Terbaru! Estimasi Biaya Bangun Rumah Tipe 36 Tahun 2020

20 Mar 2020 - Yuhan Al Khairi

Terbaru! Estimasi Biaya Bangun Rumah Tipe 36 Tahun 2020

Urusan membangun hunian tapak tentu tidak mudah, banyak hal yang harus diperhitungkan sebelum kita membangun rumah tersebut, salah satunya menghitung estimasi biaya bangun rumah tipe 36.

Seperti yang kita ketahui, rumah tipe 36 merupakan salah satu tipe rumah yang paling banyak dibangun orang-orang. Keunggulan rumah yang satu ini adalah bentuknya yang simpel dan harganya yang murah.

Meski begitu, bukan berarti membangun rumah tipe 36 tak perlu perhitungan yang matang. Naiknya harga bahan baku, ongkos jasa, hingga biaya-biaya lainnya setiap tahun penting untuk diperhitungkan.

Oleh sebab itu, agar anggaran pembangunan rumah tidak jebol, berikut estimasi biaya bangun rumah tipe 36 terbaru tahun 2020 yang bisa dijadikan referensi saat kamu ingin membangun sebuah hunian.

Menghitung Biaya Bangun Rumah Tipe 36

Banyak orang berpikir, membangun rumah secara pribadi menghabiskan dana yang lebih sedikit daripada membeli rumah yang sudah jadi. Persepsi ini bisa saja benar, asal tidak dilakukan secara sembarangan.

Apapun tipe rumah yang ingin dibangun sudah seharusnya dibarengi perhitungan yang matang. Jika tidak, bukan enggak mungkin biaya bangun rumah tersebut jadi lebih mahal daripada rumah yang sudah jadi.

Lantas, bagaimana sih caranya menghitung biaya bangun rumah tipe 36 yang benar? Berikut langkah demi langkahnya yang bisa kamu ikuti:

  • Langkah 1: Hitung Luas Bangunan dan Lahan

Langkah awal dalam mengetahui biaya bangun rumah tipe 36 adalah hitung luas bangunan dan lahan hunian. Untuk mempermudah menentukan luas bangunan, coba cari referensi desain hunian di internet.

Ada banyak sekali referensi model, desain dan denah rumah tipe 36 yang tersedia di dunia maya. Pilihlah salah satu contoh desain yang kamu sukai, misalnya kamu ingin membangun rumah tipe 36/70.

Angka 36 (meter persegi) adalah luas bangunan rumah, sedang 70 meter persegi adalah luas lahan yang tersedia. Kita asumsikan saja, harga tanah per meter persegi saat ini Rp3.000.000, maka perhitungannya menjadi:

Rp3.000.000 x 75 meter persegi = Rp250.000.000


Harga di atas merupakan hasil perhitungan untuk luas lahannya saja. Sedang, untuk mencari luas bangunannya kamu harus mengetahui berapa kisaran biaya bangun rumah tipe 36 di daerah tersebut.

Misalnya, biaya pasaran membangun bangunan rumah bertipe 36 di daerah tersebut mencapai angka Rp1.500.000, maka biaya yang dibutuhkan untuk membuat bangunan tersebut berkisar:

Rp1.500.000 x 36 meter persegi = Rp54.000.000

Apabila ditotal, maka biaya bangun rumah tipe 36 berdasarkan luas tanah dan bangunannya mencapai:

Rp250.000.000 + Rp54.000.000 = Rp304.000.000

  • Langkah 2: Biaya Bahan Baku Bangunan

Tidak hanya luas bangunan dan lahannya saja, langkah berikutnya yang harus dilakukan saat menghitung biaya bangun rumah tipe 36 adalah mengalkulasi seluruh biaya bahan baku pembangunan rumah.

Untuk rumah tipe 36 satu lantai biasanya kamu memerlukan pembangunan pondasi rumah, dinding, struktur bangunan, genteng, atap, kusen jendela, kusen pintu, lantai, serta pewarna tembok.

Sedang bahan baku yang diperlukan untuk membangun rumah tersebut, di antaranya batako, cakar ayam, besi beton kombinasi, genteng, konstruksi baja ringan, kayu meranti, keramik, cat tembok dan lain-lain.

