
Menjual rumah tua pada harga yang sesuai itu memang bukan perkara mudah.
Pasalnya, kondisi rumah tua biasanya kurang baik. Jadi, banyak yang menawar harganya di bawah harga pasaran.
Selain itu, banyak konsumen yang lebih memilih untuk membeli rumah baru melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR), misalnya membeli rumah di Nismara @Kota Harapan Indah atau Kota Baru Parahyangan.
Hal tersebut sebenarnya kembali pada pilihan masing-masing. Memilih rumah baru secara KPR atau rumah bekas dan tua memiliki keunggulannya tersendiri.
Namun tentu saja, Anda yang ingin menjual rumah tua juga tak boleh menyerah.
Anda bisa mengikuti beberapa cara agar rumahnya cepat laku terjual.
Di bawah ini, kami telah menyajikan beragam cara menjual rumah tua agar cepat laku.
Bahkan, bukan tidak mungkin cara ini bisa membuat calon pembeli yang tadinya kepincut rumah baru, jadi berbalik dan berminat pada rumah tua.
Jadi, berikut adalah cara menjual rumah tua agar cepat laku!
1. Perbaiki Kondisi Rumah Sampai Kembali Bernilai
Hal pertama yang mesti Anda lakukan tentu saja adalah memperbaiki kondisi rumahnya sampai berada dalam kondisi baik.
Jika kondisinya baik, bukan tidak mungkin nilai jual dari rumah tua itu bisa kembali tinggi.
Apabila tak memiliki bujet banyak, Anda tidak perlu merenovasi rumahnya menjadi hunian dengan desain kekinian.
Anda cukup membuat tampilan rumahnya terlihat rapi saja. Soal desain, ada juga calon konsumen yang memang lebih tertarik pada arsitektur rumah tua.
Baca juga: 5 Cara Renovasi Rumah Tua
Adapun beberapa aspek yang mesti diperbaiki dari rumah tua adalah:
- Bagian atap dan kayu penyangganya. Ini penting diperbaiki agar penghuni baru bisa lebih aman.
- Bagian kusen dan pintu yang terbuat dari kayu. Ganti bagian tersebut yang telah keropos.
- Bagian dinding dan lantai. Bila perlu, cat ulang dindingnya dan ganti lantai yang pecah dengan keramik terbaru.
- Kelistrikan dan aliran air. Pastikan suplai keduanya terjamin.
2. Cara Menjual Rumah Tua di Situs Jual-beli Properti
Setelah rumah tua tersebut siap dijual, Anda bisa memasarkannya di situs jual-beli properti seperti 99.co Indonesia.
Dibandingkan dengan beriklan di media sosial, ada beberapa keunggulan dari beriklan di 99.co yakni:
- Harga berlangganan Membership 99.co terjangkau, mulai Rp99 ribu per tahun atau Rp8.250 per bulan.
- Memasang iklan lebih mudah karena fitur dan tampilan yang sudah dirancang sedemikian rupa agar memudahkan pengguna.
- Iklan yang terpasang bisa menjangkau jutaan calon pembeli secara langsung.
- Bagian dari Rumah123, situs properti nomor 1 di Indonesia yang sudah berdiri sejak 2007.
- Banyak pilihan paket, mulai dari maksimal 20 listing aktif hingga 100 listing aktif.
Baca juga: 5 Tips Jitu Pasang Iklan Properti, Laris Seketika!
3. Cara Menjual Rumah Tua Dibantu Agen Properti
Cara menjual rumah tua berikutnya adalah dengan meminta bantuan jasa agen properti.
Agen adalah pihak yang menghubungkan antara penjual dan pembeli properti.
Bahkan, agen akan membantu Anda memasarkan propertinya kepada relasinya yang luas hingga membantu proses transaksi dan pengurusan dokumen.
Namun tentu saja, ada komisi yang mesti dibayarkan kepada pihak agen.
Baca juga: Komisi Agen Properti Ada Aturannya. Ketahui agar Tidak Salah!
Berdasarkan Permen Perdagangan Nomor 51/M-DAG/PER/7/2017, dijelaskan bahwa komisi agen untuk penjualan properti adalah 2-5 persen dari nilai transaksi.
Untuk bisa menghubungi agen, Anda bisa melalui dua cara, yakni melalui situs jual-beli properti yang memiliki daftar agen lengkap atau langsung mendatangi kantor agen properti terdekat.
Sebagai tips, Anda wajib mengetahui spesialisasi setiap agen. Spesialisasi ini bisa dibagi berdasarkan wilayah pemasarannya dsb. Pilih yang sesuai kebutuhan.
