Komisi Agen Properti Ada Aturannya. Ketahui agar Tidak Salah!

22 Okt 2020 - Yuhan Al Khairi

Komisi Agen Properti Ada Aturannya. Ketahui agar Tidak Salah!

Tertarik menggeluti dunia properti, namun tidak memiliki modal besar untuk memulai bisnis tersebut?

 Jadi agen properti saja! 

Tak banyak yang mengetahui, bahwa komisi agen properti tergolong cukup besar.

Bahkan dari hasil penjualan sebuah unit properti, seorang agen profesional bisa mengantongi keuntungan puluhan hingga ratusan juta rupiah, lho.

Hal ini dikarenakan, persentase fee yang dikenakan untuk jasa agen properti terbilang tinggi. 

Ditambah lagi, properti sendiri merupakan barang mewah sehingga nilai transaksinya tergolong sangat besar.

Lantas, berapa sih persenan atau komisi agen properti? 

Ada tidak undang-undang yang mengatur khusus terkait komisi agen tersebut? 

Untuk mengetahui jawabannya, simak ulasan lengkap di bawah ini

Mengenal Profesi Agen Properti

komisi agen properti

Sebelum mengetahui besaran komisi agen properti, ada baiknya jika kita mengenal profesi yang tengah digandrungi banyak orang tersebut lebih dulu.

Secara umum, agen properti atau dikenal juga sebagai broker properti adalah orang yang bertugas untuk memasarkan, membantu menjualkan, atau menawarkan unit properti kepada calon pembeli potensial.

Biasanya, seorang penjual properti meminta atau menyewa jasa agen profesional dengan perjanjian dan ketentuan yang telah disepakati bersama.

Jika unit yang dipasarkan laku, maka ada upah yang harus dibayarkan oleh penyewa jasa kepada agen yang bersangkutan, inilah yang disebut sebagai komisi agen properti.

Jangan salah ya, tidak semua orang yang membantu kita dalam menjual properti disebut agen properti.

Menurut Pasal 1 ayat 3 Peraturan Menteri Perdagangan No. 33/M-DAG/PER/8/2008 tentang Perusahaan Perantara Perdagangan Properti, agen properti adalah:

“Perantara perdagangan properti yang selanjutnya disebut tenaga ahli adalah seseorang yang memiliki keahlian khusus di bidang properti yang dibuktikan dengan sertifikat yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi yang terakreditasi.”

Berdasarkan penjabaran di atas kita dapat mengambil kesimpulan, bahwasanya seorang agen properti merupakan, orang yang secara sah bergabung dalam perusahaan perantara perdagangan properti.

Selain tercatat secara legal, orang tersebut juga dibekali ilmu pemasaran jenis dagang tersebut. 

Jika tidak bergabung dalam perusahaan apapun, maka orang ini dapat dikatakan sebagai agen independen.

Kendati demikian, bila sewaktu-waktu kamu ingin menjual rumah dan ada orang yang menawarkan jasanya sebagai perantara, jangan langsung menilai orang tersebut sebagai agen properti, ya.

Sebaiknya, ketahui dulu skill orang itu dengan melihat sertifikat keahliannya. 

Jika ia tidak memiliki sertifikat yang dimaksud, kita berhak menolak jasa dan komisi agen properti yang ia ajukan.

Baca juga:

Memulai Bisnis Properti untuk Pemula

Berapa Komisi Agen Properti?

komisi agen properti

Untuk kamu yang tertarik menggunakan jasa agen properti, jangan khawatir sebab profesi ini legal di Indonesia. 

Bahkan, komisi agen properti juga sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Pada Butir 1 Pasal 12 Peraturan Menteri Perdagangan No. 51/M-DAG/PER/7/2017, disebutkan:

P4 (Perusahaan Perantara Perdagangan Properti) berhak menerima imbal jasa berupa komisi dari Pengguna Jasa atas jasa yang diberikan.

Lalu, pada butir selanjutnya disebutkan pula secara rinci mengenai komisi agen properti, yakni:

Dalam hal P4 melaksanakan jasa jual beli sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf a, P4 berhak menerima komisi yang besarnya paling sedikit 2% (dua persen) dan paling banyak 5% (lima persen) dari nilai transaksi dan disesuaikan dengan lingkup jasa yang diberikan kepada Pengguna Jasa.

Tidak hanya jual-beli, komisi agen properti untuk aktivitas sewa-menyewa unit juga diatur di dalam undang-undang, tepatnya pada Butir 3 Pasal 12 Permendag No.51/2017, yang berbunyi:

Dalam hal P4 melaksanakan jasa sewa-menyewa Properti sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf b, P4 berhak menerima komisi dari Pengguna Jasa paling sedikit 5% (lima persen) dan paling banyak 8% (delapan persen) dari nilai transaksi.

Sayangnya, dalam peraturan tersebut besaran komisi agen properti yang diatur hanya berlaku bagi agen yang bekerja secara sah di dalam sebuah perusahaan.

Bagi agen properti independen, besaran fee yang diterima umumnya didasarkan pada kesepakatan agen dan penyewa jasa. 

Nilainya pun tak sebesar agen properti yang bekerja secara profesional.

Itu tadi besaran komisi agen properti, beserta undang-undang terkait yang mengatur hal tersebut. 

Jika berminat menyewa jasa agen properti, jangan sampai lupa membayar fee atas jasanya, ya.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Bagaimana Cara Menghubungi Agen atau Penjual Properti?

Author:

Yuhan Al Khairi