
Biaya beban listrik 1300 dan 2200 VA adalah tarif minimum yang wajib dibayar pelanggan pascabayar PLN, meskipun pemakaian listrik sangat kecil atau bahkan nol.
Ini disebut Rekening Minimum, di mana tagihan tetap muncul meski rumah tidak digunakan.
Lalu, berapa besarannya? Simak penjelasan lengkap dan contohnya berikut ini.
Biaya Beban Listrik 1300 dan 2200 VA 2025
Menukil berbagai sumber, biaya beban listrik 1300 dan 2200 VA terbaru 2025 adalah Rp75.124 dan Rp127.134.
Angka tersebut didapat dari rumus Rekening Mininum (RM) yang diberlakukan oleh PLN.
Rumus Rekening Minimum dari PLN
Rumus RM = 40 Jam Nyala x Daya Tersambung (kVa) x Biaya Pemakaian
Keterangan:
- Daya Tersambung (kVa) = daya rumah/1000
- Biaya Pemakaian = tarif dasar listrik per kWh
Dengan keterangan tersebut, dapat diketahui cara menghitung biaya beban listrik 1300 dan 2200 adalah sebagai berikut.
Beban Listrik 1300 VA
- 40 jam x 1300/1000 = 52 kWh
- 52 kWh x Rp1.444,70 = Rp75.124,4 atau dibulatkan menjadi Rp75.124.
Beban Listrik 2200 VA
- 40 jam x 2200/1000 = 88 kWh
- 88 kWh x Rp1.444,70 = Rp127.133 atau dibulatkan menjadi Rp127.134.
Perhitungan di atas bisa menjadi acuan meskipun tidak ada penggunaan listrik, biaya beban yang mesti dibayarkan untuk daya 1300 adalah Rp75.124.
Sementara itu, untuk daya 2200, biaya beban yang mesti kamu bayarkan adalah Rp127.134.
Contoh Kasus

Misalnya kamu pelanggan listrik pascabayar dengan daya listrik 1300 VA dan penggunaan listrik hanya sebesar 44 kWh.
Biaya yang harus dibayarkan tetap saja Rp75.124 karena pemakaian berada di Rekening Minimum (RM).
Skema serupa juga berlaku untuk daya listrik 2200 VA yang mempunyai batas pemakaian listrik 88 kWh.
Sebaliknya, apabila pemakaian berada di atas Rekening Minimum (RM), tagihannya dihitung seperti biasa, yakni kWh terpakai dikali biaya/tarif listrik.
Contohnya, kamu pengguna listrik 1.300 VA, lalu bulan ini kamu memakai listrik 60 kWh alias di atas RM, tagihan yang mesti dibayar adalah 60 kWh x 1.444,70 = Rp86.682.
Contoh lainnya untuk pengguna listrik pascabayar daya 2200, jika kamu memakai listrik 90 kWh alias di atas RM, tagihan yang mesti dibayarkan adalah 90 kWh x 1.444,70 = Rp130.023.
Kesimpulan
Setelah mengetahui dan memahami rincian dan penjelasan di atas, biaya beban listrik untuk daya 1300 VA dan 2200 VA adalah Rp75.124 dan Rp127.134.
Besaran pembayaran tersebut diperoleh berdasarkan pada perhitungan rumum Rekening Minimum (RM) yang dikeluarkan PLN.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa biaya abodeman listrik 2200 watt?
Sesuai tarif yang berlaku pada 2025, biaya beban (aboneman) listrik daya 2200 adalah Rp127.134.
Berapa biaya tambah daya listrik 1300 ke 2200?
Biaya tambah daya listrik 1300 ke 2200 terbaru adalah Rp843.300.
Berapa perbedaan biaya beban listrik 1300 dan 2200?
Biaya beban listrik ditentukan berdasarkan rumus:
Rekening Minimum = 40 jam × Daya (kVA) × Tarif per kWh
Dengan tarif dasar per kWh tahun 2025 sebesar Rp 1.444,70, maka:
-
1300 VA (1,3 kVA)
40 x 1,3 x 1.444,70 = Rp 75.124 -
2200 VA (2,2 kVA)
40 x 2,2 x 1.444,70 = Rp 127.134
Selisih: Rp 127.134 – Rp 75.124 = Rp 52.010
***
Demikian penjelasan mengenai biaya beban listrik 1300 dan 2200 yang perlu kamu ketahui.
Semoga informasinya bermanfaat, ya.
Yuk, baca kumpulan artikel menarik lainnya hanya di Panduan Properti 99.co Indonesia.
Kamu sedang mencari hunian yang aman dan nyaman?
Kunjungi laman www.99.co/id dan temukan berbagai promo serta diskon menggiurkan karena ternyata beli hunian #SegampangItu.
