7 Desain Rumah di Tanah Menurun, Tips Aman & Biayanya

Last update: 10 Oktober 2024 7 min read
Author:

Foto: arafuru.com

Desain rumah di tanah menurun biasanya banyak ditemukan pada wilayah pegunungan.

Tak semua orang menyukai kontur tanah menurun ketika membangun hunian. Ini disebabkan adanya risiko tanah longsor yang cukup besar.

Mendirikan sebuah bangunan di atas tanah yang miring juga bukanlah hal mudah, ada banyak faktor yang perlu diperhatikan supaya hunian tetap kokoh.

Punya tanah kavling dengan kontur tidak rata? Berikut desain rumah tanah menurun yang bisa menjadi inspirasi untuk Anda, beserta info seputar tantangan, tips, dan estimasi biaya membangunnya.

Tantangan dalam Merancang Desain Rumah di Tanah Menurun

  • Lantaran ada risiko dalam hal stabilitas struktur, maka dalam merancang desain rumah di tanah menurun harus memperkuat fondasi dan teknik penahan tanah seperti dinding penahan. 
  • Tantangan berikutnya adalah soal akses. Membangun akses yang bisa dilewati pejalan kaki dan kendaraan adalah keharusan utama dalam merancang rumah di tanah menurun. Apalagi jika aksesnya terpaksa dibangun pada kemiringan yang lumayan curam.
  • Desainer mesti mempertimbangkan penempatan jendela, ventilasi, dan celah lainnya. Itu karena, bisa jadi rumah di permukaan tanah lebih rendah mengalami kekurangan pasokan pencahayaan alami.
  • Memerlukan biaya tak sedikit untuk membangun rumah di tanah tidak rata atau menurun. Pasalnya, akan terdapat biaya tambahan untuk penggalian, penggunaan fondasi khusus, dan pembangunan teras bertingkat.
  • Perlu kecermatan dalam menggunakan setiap area lahan agar bisa dimanfaatkan secara optimal. Karena berada di bidang menurun, bisa jadi ada lahan yang tidak dimanfaatkan secara baik, padahal sudah masuk hitungan harga saat pembelian tanahnya.

Inspirasi Desain Rumah di Tanah Menurun

1. Desain Rumah di Tanah Menurun Bergaya Minimalis

Desain Rumah di Tanah Menurun Bergaya Minimalis

Foto: Archdaily

Desain rumah di tanah menurun yang pertama mengusung gaya minimalis.

Bangunan satu ini mungkin sering Anda lihat di daerah sekitar pegunungan, misalnya Dago di Coblong, Bandung.

Rancang bangunnya terbilang cukup simpel, dengan material kaca yang cukup dominan. Tips yang membuatnya kokoh adalah tanah bagian bawah sengaja dibentuk rata.

Tanah bagian bawah dan atas yang berundak tetap bisa menahan beban bangunan. Anda bisa menyiasati interiornya dengan konsep mezzanine.

2. Desain Rumah Tanah Miring Ke Depan

Desain Rumah Tanah Miring Ke Depan

Desain rumah di tanah menurun ke depan satu ini dapat memberikan kesan hunian terlihat lebih megah dan besar.

Seperti pada inspirasi di atas, kontur tanah yang menurun membuat bangunan tampak lebih tinggi dari yang seharusnya.

Sedikit saran, bila ingin membangun rumah di atas tanah yang miring ke depan maka sebaiknya perhatikan keamanan.

Anda bisa membuat jalan setapak mirip tangga menuju pintu masuk utama. Pastikan material untuk jalan setapak tidak licin.

3. Desain Rumah Bergaya Kabin

Desain Rumah di Tanah Menurun Bergaya Kabin

Foto: self-build.co.uk

Rumah kabin sederhana juga bisa dibangun di atas tanah menurun.

Seperti pada inspirasi di atas, rumah kabin disangga dengan fondasi kayu yang kokoh. Terdapat lantai yang juga sama kokohnya, bisa terbuat dari batu dengan campuran semen.

Perhatikan kemiringan tanah untuk menentukan jenis fondasi apa yang tepat untuk rumah kabin. Selain kayu, Anda juga bisa menggunakan fondasi batu agar lebih kuat.

