Kaya Manfaat, Ini 5 Cara Membuat Tanah Humus Sendiri

Kaya Manfaat, Ini 5 Cara Membuat Tanah Humus Sendiri

- Martha
Kaya Manfaat, Ini 5 Cara Membuat Tanah Humus Sendiri

Cara membuat tanah humus perlu diketahui oleh Anda yang hobi bercocok tanam karena bisa memberikan manfaat yang sangat baik bagi tumbuhan.

Salah satu manfaatnya cukup signifikan adalah meningkatkan kualitas tanah. Dan sebaliknya pada pupuk kimia, yang penggunaan secara berlebihan bisa merusak dan meracuni tanah bahkan lingkungan sekitarnya. 

Selain tanah humus, mungkin Anda juga sering mendengar kompos. Meski sama-sama penyubur tanah namun sebenarnya ada sedikit perbedaan.

Sederhananya, tanah humus adalah kompos yang terbentuk secara alami. 

Bisa dilihat dari materi organik seperti sisa hewan dan tumbuhan yang menumpuk di permukaan selama tahunan lalu mengalami proses pembusukan oleh mikroorganisme, hingga kemudian tanah terlihat berwarna gelap. 

Sedangkan kompos yang juga merupakan pupuk organik, dibuat oleh manusia dengan meniru proses terbentuknya humus, dengan waktu yang lebih cepat yakni sekitar 1 – 3 bulan saja.

Maka dari itu banyak yang menyamakan tanah humus dengan kompos.

Yang jelas secara fungsi, keduanya sama-sama baik untuk tanah, mulai dari struktur hingga kemampuan tanah dalam mengikat ion. 

Keduanya kemudian dikenal sebagai pupuk organik, jenis penyubur yang bisa diaplikasikan untuk berbagai macam tanaman, mulai dari tanaman pertanian, tanaman hias dan buah.

Selain yang sudah disebutkan di atas, manfaat pupuk organik lainnya adalah:

  1. menyediakan unsur hara bagi tanaman

  2. meningkatkan kemampuan tanah untuk menahan air

  3. meningkatkan aktivitas biologi tanah

  4. meningkatkan pH pada tanah asam

  5. menyediakan unsur mikro bagi tanaman

Untuk jenis pupuk organik yang saat ini banyak digemari sendiri ada dua macam yaitu pupuk kandang dan pupuk kompos.

Pupuk kandang adalah jenis pupuk organik yang terbuat dari sisa ataupun kotoran hewan ternak seperti sapi, kambing dan ayam. 

Pembuatannya relatif sulit karena membutuhkan cukup banyak peralatan dan harus melewati beberapa proses. 

Sedangkan pupuk kompos jauh lebih mudah dan praktis. Karena jenis pupuk organik ini bisa dibuat dari tumbuhan ataupun sampah organik, seperti yang disinggung sebelumnya. 

Pupuk kompos sendiri terdiri dari beberapa jenis tergantung bahan utama yang digunakan. 

Salah satu yang mudah dan praktis adalah pupuk organik dari bahan daun. 

Kalau Anda di rumah memiliki taman dengan banyak dedaunan kering, ini bisa dimanfaatkan sebagai bahan tanah humus atau kompos. Selain bisa membersihkan taman dari sampah organik ini, Anda juga bisa sekaligus memproduksi pupuk.

Apalagi tanah humus yang terbuat dari daun ini mengandung banyak sekali unsur baik bagi tumbuhan seperti natrium, fosfor, kalium, mineral, air dan masih banyak lagi.

Jadi kalau Anda ingin mencoba membuat tanah humus atau kompos, menggunakan bahan dedaunan, bisa dibilang ini adalah pilihan yang mudah dan praktis. 

Bahkan ini bisa dilakukan di rumah. Dan berikut cara membuat tanah humus sendiri yang praktis dan mudah:

  1. Kumpulkan dedaunan

photo: pixabay.com

Anda bisa mengumpulkan daun, rumput dan lain sebagainya ke dalam sebuah wadah atau kantong. Tak masalah jika ingin dicampur antara dedaunan dan rumput segar, maupun yang sudah kering. 

  1. Tambahkan kotoran hewan

Jika Anda punya peliharaan seperti anjing atau kucing, kita bisa manfaatkan kotorannya dalam campuran tanah humus ini.

  1. Tentukan lokasi untuk tanah humus

Anda bisa pilih tempat di belakang rumah, atau area yang agak terpencil, agar aman dari gangguan hewan dan lain sebagainya.

Galilah tanah di area tersebut, lalu masukkan campuran yang tadi sudah dibuat di tahap satu dan dua ke dalam lubang. 

Basahi tumpukan sebelum akhirnya ditutup dengan dengan plastik / terpal.

