
Jika ingin membangun atau merenovasi rumah, penting untuk mengetahui cara menghitung kebutuhan genteng.
Tujuannya agar biaya pembelian genteng tidak membengkak atau kurang.
Ada sejumlah rumus yang bisa digunakan untuk menghitung kebutuhan genteng rumah.
Namun, perhitungan tersebut harus disesuaikan dengan jenis genteng dan model atap yang akan digunakan.
Masing-masing jenis genteng memiliki ukuran berbeda, begitu pula dengan model atapnya.
Sebagai panduan, berikut cara menghitung kebutuhan genteng sesuai jenisnya.
Baca juga: Ketahui Pelapis Genteng agar tidak Bocor dan Aman saat Musim Hujan
Begini Cara Menghitung Kebutuhan Genteng Rumah
1. Menghitung Kebutuhan Genteng Keramik

Genteng keramik merupakan salah satu jenis genteng yang banyak diterapkan di Indonesia.
Jenis genteng ini memang memiliki sejumlah keunggulan, seperti lebih tanah api, memiliki tingkat risiko rembes yang rendah, dan tahan lama.
Cara menghitung kebutuhan genteng keramik untuk rumah sejatinya sederhana, cukup jadikan luas atap sebagai komponen dasarnya.
Kamu juga bisa menghitung kebutuhan genteng dari panjang dan lebar dan pondasi.
Namun, jika melakukan perhitungan ini, total panjang dan lebar pondasi harus ditambah 1 meter.
Agar mudah, kita pakai saja perhitungan berdasarkan luas atap.
Contohnya kamu memiliki rumah berukuran 7×9 meter.
Total luas rumah tersebut adalah 63 meter persegi.
Karena terdapat dua sisi atap, maka total luas atap rumah tersebut adalah 126 meter persegi.
Genteng keramik biasanya dijual sebanyak 25 buah per meter persegi.
Maka itu, kamu tinggal mengalikan luas atap dengan jumlah genteng per meter persegi, seperti;
126 x 25 = 3.150.
Dari perhitungan di atas, jumlah genteng yang dibutuhkan untuk rumah tersebut adalah 3.150 buah.
Namun, sebaiknya belilah genteng dengan jumlah yang lebih banyak.
Ini dimaksudkan untuk mengantisipasi apabila genteng pecah saat pemasangan.
2. Menghitung Kebutuhan Genteng Karang Pilang

Genteng karang pilang adalah jenis genteng tanah liat yang diproduksi di Karang Pilang, Surabaya.
Karena itu, genteng ini tenar dengan nama genteng karang pilang.
Genteng karang pilang memiliki struktur yang presisi dan kuat sehingga tanah lama.
Jenis genteng ini juga tidak mudah pecah dan memiliki kepadatan yang baik.
Cara menghitung kebutuhan genteng karang pilang sejatinya tidak berbeda dengan sebelumnya.
Namun, kali ini kita akan melakukan perhitungan dengan komponen panjang dan lebar pondasi bangunan.
Misalnya rumah tersebut memiliki panjang 11 meter, lebar 8 meter, dan kemiringan atap 35 derajat (0.819 cm).
Seperti yang telah disebutkan, ukuran panjang dan lebar sebaiknya masing-masing ditambah 1 meter.
Jadi, total ukuran dan kemiringan atap tersebut adalah;
Panjang: 11 meter + 1 meter = 12 meter
Lebar: 8 meter + 1 meter = 9 meter
Kemiringan: 35 derajat (0.819 cm)
Cara menghitungnya adalah dengan mengalikan panjang dan lebar, kemudian dibagi dengan kemiringan;
12 x 9 : 0.819 = 131.86 meter persegi.
Mari kita bulatkan saja menjadi 132 meter persegi.
Lalu, berapa jumlah genteng yang dibutuhkan untuk rumah tersebut?
Genteng karang pilang rata-rata dijual dengan jumlah 13,5 per meter persegi.
Agar mudah, kita bulatkan saja menjadi 14 per meter persegi.
Nah, hasil perhitungan di atas tinggal dikali dengan jumlah genteng per meter persegi, seperti;
132 x 14 = 1.848.
Dengan begitu, jumlah genteng yang dibutuhkan untuk rumah tersebut adalah 1.848 buah.
Sebaiknya dilebihkan menjadi 1.900 atau 1.950 sebagai antisipasi jika genteng rusak atau pecah.
3. Menghitung Kebutuhan Genteng Jatiwangi

Genteng jatiwangi adalah jenis genteng yang diproduksi di kawasan Jatiwangi, Jawa Barat.
Penggunaan genteng ini sudah populer sejak zaman kolonial Belanda.
Cara menghitung kebutuhan genteng jatiwangi juga sama saja dengan genteng karang pilang.
Pertama, hitung panjang dan lebar pondasi rumah, lalu kalikan dengan jumlah genteng per meter persegi.
Misalnya ukuran pondasi rumah adalah 132 meter persegi, lalu diketahui bahwa pemesanan genteng jatiwangi adalah minimal 35 buah.
Jika demikian, maka perhitungannya adalah;
132 meter persegi x 35 = 4.620.
Jadi, total kebutuhan genteng jatiwangi untuk rumah tersebut adalah 4.620 buah.
Baca juga: 9 Cara Mengatasi Genteng Bocor secara Efektif, Wajib Coba!
4. Menghitung Kebutuhan Genteng UPVC

