
Ukuran bata ringan dan cara menghitung kebutuhannya dengan benar wajib kamu pahami supaya bisa mengetahui berapa banyak material yang akan digunakan untuk membangun rumah.
Saat membangun rumah atau jenis properti lainnya, ada baiknya kamu menghitung keperluan bahan bangunan yang dibutuhkan.
Pasalnya, hal tersebut berguna untuk menyesuaikan kebutuhan material sesuai dengan anggaran yang disiapkan.
Nah, dari sekian banyak material bangunan, bata ringan adalah komponen yang mesti kamu siapkan dalam RAB rumah.
Alasannya, ukuran bata ringan atau hebel memiliki ukuran dan ketebalan yang bervariasi.
Dengan mengetahui ukuran hebel, kamu bisa mendapatkan gambaran kira-kira berapa banyak bata ringan yang dibutuhkan untuk membangun atau renovasi rumah.
Lantas, berapa ukuran hebel dan bagaimana cara menghitung kebutuhannya?
Yuk, simak penjelasan berikut ini!
Di pasaran, tersedia berbagai ukuran hebel yang ditawarkan oleh berbagai merek hebel terbaik.
Mengutip buku Dasar-Dasar Konstruksi Bangunan + K3 yang disusun oleh Yoyok Rahayu Basuki, bata ringan hampir mirip dengan beton, tetapi bobotnya lebih ringan.
Selain itu, permukaannya pun lebih halus dan dicetak dengan cetakan khusus sehingga ukurannya pun bermacam-macam.
Menurut penjelasan buku tersebut, bata ringan memiliki ukuran bervariasi, salah satunya ukuran 60 cm x 20 cm dengan ketebalan 7—15 cm.
Bata ringan memiliki berat jenis kering sekitar 530 kg/m³ sehingga lebih ringan daripada batu bata merah.
Berikut adalah ukuran bata ringan:
- Panjang 60 cm, lebar 20 cm, tebal 5 cm
- Panjang 60 cm, lebar 20 cm, tebal 7,5 cm
- Panjang 60 cm, lebar 20 cm, tebal 10 cm
- Panjang 60 cm, lebar 20 cm, tebal 12,5 cm
- Panjang 60 cm, lebar 20 cm, tebal 15 cm
- Panjang 60 cm, lebar 20 cm, tebal 20 cm
Nah, kamu juga harus tahu kalau ukuran hebel tersebut biasanya memiliki istilah tersendiri.
Di kalangan pekerja konstruksi bangunan, ukuran hebel dengan tebal 10 cm dikenal sebagai ukuran hebel 10 (panjang 60 cm, lebar 20 cm, dan lebar 10 cm).
Selain itu, dikenal juga istilah ukuran hebel 7, yaitu bata ringan dengan ketebalan 7—7,5 cm.
Jika sudah tahu ukuran bata ringan hebel, bagaimana jika kita ingin mengetahui kebutuhan hebel sesuai dengan ukuran yang dipilih?
Baca selengkapnya di bawah ini!
Baca Juga:
Bata Merah vs Bata Ringan, Mana yang Lebih Unggul?
Cara Menghitung Kebutuhan Hebel

Setelah memilih ukuran bata ringan, kamu bisa mulai menghitung berapa banyak kebutuhan bata ringan tersebut.
Namun, perlu diingat, harga bata ringan dijual dengan satuan kubik dan pemasangannya membutuhkan semen mortar.
Cara menghitung kebutuhan bata ringan sangatlah mudah, kok.
Hal pertama, pastikan kamu sudah mencatat berapa ukuran rumah tersebut mulai dari panjang, lebar, dan tingginya.
Kemudian, hitung keliling bangunan tersebut dan kalikan dengan rencana ketinggian dindingnya.
Jika hasil dari perhitungan tersebut sudah didapat, selanjutnya membaginya dengan luasan bata ringan per kubik.
Lalu, jumlahkan perhitungan tersebut untuk mengetahui seberapa banyak bata hebel yang dibutuhkan.
Simulasi Menghitung Kebutuhan Hebel Sesuai Ukuran
1. Contoh Menghitung Kebutuhan Hebel per M²
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ukuran bata ringan di pasaran sangatlah bervariasi.
