Cara Kerja Bio Septic Tank dalam Mengolah Limbah

Last update: 4 Mei 2025 4 min read
Author:

Bio septic tank menjadi solusi cerdas untuk mengolah limbah cair rumah tangga yang lebih ramah lingkungan. Bagaimana cara kerja bio septic tank, ya?

Dewasa ini, kesadaran untuk menjaga lingkungan makin meningkat sehingga mendorong kebutuhan untuk sistem pengolahan yang lebih ramah lingkungan.

Bio septic tank hadir sebagai alternatif yang lebih baik dibandingkan sistem pengolahan konvensional.

Pasalnya, bio septic tank mengintegrasikan teknologi biologis untuk menghasilkan air yang lebih bersih dan mengurangi dampak pencemaran.

Sebenarnya, apa sih bio septic tank dan bagaimana cara kerjanya?

Simak penjelasan lengkapnya yuk, Property People!

Apa Itu Bio Septic Tank?

bio septic tank
foto: kompas.com

Bio septic tank adalah sebuah pengolahan limbah cair domestik yang dirancang untuk mengolah limbah rumah tangga, khususnya limbah dari kamar mandi, dapur, dan saluran pembuangan lainnya.

Pengolahan limbahnya menggunakan teknologi biologi untuk mengurai bahan organik.

Sistem ini berfungsi sebagai alternatif ramah lingkungan untuk mengurangi dampak polusi dari limbah cair yang langsung dibuang ke sungai atau saluran air.

Cara Kerja Bio Septic Tank

1. Filtrasi Tahap 1

Cara kerja bio septic tank dimulai dengan masuknya limbah rumah tangga ke dalam tangki bio septic tank.

Di dalam tangki tersebut akan terjadi pemisahan antara limbah padat dan cair.

Limbah padat akan mengendap di dasar tangki, sementara limbah cair akan mengapung di permukaan.

Setelah pemisahan, limbah cair akan diteruskan ke sistem pengolahan biologis.

Pada bagian ini, mikroorganisme akan mengurai bahan organik dan menghasilkan gas metana.

Gas metana tersebut dikumpulkan dan disimpan di dalam tangki gas untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar.

Kemudian, limbah cair yang telah diolah oleh mikroorganisme akan diproses lebih lanjut melalui sistem filter mekanik.

Limbah akan disaring menggunakan media filter plastik untuk menghilangkan partikel-partikel padat.

2. Filtrasi Tahap 2

Setelah melalui filtrasi tahap 1, limbah cair akan melalui proses penyaringan menggunakan biofilter sarang tawon untuk menepis kotoran yang lebih halus.

Setelah itu, air limbah akan menjalani proses pengendapan guna menghilangkan sisa bahan organik yang masih terkandung.

Hasil dari pengendapan ini kemudian akan diproses lebih lanjut dalam tahap pengolahan biologi.

Tahap filtrasi dilanjutkan dengan menggunakan filter karbon aktif.

Filter ini akan menyerap bahan-bahan berbahaya yang tersisa di dalam air.

Setelah melalui proses pemurnian, air akan menjadi lebih bersih dan aman untuk dibuang.

3. Filtrasi Tahap 3

Pada filtrasi tahap 3 dalam cara kerja bio septic tank, air limbah yang telah difilter akan dialirkan ke ruang netralisasi.

Pada ruang ini, bakteri baik akan terus mengurai sisa bahan organik hingga air menjadi lebih bersih dan siap untuk dibuang ke tanah.

Setelah melalui ruang netralisasi, air limbah akan mengalir ke sistem pengolahan akhir.

Sistem pengolahan terakhir tersebut akan melakukan proses penyaringan dan pengendapan untuk yang terakhir kalinya.

Proses pengolahannya menggunakan penambahan tablet kaporit untuk memastikan air bebas dari bakteri.

Kualitas air limbah yang dihasilkan melalui bio septic tank harus memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Apabila air limbah tidak memenuhi persyaratan, proses pengolahan akan diulang hingga air mencapai kualitas yang sesuai.

Perbedaan Bio Septic Tank dan Septic Tank Konvensional

1. Teknologi Pengolahan Limbah

Bio septic tank menggunakan teknologi biologi yang melibatkan mikroorganisme untuk mengurai limbah organik.

Sistem tersebut menghasilkan air yang lebih bersih dan gas metana yang bisa dimanfaatkan.

Berbeda dengan septic tank konvensional, sebab sebatas mengandalkan pengendapan limbah padat tanpa proses biologis lanjutan.

Dengan demikian, sistem pengolahan bio septic tank memiliki efektivitas yang lebih baik dibandingkan septic tank konvensional.

3. Dampak Lingkungan

Bio septic tank lebih ramah lingkungan karena dapat membantu meningkatkan kualitas air tanah di sekitarnya.

Sementara itu, septic tank konvensional cenderung memberikan dampak lingkungan yang lebih buruk karena memiliki potensi lebih tinggi untuk membuat limbah yang tidak terurai ke saluran pembuangan atau perairan tanah,

***

Demikian penjelasan mengenai cara kerja bio septic tank.

Kunjungi www.99.co/id untuk mendapatkan hunian impianmu!

(cover: relifeproperty.com)

 

Berkarier di dunia kepenulisan sejak 2018 sebagai penulis lepas. Kini menjadi penulis di 99 Group dengan fokus seputar gaya hidup, properti, hingga teknologi. Gemar menulis puisi, memanah, dan mendaki gunung.