Khusus untuk rumah kabin, Anda tak harus mendirikan bangunan yang luas. Justru, rumah sederhana dengan jumlah ruangan yang sedikit akan lebih cocok dengan konsep satu ini.

4. Desain Rumah dengan Tiang Penyangga

Desain Rumah di Tanah Menurun dengan Tiang Penyangga

Foto: houzz

Desain rumah di tanah menurun berikutnya terbilang cukup unik. Gunakan tiang-tiang penyangga agar bangunan seimbang dan kokoh.

Seperti pada inspirasi di atas, kondisi tanah yang cenderung menurun tetap bisa terlihat bagus dan berfungsi dengan maksimal berkat sanggaan tiang.

Jenis tiang yang dipilih juga harus disesuaikan dengan luas dan tinggi bangunan. Fondasinya juga harus kuat, agar bangunan tidak mudah roboh.

Jika Anda memiliki tanah kavling dengan kontur yang tidak rata, desain hunian di tanah menurun satu ini dapat menjadi referensi.

Tak selalu bergaya minimalis, Anda juga bisa menggunakan berbagai konsep hunian lainnya. Antara lain gaya rustic, klasik, tropis, dan futuristik.

5. Desain Rumah di Tanah Menurun dan Curam

Desain Rumah di Tanah Menurun dan Curam

Foto: trendir.com

Apa yang ada dalam benak Anda saat melihat desain yang satu ini? Tentu takjub dan tercerahkan, ternyata di tanah curam bisa dibangun hunian super cantik.

Tanah yang sangat curam, dibuat seperti tangga agar menghindari risiko terjadinya tanah longsor. Trik ini dikenal dengan istilah terasering, biasa diaplikasikan pada area persawahan.

Anda dapat menjadikan desain rumah di atas sebagai referensi, bangunannya cenderung modern dengan material kaca yang dominan.

Diakibatkan tanah yang menanjak, interior rumah juga akan dirancang lebih kompleks. Anda bisa menerapkan konsep split level agar lebih nyaman dan luas.

6. Desain Rumah Bergaya Futuristik

Desain Rumah di Tanah Menurun Bergaya Futuristik

Foto: minimalist.id

Desain rumah di tanah miring satu ini cocok untuk Anda yang suka dengan bentuk bangunan unik sedikit nyentrik.

Apalagi jika hunian hendak dibangun di kontur tanah miring, maka desain bangunan bergaya futuristik bisa menjadi pilihan tepat.

Mengapa?

Arsitektur futuristik cenderung eksperimental, bentuk bangunannya merupakan hasil perpaduan dari banyak bentuk geometris sehingga memberikan kesan tak biasa.

Tidak hanya itu, bangunan futuristik tampak mencolok dengan bentuk asimetris yang membuatnya cocok dibangun di atas tanah berkontur miring.

7. Desain Rumah di Tanah Menurun Bergaya Modern

Desain Rumah di Tanah Menurun Bergaya Modern

Foto: novushomes.com.au

Desain rumah di tanah menurun yang terakhir mengusung gaya modern dengan bentuk bangunan elegan.

Bangunan rumah tidak dibangun di atas tanah berkontur miring, justru lahan yang menurun disiasati dengan membuat tangga menuju hunian.

Tips ini bisa diaplikasikan jika tanah yang Anda miliki tak semuanya menurun serta cenderung luas.

Desain bangunannya juga modern, dengan jendela besar yang membuatnya tampak cantik.

Tips Aman untuk Memaksimalkan Desain Rumah di Tanah Menurun

1. Gunakan Dinding Penahan Tanah

Dinding Penahan Tanah

Foto: radarbanyumas.disway.id

Menggunakan dinding penahan tanah bisa menjadi solusi untuk mencegah terjadinya longsor pada tanah yang menurun.

Apabila musim hujan, tanah yang menurun memang rawan longsor. Apalagi jika tanahnya tidak ditanami tanaman hijau.

Biasanya, dinding penahan tanah memang dibangun pada lereng atau tempat di mana ada perbedaan ketinggian yang berpotensi menyebabkan terjadinya gerakan tanah atau longsor.

Anda bisa terlebih dahulu berkonsultasi dengan kontraktor.

