
Penting bagi pembeli dan penjual memahami cara mengisi kwitansi jual beli tanah dengan benar.
Dalam proses jual beli tanah, kwitansi menjadi salah satu dokumen penting.
Kwitansi bisa menjadi bukti sah secara hukum atas transaksi pembayaran, terutama sebelum pembuatan akta jual beli di hadapan notaris atau PPAT.
Panduan Properti 99.co Indonesia akan memandu Anda mulai dari fungsi kwitansi, bagian-bagian penting, hingga contoh pengisiannya.
Mengapa Kwitansi Jual Beli Tanah Penting?
Sebelum masuk ke cara mengisi, pahami dulu fungsi kwitansi dalam transaksi tanah:
- Sebagai bukti pembayaran sah antara penjual dan pembeli
- Digunakan dalam verifikasi dokumen saat pengurusan sertifikat atau di hadapan PPAT
- Menghindari sengketa atau penyangkalan di kemudian hari
- Umumnya dilampirkan saat transaksi tahap awal (uang muka/DP) atau pembayaran lunas sebelum proses AJB
Bagian-Bagian Penting dalam Kwitansi Jual Beli Tanah
Kwitansi harus mencantumkan informasi lengkap dan tidak multitafsir. Berikut elemen yang wajib ada:
Nomor Kwitansi
Memberi identifikasi unik untuk dokumen tersebut, terutama jika lebih dari satu kwitansi digunakan.
Tanggal Transaksi
Tanggal saat uang diserahkan dan kwitansi ditandatangani. Hindari tanggal kosong.
Jumlah Uang
Tuliskan dalam angka dan huruf untuk menghindari manipulasi. Contoh: Rp150.000.000 (seratus lima puluh juta rupiah).
Nama Pihak yang Menerima Uang
Biasanya penjual. Harus ditulis lengkap sesuai KTP.
Nama Pihak yang Memberikan Uang
Biasanya pembeli. Juga harus ditulis lengkap.
Tujuan Pembayaran
Tuliskan secara jelas, misalnya “Untuk pembayaran pembelian sebidang tanah seluas 200 m² di Desa Cibiru, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, berdasarkan perjanjian jual beli tanggal…”
Tanda Tangan Pihak Penerima Uang
Wajib. Sebaiknya juga disertai nama terang.
Materai
Gunakan materai sesuai ketentuan (saat ini Rp10.000). Tanda tangan harus mengenai sebagian materai agar sah.
Baca juga: 6 Contoh Kwitansi Jual Beli Rumah & Tanah, Bisa untuk DP & Tanda Jadi
Cara Mengisi Kwitansi Jual Beli Tanah yang Benar

Berikut langkah-langkah praktis dalam mengisi kwitansi:
1. Gunakan Kwitansi Kosong atau Format Resmi
Bisa dibeli di toko alat tulis atau diunduh template-nya.
2. Tulis Tanggal Lengkap
Gunakan format: tanggal–bulan–tahun (misal: 23 Juli 2025).
3. Isi Nominal dalam Angka dan Huruf
Pastikan keduanya sama dan tidak dikoreksi. Jika ada kesalahan, lebih baik ganti kwitansi baru.
4. Isi Nama Penjual dan Pembeli
Lengkap sesuai identitas resmi.
5. Deskripsikan Objek Tanah
Sertakan luas, lokasi, dan referensi surat (misal: SHM No. 1234/Desa Cibiru).
6. Tandatangani dan Tempel Materai
Materai ditempel di bagian kanan bawah, tanda tangan sebagian di atasnya.
Baca juga: Begini Contoh Kwitansi Sewa Rumah & Cara Menulisnya
Contoh Format Pengisian Kwitansi
KWITANSI
Telah diterima dari: Bapak Andi Wijaya
Uang sejumlah: Rp150.000.000 (seratus lima puluh juta rupiah)
Untuk pembayaran pembelian sebidang tanah seluas 200 m² di Desa Cibiru, sesuai kesepakatan jual beli tanggal 20 Juli 2025.
Bandung, 23 Juli 2025
Tanda tangan penerima,
(materai Rp10.000)
Budi Santoso
Tips Tambahan
- Buat dua rangkap kwitansi, satu untuk penjual dan satu untuk pembeli.
- Simpan salinan digital (scan/foto) sebagai cadangan.
- Jika pembayaran dicicil, buat kwitansi terpisah untuk setiap termin.
- Bisa juga dilegalisasi notaris jika diperlukan untuk transaksi bernilai besar.
Kwitansi bukan sekadar selembar kertas, tapi bukti hukum yang sah.
Dengan mengetahui cara mengisi kwitansi jual beli tanah, Anda bisa menghindari kesalahan administratif dan potensi sengketa.
Pastikan semua data diisi jelas, jujur, dan disertai bukti yang mendukung.
Jika Anda ragu, konsultasikan dengan notaris atau PPAT agar proses jual beli tanah Anda berjalan lancar dan aman secara hukum.
Foto ilustrasi cara mengisi kwitansi jual beli tanah: eliza28diamonds via Pixabay