
Bagaimana cara kerja sumur bor? Ini penting diketahui jika kamu ingin menginstalasinya di rumah.
Secara umum, sumur bor bekerja dengan cara melubangi tanah untuk mendapatkan sumber air.
Proses pelubangan ini dilakukan dengan cara dibor menggunakan teknik dan peralatan khusus.
Karena itu, proses pembuatan sumur bos biasanya melibatkan tenaga ahli yang sudah berpengalaman.
Ini dimaksudkan agar sumur bor dapat berfungsi dengan baik dan menghasilkan air yang layak pakai.
Tertarik mempelajari cara kerja sumur bor? Ketahui proses pembuatannya di bawah ini.
Baca juga: Biaya Sumur Bor Berbagai Kedalaman Terbaru Tahun 2025
Survei dan Penentuan Lokasi

Sumber gambar: Jasa Sumur Bor dan Sumur Bor Dalam
Langkah pertama sebelum melakukan pengeboran adalah melakukan survei lokasi.
Ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah lokasi yang dituju memiliki potensi air tanah yang cukup.
Survei biasanya dilakukan dengan mempertimbangkan topografi, jenis tanah, dan kedalaman air tanah.
Metode tradisional seperti memperhatikan vegetasi atau sumber air di sekitar lokasi bisa saja dilakukan.
Kendati demikian, cara yang lebih modern dan akurat adalah menggunakan alat geolistrik.
Alat geolistrik bisa mendeteksi lapisan tanah dan memperkirakan letak akuifer di bawah permukaannya.
Dengan begitu, pengeboran bisa dilaksanakan di titik yang paling optimal.
Pengeboran Tanah
Setelah lokasi ditentukan, maka proses pengeboran bisa dimulai.
Alat yang dipakai adalah mesin bor dengan tenaga listrik atau mesin berbahan bakar.
Terdapat dua metode pengeboran yang biasa dilakukan, yakni rotary drilling dan percussion drilling.
Rotary drilling adalah metode pengeboran dengan cara memutar mata bor untuk menembus tanah.
Sedangkan percussion drilling dilakukan dengan cara menghantamkan alat bor ke tanah secara berulang.
Selama pengeboran, tanah yang terangkat akan dikeluarkan ke permukaan.
Proses ini berlangsung sampai alat bor mencapai kedalaman di mana air keluar dari dinding lubang.
Kedalaman sumur bor bisa bervariasi, mulai dari belasan meter hingga lebih dari 100 meter.
Ini dapat disesuaikan dengan lokasi geografis dan lapisan tanah sekitar lokasi.
Pemasangan Pipa Casing
Cara kerja sumur bor berikutnya berhubungan dengan pipa casing.
Pipa ini berfungsi melindungi dinding lubang agar tidak runtuh atau tertutup kembali oleh tanah.
Pipa casing juga menjadi saluran tetap untuk air menuju ke permukaan.
Bahannya bisa terbuat dari PVC maupun galvanis yang tahan korosi.
Sedangkan diameter pipa disesuaikan dengan kapasitas pompa dan ukuran mata bor yang digunakan.
Pemasangan casing harus dilakukan dengan presisi agar tidak terjadi kebocoran pipa.
Pemasangan Saringan (Screen)
Di bagian paling bawah dari casing nantinya akan dipasang saringan atau screen.
Fungsinya adalah menyaring air yang masuk agar bebas dari pasir, lumpur, dan batu kecil.
Screen ini biasanya berlubang kecil-kecil dan bisa terbuat dari logam atau plastik khusus.
Pilihlah jenis screen yang tepat karena jika lubangnya terlalu besar, maka air yang diambil bisa kotor.
Sebaliknya, jika terlalu kecil, laju air yang masuk menjadi lambat dan tidak efisien.
Saringan tersebut harus diletakkan tepat di zona akuifer agar bisa menyerap air secara maksimal.
Gravel Pack (Opsional)

Sumber gambar: jasa sumur bor dan survey geolistrik
Jika sumur dibuat di lapisan tanah berpasir, biasanya tukang bor akan menambahkan gravel pack.
Ini merupakan lapisan kerikil halus yang diletakkan di antara dinding lubang dan casing.
Tujuannya untuk menambah filtrasi alami, mencegah pasir masuk ke screen, dan menjaga kestabilan dinding lubang.
Gravel pack biasanya dipasang secara perlahan saat casing dan screen sudah berada pada posisi akhir.
Material yang digunakan harus bersih dan berukuran seragam agar tidak menyumbat aliran air.
Pembersihan dan Uji Pompa
Sumur harus dibersihkan atau di-flushing setelah seluruh sistem casing dan screen terpasang.
Prosesnya dilaksanakan dengan cara menyemprotkan air atau udara bertekanan tinggi dari dalam sumur.
Flushing dilakukan untuk mengeluarkan lumpur dan sisa material pengeboran dari dalam sumur.
Setelah itu, dilakukan uji pompa untuk mengetahui seberapa banyak air yang bisa diambil per menitnya.
Lalu, uji pompa ini juga dilakukan untuk mencari tahu seberapa cepat sumur pulih setelah dipompa.
Instalasi Pompa Air
Proses pembuatan dan cara kerja terakhir adalah memasang pompa air.
Jenis pompa yang digunakan tergantung pada kedalaman sumur dan kebutuhan pengguna.
Beberapa jenis pompa yang umum dipakai oleh masyarakat, di antaranya:
- Pompa submersible: Diletakkan di dalam air pada kedalaman tertentu.
- Pompa jet: Dipasang di atas permukaan tanah dan menggunakan tekanan untuk menarik air.
- Pompa tangan: Digunakan untuk kebutuhan sederhana atau daerah tanpa listrik.
Setelah pompa terpasang, air sumur bor bisa dialirkan ke penampungan atau pipa keran rumah.
Sistem ini bisa dikombinasikan dengan filter tambahan jika kualitas air perlu ditingkatkan.
Baca juga: 8 Cara Membuat Sumur Resapan Air Hujan di Rumah yang Benar
Bagaimana, sudah pahamkan cara pembuatan dan cara kerja sumur bor.
Setelah membaca ulasan di atas, apakah kamu tertarik memiliki fitur tersebut di rumah?
Semoga bermanfaat, ya.