Mengenal Ciri hingga Bangunan dengan Arsitektur Gotik di ...

Mengenal Ciri hingga Bangunan dengan Arsitektur Gotik di Sejumlah Negara

- Rachmi
Mengenal Ciri hingga Bangunan dengan Arsitektur Gotik di Sejumlah Negara

foto: architecturaldigest

Bagi Anda yang sering berlibur ke Eropa mungkin tidak asing lagi dengan sejumlah bangunan dengan arsitektur gotik.

Hal tersebut dikarenakan gaya arsitektur ini berevolusi di era arsitektur Romanesque dan diteruskan oleh arsitektur Renaissance.

Anda akan menjumpai gaya arsitektur gotik di berbagai gereja dan katedral di sejumlah negara. 

Gaya dan ciri arsitektur ini biasanya menyimpan kesan megah sekaligus misterius.

Lalu, seperti apakah ciri arsitektur gotik dan seperti apa saja ya bentuk bangunan arsitektur gotik dari sejumlah negara? 

Simak selengkapnya di bawah ini, yuk!

Ciri Arsitektur Gotik

Negara yang pertama kali mengusung arsitektur gotik adalah Perancis. 

Lahir untuk menggantikan gaya Romawi, gaya arsitektur gotik yang muncul pada pertengahan abad ke-12 memiliki hubungan erat dengan desain katedral Eropa.

Gaya arsitektur gotik pun memiliki ciri arsitektur yang unik dan menarik, seperti berikut ini.

Ujung Meruncing


foto: wikimedia

Ujung meruncing dan lancip pada bangunan arsitektur gotik kerap kali menghiasi desain eksterior bangunan.

Arsitektur gotik yang biasanya memiliki gaya bangunan yang tinggi dan megah, memiliki menara yang ujungnya meruncing. 

Hal ini pada akhirnya menjadi gaya desain yang identik dengan gereja.

Ujung yang meruncing pada bangunan arsitektur gotik ini jadi ciri khas detail yang mengagumkan.

Flying Buttress


foto: thoughtco

Flying buttress menjadi ciri khas dari gaya arsitektur gotik.

Arsitektur gotik kerap kali menerapkan sistem flying buttress sebagai solusi untuk menyangga bangunan yang memiliki struktur tinggi.

Flying buttress pun berfungsi sebagai hiasan dekoratif pada arsitektur gotik yang megah dan berkelas.

Rose Window


foto: britannica

Selain flying buttress, arsitektur gotik pun banyak menerapkan rose window pada desain bangunannya.

Rose window merupakan jendela berbentuk bunga mawar yang memberikan pencahayaan alami ke dalam bangunan.

Selain itu, rose window memiliki simbol firman Tuhan sebagai cahaya untuk menerangi hati para jemaat di gereja.

Pointed Arch


foto: Pointed arch

Pointed arch atau yang biasa disebut lengkungan runcing, menjadi ciri khas arsitektur gotik yang penting untuk interior bangunan.

Lengkungan runcing ini berfungsi untuk menahan beban langit-langit atap yang berat. 

Selain fungsi tersebut, pointed arch pun memberikan sentuhan klasik pada interior bangunan sehingga tampak lebih menarik.

Biasanya, pointed arch banyak digunakan dalam arsitektur Islam yang berada di Spanyol dan akhirnya ‘dipinjam’ menjadi salah satu ciri khas arsitektur gotik.

Vault


Vault menjadi karakteristik gaya arsitektur gotik yang paling sering digunakan. 

Vault yang merupakan istilah arsitektur untuk atap yang melengkung, menjadi ciri khas gaya gotik. 

Vault biasanya digunakan karena lebih kuat untuk menahan beban. 

Dengan menggunakan vault, bentuk atap yang melengkung akan menampilkan kesan megah dan agung.

Ornamen dan Patung


foto: medieval

Ornamen dan berbagai patung menjadi ciri khas gaya arsitektur gotik yang terakhir.

Patung yang kerap kali diterapkan pun biasanya berupa gargoyle yang berbentuk menyeramkan seperti iblis atau monster kecil.

Berbagai dekorasi ornamen dan patung pun sering dijumpai di berbagai interior ruangan atau eksterior bangunan berupa atap dan fasad bangunan.

Berbagai ornamen dan patung dalam arsitektur gotik akan memberikan kesan tersendiri bagi siapapun yang melihatnya.

Bangunan Arsitektur Gotik di Sejumlah Negara

Setelah membahas ciri arsitektur gotik, berikut ini adalah sejumlah bangunan arsitektur gotik di berbagai negara yang perlu Anda ketahui.

Simak yuk!

Gereja Westminster Abbey


foto: legowolondon

Gereja Westminster Abbey atau The Collegiate Church of St Peter menjadi situs warisan dunia yang dilindungi UNESCO.

Gereja ini menjadi tempat tradisional penobatan Raja dan Ratu Inggris sekaligus pemakaman mereka.

Memiliki bangunan khas gotik, Gereja Westminster Abbey pun menjadi gereja terbesar di dunia dan di London.

Gereja St. Peter’s Basilica


foto: klook

Menjadi gereja paling megah di Vatikan, Basilika Kepausan Santo Petrus memiliki area seluas 23.000m². 

Bangunan dengan gaya arsitektur gotik ini terletak di Roma, Italia.

Gereja ini memiliki berbagai karya seni bersejarah di sejumlah sudut bangunan sebagai desain interior yang megah. 

Selain itu, terdapat berbagai ornamen patung dan berbagai lukisan yang menghiasi hingga atap, sehingga terlihat lebih menarik dan epik.

Katedral Amiens 


foto: britannica

Amiens menjadi salah satu contoh dari arsitektur gotik bergaya Rayonnant.

Katedral ini berada di Prancis yang terletak di punggung bukit yang menghadap ke Sungai Somme. 

Katedral Amiens memiliki kubah yang tinggi berbentuk batu dengan ketinggian internal 138,8 kaki.

Katedral Notre-Dame de Reims


Katedral Remis adalah gereja tempat penobatan raja-raja Perancis. 

Gereja bergaya arsitektur gotik ini masuk ke dalam daftar situs warisan dunia UNESCO.

Selain itu, Katedral Remis yang dibangun pada tahun 1210 ini menjadi salah satu bangunan yang mengaplikasikan banyak rose window, yang dilengkapi dengan figur-figur nabi dan rasul serta berbagai ornamen gotik lainnya.

Katedral Milan


Katedral Milan yang merupakan bangunan termasyhur di seluruh Eropa memakan waktu pembangunan hingga 600 tahun.

Gereja ini terletak di Italia. Memiliki ujung atap yang lancip, bangunan ini merupakan salah satu arsitektur gotik yang terkenal.


Menarik kan? Itulah ciri arsitektur hingga berbagai bangunan arsitektur gotik di sejumlah negara. 

Semoga informasi di atas dapat bermanfaat, ya!

Author

Rachmi