Baca juga: Sama-Sama Dinding Penahan Tanah. Apa Beda Turap dan Bronjong?

2. Gunakan Struktur Bertingkat

Rumah Split Level

Pernah mendengar istilah split-level? Ini adalah struktur yang membuat rumah memiliki tingkat ketinggian berbeda.

Contohnya, bagian ruang keluarga dibuat lebih rendah daripada ruang tamu.

Dengan menggunakan teknik ini, pembangunan rumah bisa meminimalkan kebutuhan penggalian besar dan dinding penahan.

Misalnya, karena area dapur memiliki tingkat ketinggian tanah yang lebih rendah daripada area ruang tamu, makan bisa dibuat konsep split-level dengan membuatnya lebih rendah.

Anda bisa berkonsultasi dengan arsitek yang akan merancang rumah, agar interiornya tetap estetik meski ketinggian level-nya berbeda.

3. Buat Dek atau Teras

Dek untuk BBQ di rumah

Untuk memanfaatkan lahan yang tidak datar pada area luar rumah, kamu bisa membangun dek atau teras.

Nantinya, dek atau teras datar itu bisa dimanfaatkan sebagai tempat untuk bersantai, bermain, atau mengadakan acara keluarga.

Material yang digunakan bisa beton, semen, atau kayu.

4. Gunakan Tanaman Pencegah Erosi

Tanaman Akar Wangi

Tips berikutnya dalam membuat desain rumah tanah miring ke samping adalah memanfaatkan tanaman pencegah erosi pada area tanah yang masih kosong.

Salah satu tanaman yang direkomendasikan adalah akar wangi. Tanaman ini memiliki akar yang bisa mencapai kedalaman hingga enam meter.

Tanaman ini juga diyakini mampu mengurangi laju erosi hingga 90 persen apabila tutupan daunnya mencapai 70 persen.

Fungsi lainnya, tanaman ini bisa menjadi kolom-kolom beton rapat yang menahan tanah tidak longsor.

5. Pastikan Sistem Drainasenya Efisien

Drainase rumah

Jangan lupa juga untuk memperhatikan sistem drainase saat merancang desain rumah tanah lebih rendah dari jalan atau di tanah menurun.

Beberapa sistem drainase yang disarankan di antaranya adalah parit, saluran air bawah tanah, atau sistem talang yang dirancang untuk mengalihkan air dari rumah.

Tanpa adanya drainase yang baik, akan tercipta genangan air di area luar rumah apabila hujan turun.

Estimasi Biaya Membangun Rumah di Tanah Menurun

Tentu saja untuk menentukan biaya membangun rumah di tanah menurun tergantung pada beberapa variabel, seperti lokasi, luas tanah, material, kerumitan desain, hingga upah pekerja.

Namun, kami telah merangkum estimasi biaya untuk membangun rumah sederhana di tanah menurun dengan luas 60 meter persegi.

Berikut adalah perhitungan estimasinya:

  • Harga tanah: Rp20.000.000
  • Biaya konstruksi: Rp210.000.000
  • Upah pekerja: Rp120.000 per hari x 30 hari = Rp3.600.000 (jika menggunakan jasa harian)
  • Biaya tak terduga: 10% dari total (Rp20.000.000 + Rp210.000.000 + Rp3.600.000) = Rp23.660.000
  • Total estimasi biaya: Rp20.000.000 + Rp210.000.000 + Rp3.600.000 + Rp23.660.000 = Rp257.260.000

***

Membangun rumah di tanah menurun memang memiliki tantangannya tersendiri.

Kendati begitu, jika mampu membuat desain rumah di tanah menurun yang tepat, Anda bisa mengubah lahan menurun menjadi aset yang menarik.

Jangan lupa untuk mempertimbangkan estimasi biaya dan tips keamanan yang telah dibahas, agar proses pembangunan berjalan lancar tanpa mengorbankan kualitas.

Ingin menjual atau menyewakan rumah? Pasang iklan rumah cepat dan mudah di 99.co Indonesia.

 

Yongky Yulius adalah penulis yang berpengalaman sebagai reporter dan editor berita di media massa. Telah berkarier lebih dari lima tahun. Kini fokus mengulas soal desain hunian, investasi properti, dan info KPR.