  1. Lakukan pengecekan rutin

Anda bisa secara berkala menambahkan bahan kompos yang berasal dari sampah seperti dedaunan atau rumput dan tanaman lainnya. Tutup lagi dengan lapisan tanah baru. 

Aduk tanah humus setiap satu atau dua minggu sambil tambahkan air ke tumpukan kompos untuk menjaganya tetap lembab.

Setelah 3 minggu, tanah humus ini siap Anda gunakan untuk jadi pupuk bagi tanaman di sekitar halaman rumah. Terakhir siramlah tanah yang bercampur humus dengan air.

Mudah sekali bukan cara membuat tanah humus di atas? 

Setidaknya ini bisa Anda gunakan untuk menyuburkan tanaman di rumah.

Namun kalau Anda ingin memproduksi kompos atau tanah humus lebih banyak, misalnya untuk kebun, Anda bisa praktikkan cara membuat tanah humus berikut yang juga bisa dilakukan dengan mudah:

  1. Siapkan peralatan

Dalam hal ini peralatan yang dibutuhkan adalah sekop, penyemprot air dan cangkul. Serta siapkan pula wadah seperti ember, tali, mulsa plastik hitam atau kantung plastik, bambu atau kayu hingga terpal.

  1. Siapkan bahan

Untuk membuat tanah humus atau pupuk organik, bahan yang harus disiapkan antara lain air dan larutan EM4 yang bisa dibeli dari toko pertanian. 

Larutan ini bertujuan untuk mempercepat dan membantu proses pengomposan.

Kemudian siapkan dua jenis daun yaitu daun basah dan kering. 

Untuk daun basah, Anda bisa menggunakan jenis daun apapun, namun pastikan untuk memilih jenis daun segar yang sudah tua dan belum menguning. Sementara untuk daun kering, pastika menggunakan daun yang masih bersih ya!

Untuk jumlah daun basah dan daun kering bisa Anda sediakan dengan perbandingan kira-kira 1:3.

Dedaunan ini kalau bisa dicincang kecil untuk mempermudah proses nantinya.

Bahan lainnya yang harus disiapkan adalah tanah untuk pelapis.

  1. Buat media pengomposan

Media pengomposan di sini harus dibuat sesuai standar, dimana dimana lahan atau ruang untuk menempatkan media pengomposan ini haruslah dalam kondisi lembab dan tidak boleh terkena sinar matahari langsung.

Kalau bisa, areanya berukuran luas dan mudah dijangkau, karena nantinya akan ada fase Anda harus mengecek secara rutin. Jadi jika mudah dijangkau, tentu ini akan memudahkan.

Media pengomposan bisa dibuat dengan mulai membuat tempat berbentuk kota dari kayu atau bambu dengan ukuran 1 x 2 x 1 meter, serta memiliki penutup.

Setelah itu buatlah kantung pengomposan dari mulsa plastik hitam dengan yang ukuran sama dengan media pengomposan. Jangan lupa untuk membuat lubang-lubang kecil di bagian bawah plastik untuk menyaring air. Buat juga lubang di bagian samping untuk sirkulasi udara.

  1. Buat lapisan

Cara membuat tanah humus selanjutnya adalah dengan memasukkan sedikit tanah sebagai pelapis pada media pengomposan.

Setelah itu masukkan dedaunan yang sudah dicincang dan lapisi atas daun dengan sedikit tanah. Ulangi tahap ini hingga daun habis. 

Selanjutnya padatkan daun dan tanah menggunakan sekop, barulah siram dengan cairan EM4 yang sudah dilarutkan dengan air.

Terakhir, tutup bagian atas menggunakan plastik ataupun terpal dengan rapat lalu biarkan selama setidaknya 6 minggu.

  1. Perawatan dan pemeliharaan

Dan dalam rentang waktu tersebut, selalu cek kondisi media pengomposan dimana Anda harus pastian suhunya tetap lembab dan sirkulasi udara berjalan lancar.

Untuk kelembapan, bantu dengan menyemprotkan sedikit air secara rutin, misalnya seminggu sekali, lalu aduk menggunakan sekop untuk meratakan proses pengomposan.

Tanda bahwa tanah humus atau pupuk kompos siap digunakan adalah jika saat membuka tutup media pengomposan, Anda akan mencium bau busuk dan tekstur pupuk sudah menyerupai tanah.

Sebelum menggunakan ke tanaman, saringlah terlebih dahulu untuk memisahkan kotoran ataupun material yang masih menggumpal.

 

Banyaknya kandungan nutrisi pada pupuk daun di atas, tentunya sangat baik jika Anda gunakan pada tanaman. 

Selain karena kaya nutrisi, pupuk kompos ini juga sangat mudah dan praktis untuk dibuat. 

Bahkan dengan cara membuat tanah humus di atas, Anda bisa memproduksi pupuk sendiri tanpa harus mengeluarkan biaya.

 

Selamat mencoba!

 

Author

Martha