Harga bahan baku bangunan memang mengalami perubahan setiap tahunnya. Oleh karena itu, mari kita asumsikan jika bahan-bahan bangunan tersebut dijual seharga Rp4.000.000 per meter-nya.

Nah, dari harga tersebut kamu bisa mengasumsikan berapa biaya bangun rumah tipe 36 satu lantai. Lantas, bagaimana jika kita ingin membangun rumah dua lantai? Harganya tentu jadi lebih mahal.

Pasalnya, kamu membutuhkan bahan baku bangunan yang lebih banyak, seperti bata merah, saniter, plafon, struktur beton dan lain-lain. Harga pasarannya saat ini berkisar Rp4.800.000 per meternya.

  • Langkah 3: Ongkos Jasa Tukang Bangunan

Tidak selamanya menghitung ongkos jasa tukang bangunan harus dilakukan di awal, kamu bisa kok menjadikannya langkah terakhir apabila kamu ingin membeli material bangunan tersebut secara pribadi.

Sebagai tips, untuk mengurangi budget pembangunan rumah ada baiknya kamu membeli bahan baku bangunan tersebut sendiri. Hal ini untuk menghindari risiko kecurangan yang dilakukan tukang bangunan.


Selain itu, gunakanlah jasa tukang bangunan yang kredibel dan dapat dipercaya. Ini penting, agar proses pembangunan rumah berjalan lancar dan sesuai estimasi biaya bangunan rumah tipe 36 yang telah dibuat.

Untuk mengetahui kisaran ongkos jasa tukang bangunan sesuai tugas dan bidang pekerjaannya, simak penjabaran lengkap di bawah ini:

  1. Tukang gali: Rp90.000 per hari

  2. Tukang kayu: Rp120.000 per hari

  3. Tukang batu: Rp120.000 per hari

  4. Tukang besi beton: Rp135.000 per hari

  5. Tukang cat/pelitur: Rp120.000 per hari

  6. Tukang besi profil: Rp130.000 per hari

  7. Tukang listrik: Rp125.000 per hari

  8. Tukang ledeng: Rp120.000 per hari

  9. Asisten tukang: Rp100.000 per hari

  10. Mandor bangunan: Rp200.000 per hari

Ingat, untuk jumlah tukang bangunan sendiri sebenarnya bisa disesuaikan dengan kebutuhanmu. Semakin sedikit jumlah tukang yang kamu pekerjakan, maka semakin kecil biaya bangun rumah tipe 36 tersebut.

Durasi pengerjaan juga dapat memengaruhi total biaya pembangunan rumah. Semakin lama durasi pengerjaan rumah tersebut, tentu ongkos jasa tukang bangunan yang kamu keluarkan jadi semakin besar.

Jika demikian, apakah menggaji tukang bangunan secara borongan (hingga rumah selesai) merupakan solusi terbaik? Tidak juga, hal tersebut sering kali membuat kualitas pekerjaan tukang menjadi menurun.

Pasalnya, dengan metode borongan tukang bangunan jadi berfokus pada durasi pengerjaan rumah, sehingga sering kali hasil kerjanya tidak rapi dan terkesan terburu-buru.

Jangan Lupa Perhitungkan Biaya Tak Terduga

Sebenarnya, ketiga langkah tersebut sudah cukup untuk mengetahui berapa estimasi biaya bangun rumah tipe 36 yang harus kamu siapkan. Namun, jangan lupa untuk mempersiapkan biaya-biaya tidak terduga.

Estimasi dana tidak terduga ini penting, besarannya paling tidak 10 persen dari total biaya bangun rumah tipe 36 tersebut. Hal ini dimaksudkan, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan kedepannya.

Selain itu, dana tak terduga biasanya digunakan sebagai biaya menghias rumah, seperti pembangunan taman, carport, selokan di depan rumah, hingga pengisian properti ruang tamu dan dapur.

Itu tadi estimasi biaya bangun rumah tipe 36 yang harus kamu ketahui. Untuk informasi lebih banyak mengenai dunia properti, simak selengkapnya di laman blog dan panduan 99.co Indonesia ya.

Semoga bermanfaat!

Author:

Yuhan Al Khairi