4. Tawarkan ke Teman dan Keluarga
Cara menjual rumah tua berikutnya adalah dengan menawarkan ke teman dan keluarga.
Saat menawarkan kepada teman atau keluarga, proses negosiasi untuk menjalin kesepakatannya bisa lebih lancar.
Bahkan, bukan tidak mungkin mereka akan membeli rumah dalam kondisi apa adanya.
Selain itu, bisa jadi ada teman atau keluarga yang memang sudah sejak lama mengincar rumah Anda untuk dibeli.
Jadi, coba untuk mengingat-ingat dulu, apakah ada teman atau keluarga yang sempat mengutarakan minatnya pada rumah tua tersebut.
Baca juga: Bagaimana Cara Cepat Jual Rumah
5. Pasang Iklan di Media Sosial
Beriklan di media sosial kini merupakan hal yang lumrah saat ini.
Bahkan, sejumlah platform media sosial menyediakan fitur premium agar iklan yang terpasang bisa terpublikasikan ke lebih banyak pengguna dengan target yang spesifik.
Beberapa media sosial yang biasanya dipakai untuk mengiklankan rumah adalah Facebook, Instagram, dan TikTok.
Di Facebook, Anda bisa membuat posting teks plus gambar.
Sementara di Instagram dan TikTok, Anda dapat mengunggah video pendek dengan orientasi tegak.
Baca juga: Situs Iklan Properti Terbaik, Proses Jual Lebih Mudah!
Buatlah konten semenarik mungkin. Jika kontennya banyak disukai orang, Anda tak perlu repot-repot harus membayar iklan premium karena iklannya telah tersebar dengan baik secara organik.
Untuk ide konten rumah tua, Anda bisa menceritakan rumah itu secara historis. Misalnya, rumahnya dibangun dari tahun berapa, ada kenangan apa saja di situ, dan kenapa rumahnya masih kokoh walaupun sudah berdiri bertahun-tahun.
Atau, Anda juga dapat membuat konten yang sifatnya menyenangkan dengan latar belakang rumah tua tersebut.
Intinya, Anda harus menonjolkan bahwa rumah tua pun memiliki nilai sendiri ketimbang rumah baru.
6. Soroti Potensi Rumah
Meski kondisi fisiknya sudah tua, setiap rumah pasti memiliki potensinya tersendiri.
Misalnya, jika lokasinya berada di tengah kota, berarti rumah tersebut ada di kawasan strategis.
Anda bisa menyoroti soal waktu tempuhnya ke beberapa fasilitas, seperti sekolah, kampus, mal, atau gerbang tol.
Selain itu, potensi rumah lainnya yang bisa disorot adalah soal lingkungan sekitar.
Contohnya, rumah tersebut berada di lingkungan yang aman, sehingga membuat penghuni bisa beristirahat dengan nyaman.
7. Promosi di Lingkungan Lokal
Cara menjual rumah tua berikutnya adalah dengan aktif mempromosikan di lingkungan lokal.
Anda bisa mengiklankan rumah melalui pamflet atau pengumuman di papan komunitas.
Atau, dapat juga beriklan di radio lokal, koran lokal, dan majalah komunitas yang sering dibaca warga sekitar.
Orang-orang yang berada di lingkungan lokal tentu sudah tahu seperti apa kondisi rumah tua yang Anda pasarkan.
Jadi, jika ada yang berminat, tentu mereka sudah tahu konsekuensi dalam membeli rumah tua itu.
8. Berlakukan Penawaran Khusus
Anda juga bisa memberikan penawaran insentif yang menarik kepada calon pembeli.
Contohnya, Anda memberlakukan diskon khusus apabila pembelian rumahnya dilakukan dalam waktu cepat.
Kemudian, Anda juga dapat memberi bonus berupa perabotan atau peralatan rumah apabila terjadi transaksi pembelian.
Dengan begitu, calon pembeli bisa tertarik membeli rumah tua yang sedang Anda jual.
***
Sejauh ini, apakah sudah dapat ide untuk menjual rumah tua agar cepat laku?
Di antara semua cara yang dijelaskan dalam artikel ini, poin kedua bisa lebih efektif dibandingkan cara lainnya.
Pasalnya, dengan beriklan di situs jual beli properti seperti 99.co Indonesia, iklan yang dipasang lebih banyak dilihat calon pembeli dan sampai di audiens yang tepat.
Jadi, mari beriklan di 99.co Indonesia!







