo: iStock)

Dalam dunia konstruksi, dikenal istilah retaining wall atau dinding penahan tanah yang berfungsi untuk menahan gaya tekanan aktif lateral suatu tanah maupun air.

Pada umumnya, retaining wall diaplikasikan pada tanah berpermukaan miring, agar tanah tersebut tidak mudah goyah dan tahan terhadap guncangan.

Ada banyak sekali jenis dinding penahan tanah yang bisa kita aplikasikan pada saat membuat konstruksi bangunan. Akan tetapi, hanya ada dua jenis retaining wall yang paling sering digunakan oleh masyarakat.

Kedua jenis dinding penahan tanah tersebut adalah Turap dan Bronjong. Selain kuat, turap dan bronjong dipilih karena cara pengaplikasiannya yang mudah (dibandingkan jenis lainnya).

Lantas, tahukah kamu apa itu turap dan bronjong? Jika belum, simak penjelasan lengkap mengenai keduanya di bawah ini.

Namun, sebelum kita sampai pada pembahasan tersebut, ada baiknya terlebih dahulu Anda mengetahui, apa sih manfaat dari dinding penahan tanah?

Manfaat Dinding Penahan Tanah

Secara umum, semua jenis retaining wall memiliki fungsi dan manfaat yang sama. Hanya saja, setiap pengaplikasian praktik konstruksi pasti memperhatikan latar belakang kasusnya terlebih dahulu.

Itu sebabnya, mengapa tidak semua lahan memakai jenis dinding penahan tanah yang sama. Untuk mengetahui apa manfaat dari pengaplikasian dinding penahan tanah, berikut penjabarannya:

  1. Seperti yang telah disebutkan di awal, fungsi utama dari dinding penahan tanah adalah menahan tekanan lateral tanah aktif (Active Lateral Force Soil) yang dapat berpotensi menyebabkan terjadinya keruntuhan lahan, misalnya seperti tanah longsor;

  2. Selain tanah, retaining wall juga berguna untuk menahan tekanan lateral air (Lateral Force Water) yang berpotensi menyebabkan terjadinya keruntuhan tanah, terutama akibat tekanan air yang besar; serta

  3. Mencegah terjadinya proses perembesan air yang diakibatkan oleh elevasi air tanah yang cukup tinggi. Terlebih, dinding penahan tanah juga berfungsi dalam proses dewatering yaitu dengan memotong aliran air pada tanah.

Nah, setelah Anda mengetahui apa manfaat dari dinding penahan tanah secara umum, saatnya kita masuk ke pembahasan jenis retaining wall turap dan bronjong.

Mengenal Jenis Konstruksi Turap

(Photo: Shutterstock)

Sebenarnya, Anda pasti sering sekali melihat jenis dinding penahan tanah yang satu ini, namun karena tidak terlalu paham akan dunia konstruksi dan teknik sipil, bisa jadi Anda hanya mengacuhkannya saja.

Turap merupakan dinding vertikal (relatif tipis) yang berfungsi untuk menahan tanah ataupun menahan masuknya air ke dalam lubang galian.

Mirip ya dengan fungsi retaining wall? Tentu saja, ini kan salah satu jenisnya. Dinding penahan tanah ini terdiri dari beberapa lembaran turap yang dipacakkan ke dalam tanah.

Formasinya sendiri membentuk seperti dinding vertikal, yang gunanya untuk menahan timbunan tanah atau tanah yang berlereng.

Apa beda turap dengan jenis lainnya? Mengapa banyak masyarakat memanfaatkan jenis konstruksi ini?

Turap sendiri dipercaya memiliki bobot yang lebih ringan dan tipis, sehingga pengaplikasian turap juga relatif lebih cepat dan lebih stabil dibandingkan dinding penahan tanah lainnya.

Jenis-Jenis Turap Berdasarkan Bahannya

Bukan cuma dinding penahan tanah, turap pun memiliki berbagai macam jenis dengan bahan dasar yang berbeda-beda. Tiap bahannya sendiri memiliki fungsi dan kegunaannya masing-masing.

Oleh sebab itu, untuk lebih jelasnya, berikut jenis-jenis turap berdasarkan bahannya:

  1. Turap Beton

Turap beton adalah jenis turap yang paling sering digunakan sebagai dinding penahan tanah. Sebab, turap beton sendiri cukup fleksibel dan bisa dipakai pada konstruksi kecil ataupun besar.

Selain itu, turap beton juga berharga lebih murah daripada turap jenis baja. Namun, kekurangan turap beton ada pada ukurannya yang terbatas.

  1. Turap Baja

Turap baja sendiri lebih cocok diaplikasikan pada konstruksi bangunan yang membutuhkan  dinding penahan tanah yang panjang, sebab ukurannya yang bisa dibuat memanjang.

