Arsitektur Hijau, Solusi Desain Bangunan yang Ramah Lingkungan

17 Jul 2020 - Citra Purnamasari

Arsitektur Hijau, Solusi Desain Bangunan yang Ramah Lingkungan

Foto : greendiary.com

Kondisi bumi yang semakin hari kian mengkhawatirkan mengundang kepedulian banyak pihak termasuk para arsitek dan juga pengembang properti.

Oleh karena itu, saat ini para arsitek banyak yang telah mengembangkan berbagai konsep arsitektur atau bangunan yang lebih ramah lingkungan.

Konsep ini bahkan bisa menjadi sebuah solusi untuk menghentikan atau setidaknya memperlambat kerusakan lingkungan.

Konsep yang lahir dari concern ini adalah arsitektur hijau (green architecture).

Arsitektur hijau merupakan konsep arsitektur dimana aspek bangunannya cenderung lebih ramah lingkungan.

Selain itu juga mengurangi pengurangan energi yang berlebih pada penggunaan bangunannya.

Tujuannya tidak lain adalah mengurangi dampak buruk yang merusak lingkungan.

Baca juga:

Scientia Garden, Kawasan Terpadu Berkonsep Smart and Green Environment

Segala kebaikan ini dirancang sedemikian rupa ke dalam sebuah bangunan yang dipercaya dapat menjadi salah satu solusi hunian atau bangunan lain yang lebih ideal.

Bahkan, saat ini pun sudah banyak pengembang properti yang menggunakan beberapa poin dari konsep arsitektur hijau pada proyek yang mereka bangun.

Misalnya bangunan yang lebih hemat energi, hunian berkonsep green living, serta yang lainnya.

Berbicara mengenai arsitektur hijau tentu ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan agar bangunan menjadi tepat guna dan sesuai dengan yang diinginkan.

Salah satunya adalah prinsip yang dicetuskan oleh Brenda dan Robert Vale (1991) yakni sebagai berikut :

  • Conserving Energy


Konservasi energi merupakan salah satu highlight dalam konsep arsitektur hijau.


Penghematan terhadap energi diterapkan pada rancang bangunan. 


Misalnya sebuah bangunan memiliki cukup banyak bukaan agar dapat memaksimalkan pencahayaan alami pada siang hari.


Dengan begini tidak dibutuhkan lagi penerangan tambahan seperti lampu.


Hal lainnya yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan lampu yang memiliki watt rendah sehingga penggunaan listrik tidak boros.


Ada banyak rekayasa bangunan yang bisa dilakukan jika Anda ingin menerapkan pola hemat energi.


Cara lainnya dengan memberikan sirkulasi udara yang lancar pada setiap ruangan.


Hal ini juga akan memengaruhi penggunaan energi sehari-hari karena Anda tak perlu menggunakan pendingin ruangan.

  • Working with Climate


Prinsip satu ini membuat bangunan dengan memanfaatkan kondisi alam sekitar dan membuatnya selaras dengan alam.


Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan menambahkan ruang terbuka hijau pada hunian Anda.


Peran tanaman juga penting dalam arsitektur hijau, sesuai dengan namanya. 


Penggunaan tanaman sebagai salah satu bagian dari rancangan bisa juga membantu menyeimbangkan kondisi alam dan memberikan suasana yang asri.


Namun, selain ruang terbuka, saat ini ada pula inovasi penggunaan tanaman atau tumbuhan hijau sebagai bagian dari bangunan.


Salah satunya adalah green roof, yang memodifikasi atap yang semula hanya sebatas bagian dari sebuah bangunan. 


Dengan metode ini, atap juga bisa menjadi salah satu media penghijauan jika Anda tidak memiliki space lahan kosong.

  • Respect for Site

Bangunan tentu tak akan pernah lepas dari tapak.


Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang juga mementingkan tapak dan menghargainya.


Usahakan agar bangunan tidak mengubah tapak yang ada. 


Jika lahan tergolong terbatas, Anda bisa menerapkan konsep pembangunan vertikal, atau bisa juga menerapkan konsep compact house yang tetap nyaman meski pada lahan yang terbatas.

  • Respect for User

Anda sebagai pemilik hunian juga masuk ke dalam salah satu prinsip dari arsitektur hijau ini.


Benar sekali, pembangunan hunian atau bangunan lainnya juga harus memperhatikan kondisi dan kebutuhan dari sang pemilik.

  • Minimizing New Resources


Penggunaan material juga harus diperhatikan terhadap pembangunan yang memiliki prinsip ramah lingkungan.


Membatasi material baru bisa menjadi salah satu kuncinya.


Penggunaan material haruslah optimal agar kondisi bangunan tetap baik dalam jangka waktu yang lama.

  • Holistic

Prinsip terakhir merupakan penerapan dari poin-poin yang telah disebutkan sebelumnya.


Jadi pada arsitektur hijau kolaborasi dari kelima prinsip di atas merupakan hal yang penting dan harus diperhatikan.



Bangunan dengan konsep yang ramah lingkungan tentunya tidak mudah dibangun namun memberikan dampak yang positif pada keselarasan alam.

Arsitektur hijau merupakan sebuah solusi yang cermat terhadap isu lingkungan.

Anda pun tentu bisa juga menerapkan konsep ini.

Jika perlu, Anda bisa berkonsultasi dengan arsitek jika ingin melakukan renovasi hunian menggunakan konsep arsitektur hijau.

Baca juga:

8 Elemen Kota Hijau yang Harus Diperhatikan untuk Keberlangsungan Lingkungan

Author:

Citra Purnamasari