Namun, ukuran hebel yang biasa digunakan untuk membangun rumah adalah hebel 7,5 cm x 20 cm x 60 cm.
Dikutip akun YouTube Fajar ctn, untuk mengetahui kebutuhan hebel, ambil contoh bahwa kamu menggunakan ukuran hebel 7,5 cm x 20 cm x 60 cm untuk luasan dinding 1 meter.
Dengan asumsi ukuran hebel 7,5 x 20 x 60, maka volumenya adalah 0,2 x 0,6, sedangkan lebarnya tidak dihitung.
Selanjutnya, jumlahkan 0,2 x 0,6 sehingga hasilnya adalah seluas 0,12 m².
Lantas, berapa kebutuhan bata hebelnya?
Berikut adalah kebutuhan hebel per m²:
- 1 m²/0,12 m² = 8,33 atau dibulatkan menjadi 8 buah hebel
Jadi, dalam 1 satu meter persegi dinding membutuhkan 8 buah hebel.
Baca Juga:
5 Merk Bata Ringan Terbaik dan Harganya (Terbaru 2025)
2. Simulasi Kebutuhan Bata Ringan Rumah Type 36
Jika tadi adalah simulasi perhitungan kebutuhan hebel untuk satu dinding, bagaimana jika menghitung kebutuhan bata ringan untuk keseluruhan dinding rumah?
Untuk memudahkan kamu dalam menghitung kebutuhan sesuai ukuran hebelnya, ambil contoh bahwa kamu berencana membangun rumah type 36.
Diasumsikan, bahwa volume seluruh dinding adalah 155 m² dengan ketinggian dinding rumah 4 m.
Adapun ukuran hebel yang digunakan, yaitu panjang 60 cm; lebar 20 cm; dan ketebalan 7,5 cm.
Berikut adalah rincian kebutuhan hebel yang dibutuhkan:
- Dinding depan dan belakang (6 m x 4 m) x2) = 48 m²
- Dinding samping (6 m x 4 m) x 2) = 48 m²
- Dinding untuk 2 kamar tidur (3 m x 4 m) + (2,5 m x 4m x 4 m) = 52 m²
- Dinding kamar mandi (1,5 m x 4 m) = 6 m²
- Total volume dinding = 154 m² atau dibulatkan menjadi 155 m²
Untuk menghitung jumlah hebel yang dibutuhkan agar sesuai dengan volume dinding, caranya adalah membaginya ke volume 1 kubik hebel.
Adapun, 1 kubik (m³) hebel berisi 111 pcs hebel dengan ketebalan 7,5 cm.
Nah, dengan akumulasi terpasang pada dinding jadi 11 m² dan volume dinding 155 m², selanjutnya tinggal jumlahkan pembagian untuk mendapatkan total kubikasi hebel.
Berikut adalah cara menghitungnya:
- 155 m² : 11 m² = 14 m³ hebel atau setara 1.554 buah hebel
Jadi, kebutuhan hebel untuk membangun rumah type 36 (2 kamar tidur dan 1 kamar mandi) dengan ukuran hebel 60 x 20 x 7,5 cm adalah 1.554 buah hebel.
Kesimpulan
Cara menghitung kebutuhan hebel bisa kamu ikuti dengan rumus tersebut.
Jadi, dapat disimpulkan kalau kebutuhan bata ringan setiap 1 meter persegi dinding hasilnya adalah 8,3 buah (dibulatkan 8 buah).
Sementara itu, untuk 1 kubik bata ringan dengan tebal 10 cm dibutuhkan bata ringan sebanyak 83 buah, sedangkan 1 kubik bata ringan dengan tebal 7,5 cm dibutuhkan sebanyak 111 buah.
***
Itulah informasi ukuran hebel dan cara menghitungnya sesuai kebutuhan.
Bagaimana? Apakah cukup membantu?
Semoga artikel ini bermanfaat, ya.
Sedang mencari hunian, tetapi belum ada yang cocok?
Jangan khawatir, cek rekomendasi terlengkapnya di www.99.co/id.