Selanjutnya, ada genteng UPVC atau Unplasticized Polyvinyl Chloride.
Atap ini terbuat dari bahan plastik PVC yang tidak mengandung plasticizer tambahan.
Genteng UPVC juga memiliki berbagai kelebihan, salah satunya tahan terhadap berbagai kondisi cuaca dan memiliki masa pakai yang panjang.
Berbeda dengan jenis genteng lain, genteng UPVC dijual per lembar.
Cara menghitung kebutuhan genteng UPVC juga cukup mudah.
Misalnya ukuran rumah mencapai 7×9 meter, maka tinggal kalikan lebar dan panjang rumah, seperti:
7 meter x 9 meter = 63.
Selanjutnya, atap genteng UPVC rata-rata memiliki panjang 130 cm dan lebar 96 cm.
Karena itu, total ukuran genteng UPVC per lembar adalah 12,48 cm atau 1,2 meter.
Perhitungan tersebut bisa dibulatkan menjadi 1,5 m saja.
Berdasarkan ukuran atap dan genteng UPVC per lembar, maka jumlah genteng yang dibutuhkan rumah tersebut;
63 meter (luas atap) x 1,5 meter (ukuran genteng) = 94.5 lembar.
Agar lebih mudah, kebutuhan jumlah genteng tersebut bisa dibulatkan menjadi 95 lembar.
Sama seperti sebelumnya, sebaiknya lebihkan genteng tersebut menjadi 100 lembar sebagai antisipasi bila terjadi kerusakan atau pecah.
5. Menghitung Kebutuhan Genteng Atap Limas

Lantas, bagaimana dengan perhitungan kebutuhan genteng berdasarkan model atapnya?
Seperti diketahui, ada banyak jenis atap rumah yang diterapkan di Indonesia.
Namun, atap limas merupakan salah satu jenis atap yang paling banyak dipilih oleh masyarakat.
Untuk menghitung kebutuhan gentengnya, misalnya diketahui bahwa ukuran rumah adalah 8 x 10 meter.
Sedangkan tingkat kemiringan atap mencapai 35 derajat (0.819 cm)
Jika demikan, maka cara menghitung luas atap bangunan adalah;
Luas: 8 x 10 = 80 : 0.819 = 97.68 meter persegi.
Selanjutnya, hitung potongan dudur atau jurai genteng.
Biasanya, ukuran jurai genteng berkisar 7-8%.
Karena itu, kamu bisa mengalikan jurai tersebut dengan luas atap bangunan, seperti:
8% x 97.68 meter persegi = 7.81 meter persegi.
Kaku, tambahkan total luas atap dengan potongan dudur, seperti:
97.68 meter persegi + 7.81 = 105.49 meter persegi.
Nah, setelah mengetahui total luas atap rumah, kamu tinggal menghitung kebutuhan genteng per meter perseginya.
Misalnya kamu hendak menggunakan genteng plentong yang berisi 25 buah per meter persegi.
Tinggal kalikan kebutuhan genteng dengan luas atap, seperti:
105.49 meter persegi x 25 = 2.687,2 atau dibulatkan menjadi 2.688.
Baca juga: Harga Genteng Beton beserta Kelebihan dan Kekurangannya
Estimasi Kebutuhan Genteng Per Meter Persegi Berdasarkan Jenis
| Jenis Genteng | Jumlah per m² (rata-rata) | Keterangan |
|---|---|---|
| Genteng tanah liat | 25–28 pcs/m² | Paling umum, ekonomis, butuh rangka rapat |
| Genteng beton | 9–11 pcs/m² | Kuat dan tahan lama, bobot berat |
| Genteng keramik | 24–26 pcs/m² | Tahan cuaca ekstrem, warna awet, harga lebih tinggi |
| Genteng metal | 1–2 lembar/m² | Ukuran besar, ringan, cepat dipasang |
| Genteng asbes | 1–2 lembar/m² | Mudah dipasang, ringan, tapi rentan retak |
Cara Menghitung Luas Atap dengan Kemiringan
Untuk atap miring (pelana, limasan), luas permukaan atap lebih besar dari luas lantai. Gunakan rumus:
Luas atap = panjang × lebar ÷ cos(θ)
- θ = sudut kemiringan atap
- Misalnya sudut 30°, maka cos(30°) ≈ 0.866
Contoh:
- Panjang rumah: 10 m
- Lebar rumah: 8 m
- Kemiringan atap: 30°
- Luas atap: (10 × 8) ÷ 0.866 ≈ 92,35 m²
Cara Menghitung Kebutuhan Nok dan Lisplank
Selain genteng, perhitungkan juga aksesori pendukung seperti:
Nok Genteng (Tutup Bubungan)
Rumus:
panjang bubungan ÷ panjang 1 nok
Contoh:
panjang bubungan 10 meter, panjang 1 nok = 0,3 m → kebutuhan nok = 34 buah
Lisplank
Lisplank digunakan di sisi luar atap (overstek).
Rumus:
keliling atap ÷ panjang 1 papan lisplank (umumnya 4 m)
Siapkan Cadangan Genteng
Selalu siapkan cadangan 5–10% dari jumlah total genteng untuk antisipasi:
- Pecah saat kirim
- Retak saat dipasang
- Perbaikan di masa depan
Contohnya, total kebutuhan 1000 genteng, maka tambahkan 50–100 buah cadangan.
***
Itulah ulasan mengenai cara hitung kebutuhan genteng rumah yang menarik diketahui
Semoga informasi di atas bermanfaat!