
Wiremesh adalah material bangunan yang sering digunakan untuk memperkuat struktur beton untuk konstruksi lantai, jalan, dan dinding.
Material ini berbentuk anyaman besi dan menyerupai jaring-jaring.
Bentuk yang dimilikinya tersebut tidak hanya mempermudah proses pemasangan tetapi juga meningkatkan daya tahan konstruksi.
Sebelum menggunakan wiremesh, penting untuk menghitung kebutuhannya secara akurat agar tidak terjadi kekurangan atau kelebihan material.
Perhitungan yang tepat juga membantu proyek berjalan lebih efisien dan hemat biaya.
Lalu, bagaimana cara menghitung kebutuhan wiremesh dengan benar?
Cara Menghitung Kebutuhan Wiremesh

Untuk menghitung kebutuhan wiremesh yang tepat, kamu perlu memperhitungkan luas ruangan, jumlah kebutuhan wiremesh, dan lain sebagainya.
Di bawah ini cara menghitung kebutuhan wiremesh seperti dilansir dari berbagai sumber.
1. Ukur Luas Ruangan
Kebutuhan wiremesh ditentukan oleh luas ruangan.
Umumnya, semakin besar area, makin banyak juga jumlah kebutuhan wiremesh.
Jika ingin mengukur luas area, kamu bisa menggunakan rumus panjang x lebar.
Sebagai contoh, luas area yang ingin ditutupi wiremesh adalah 15 m dengan lebar 10 m. Maka, luasnya adalah 150 m2.
Kemudian, kamu juga perlu menghitung wiremesh tambahan yang digunakan untuk sambungan.
Cara menghitung kebutuhan wiremesh untuk sambungan tambahan adalah dengan menambahkan 10 persen dari luas area. Berikut perhitungannya:
15 m (10% x 150 m2) = 225 m3.
Sementara untuk total luas ruangan keseluruhan bisa menggunakan perhitungan berikut:
150 m2 + 15 m2 = 165 m2.
2. Hitung Jumlah Kebutuhan Wiremesh
Cara selanjutnya dalam menghitung kebutuhan wire mesh adalah dengan menentukan ukurannya.
Misalnya, jika kamu menggunakan wiremesh berukuran 2,1 m × 5,4 m, maka luas per lembarnya adalah 11,34 m2.
Berdasarkan total luas yang telah dihitung sebelumnya, berikut perhitungannya:
165 m2 : 11,34 = 14,55 lembar.
Baca juga: Tabel Ukuran Besi Beton Sesuai SNI dan Jenisnya
3. Hitung Biaya Pembelian Wiremesh
Setelah mengetahui jumlah wiremesh yang akan dibeli, cara selanjutnya adalah mengetahui biaya yang perlu dikeluarkan.
Di pasaran, harga wiremesh bervariasi, bergantung pada merek dan ukurannya.
Sebagai contoh, besi wiremesh M5 dijual mulai dari Rp200 ribuan.
Sementara itu, wiremesh M10 memiliki harga sekitar Rp820 ribuan.
Jika kamu ingin menggunakan besi wiremesh M5, anggaran yang perlu dikeluarkan sebagai berikut:
Kebutuhan material x Harga wiremesh per lembar= 15 (pembulatan dari 14,55 lembar) x Rp200.000 = 3.000.000.
4. Perhatikan Desain Bangunan
Jumlah kebutuhan besi wiremesh juga sangat dipengaruhi oleh desain bangunan.
Cara menghitung kebutuhan wiremesh berdasarkan desain, perlu mempertimbangkan luas area, diameter tulangan, dan jarak pemasangan besi.
Agar perhitungannya lebih akurat, sebaiknya konsultasikan dengan ahli konstruksi.
Tips Membeli Wiremesh

Setelah memahami cara menghitung kebutuhan wiremesh, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan agar tidak salah dalam memilih dan membeli material ini:
- Sesuaikan ukuran wiremesh dengan kebutuhan konstruksi. Untuk pembangunan ringan dapat menggunakan diameter kecil. Sedangkan wiremesh berdiameter besar cocok untuk proyek besar.
- Pilih wiremesh yang sudah dilapisi galvanis atau bahan antikarat.
- Jangan gunakan wiremesh yang kualitas las-nya kurang baik karena cenderung mudah patah.
- Beli wiremesh yang sudah berstandar Standar Nasional Indonesia (SNI).
Baca juga: Cara Menghitung Luas Tanah dengan Mudah dan Tepat
Itulah cara menghitung kebutuhan wiremesh untuk rumah dan bangunan lain.
Semoga informasi ini bermanfaat!