Namun, turap baja memiliki sifat tidak tahan air, sehingga penggunaan turap baja sebagai tanggul air laut dan arus air lainnya sangat jarang, bahkan cenderung tidak pernah terlihat.

  1. Turap Kayu

Bukan cuma berbahan beton dan baja, ternyata ada juga turap berbahan dasar kayu yang biasa dipakai untuk struktur bangunan yang kecil, tanah yang tidak tinggi, sampai dengan penahan tebing galian.

Bahkan, turap kayu juga lebih gampang diaplikasikan dan tidak membutuhkan bantuan alat-alat berat pada instalasinya. Namun, secara daya tahan, turap kayu memang paling kecil dibanding turap lainnya.

Tidak hanya sampai di situ, ada beberapa jenis turap lain yang dikelompokkan berdasarkan konstruksinya, seperti turap kantilever, turap dengan angker, turap dengan platform, serta turap bendungan elak seluler.

Dinding Penahan Tanah Bronjong

(Photo: Shutterstock)

Setelah Anda mengenal konstruksi dinding penahan tanah berupa turap, saatnya kini kita membahas lebih jauh tentang jenis retaining wall lainnya, yakni bronjong.

Bronjong atau biasa disebut gabion adalah sebuah konstruksi dasar untuk sebuah bangunan atau tanggul. Itu sebabnya, konstruksi ini biasanya dapat dengan mudah kita temui di daerah tepian sungai.

Secara bentuk, bronjong terbentuk dari anyaman kawat baja yang dilapisi dengan seng atau galvanis. Anyaman kawat baja ini kemudian terikat satu dengan yang lain, hingga terbentuk seperti kotak/balok.

Teknik di atas juga dikenal sebagai teknik lilitan ganda, anyaman diikat secara kuat hingga membentuk pola segi enam. Hal ini dimaksudkan agar bronjong tidak mudah terurai dan mampu menahan erosi.

Meski berada dekat dengan air sungai, namun anyaman kawat yang digunakan untuk mengikat bronjong tidak mudah berkarat, sebab bahan dasar kawat tersebut berupa baja berlapis galvanis yang anti air.

Fungsi dan Daya Tahan Bronjong

Berbeda dengan turap, bronjong memang tak memiliki jenis varian lain yang bisa Anda pilih sesuai kegunaannya. Meski begitu, fungsi dari bronjong juga tak kalah baiknya jika dibandingkan turap.

Fungsi utama bronjong di antaranya, seperti melindungi dan memperkuat struktur tanah di sekitar tebing, tepi sungai, dan tanggul agar tidak longsor.

Terlebih, bronjong juga bisa digunakan sebagai pembentuk bendungan untuk meningkatkan volume air sungai. Pasalnya, tepian sungai rentan mengalami erosi karena tergerus arus sungai yang deras.

Masalah ketahanan dari kawat bronjong dapat dikatakan sangat kuat, namun hal ini juga bergantung pada kondisi lingkungan sekitar bronjong.

Misalnya seperti bronjong yang di pasang di tepi sungai, maka ia akan rentan dimasuki oleh sampah-sampah kecil yang menyangkut di dalamnya. Hal tersebut tentu membuat kawat menjadi mudah rusak.

Selain itu, kawat bronjong memang didesain untuk tahan air, namun bebatuan yang ada di dalamnya tentu akan semakin mengikis apabila diterjang arus air yang sangat deras.

Oleh sebab itu, cara pemasangan kawat bronjong yang benar adalah kunci kekuatan dari dinding penahan tanah yang satu ini.

Lebih Baik Turap atau Bronjong?

Sekarang Anda telah mengetahui apa bedanya turap dan bronjong. Sekilas mungkin Anda akan berpikir, lebih baik mana turap atau bronjong sebagai dinding penahan tanah?

Maka jawab atas pertanyaan ini adalah tergantung kebutuhan dan kondisi tanah/air yang bersangkutan.

Jika Anda ingin membangun dinding penahan pada tepian air berkadar garam tinggi, maka jenis turap beton adalah pilihan yang tepat.

Namun, apabila Anda ingin membangunnya di tepian sungai biasa, maka mungkin Anda bisa menggunakan bronjong saja. Selain lebih murah, cara membuatnya juga relatif lebih gampang.

Kendati demikian, penggunaan bronjong pun harus memperhatikan lahan sekitarnya juga. Sebab, bronjong acap kali tak berfungsi maksimal pada permukaan tanah yang sempit.

Lantas, mana yang Anda pilih, turap atau bronjong?

 

Menyajikan insight dan panduan seputar dunia properti, dari tren pasar, tips jual beli, hingga strategi investasi yang tepat.