
Rumah semi permanen barangkali bukan menjadi pilihan tempat tinggal yang diminati masyarakat, terlebih bagi mereka yang tinggal di kawasan perkotaan.
Ada banyak faktor yang membuat hunian semi permanen agak kurang dilirik, salah satunya terkait keamanan karena bangunannya relatif tidak tahan lama.
Meski begitu, hunian semi permanen bisa menjadi solusi bagi kamu yang hendak membangun rumah dengan bujet terbatas.
Pasalnya, bila dibandingkan dengan membangun rumah permanen, biaya pembangunan rumah semi permanen terhitung lebih murah.
Selain itu, waktu pengerjaannya pun relatif lebih cepat bila dibandingkan dengan lama pembangunan rumah permanen.
Perbedaan rumah permanen dan semi permanen selanjutnya dapat dilihat dari material yang digunakan.
Konstruksi dan struktur rumah permanen dibuat dari dari bahan beton, batu bata dan baja, sehingga memiliki tingkat kekuatan yang lebih baik.
Sementara, konstruksi rumah semi permanen umumnya dibuat dari material kayu, bambu, logam, atau perpaduan dari ketiga material tersebut.
Usia pemakaian rumah permanen juga cenderung panjang, nisa mencapai beberapa dekade tergantung pemeliharaan.
Adapun rumah semi permanen, biasanya memiliki ketahanan sekitar 5–10 tahun saja.
Inspirasi Desain Rumah Semi Permanen Estetik
Tetap ingin membangun rumah semi permanen? Jangan khawatir, kamu bisa membuat sebuah hunian yang estetik dan kukuh.
Sebagai inspirasi, lihat beberapa contoh desainnya di bawah ini.
1. Desain Minimalis Modern
Foto: desain.id
Tidak hanya cocok untuk rumah permanen, desain minimalis modern di atas juga sesuai untuk hunian semi permanen.
Konsep desain rumah minimalis modern menekankan pada aspek fungsionalitas, dengan tata ruang yang efisien sehingga cocok diterapkan pada rumah sederhana.
Desain rumah minimalis modern ini sangat pas jika dijadikan sebagai tempat tinggal untuk pasangan baru menikah.
2. Desain Sederhana
Foto: rwhome.web.id
Jika lahan yang tersedia untuk membangun hunian semi permanen terbatas, kamu bisa coba menerapkan konsep rumah sederhana.
Seperti gambar di atas, bentuk rumah tersebut memang terlihat simpel, tetapi cukup estetis dengan penambahan sejumlah elemen seperti batu alam pada bagian fasad.
Model hunian semi permanen seperti ini bisa dibangun dengan sejumlah material seperti GRC, kayu, bambu, atau campuran tembok kayu pada area dinding rumah.
Saat ini, banyak rumah semi permanen yang dibangun dengan material GRC.
Penerapan material tersebut dianggap lebih efektif dan relatif kuat untuk dinding.
3. Desain Rumah Kontainer
Selain kayu, GRC atau bambu, rumah semi permanen juga bisa dibangun dengan material logam, khususnya menggunakan kontainer bekas.
Seperti gambar di atas, penerapan desain rumah semi permanen kontainer mampu menciptakan kesan futuristik.
Konsep rumah kontainer cukup populer di negara-negara barat, tetapi konsep ini juga mulai banyak diterapkan di Indonesia.
Bahkan, tidak hanya pada hunian, konsep tersebut mulai banyak diaplikasikan pada bangunan kafe dan kantor.
4. Desain Setengah Tembok
Rumah semi permanen setengah tembok merupakan hunian yang bagian dindingnya terbuat dari semen, batu bata dan kayu.
Setengah bagian dinding terbuat dari tembok semen, sedangkan setengahnya lagi dibuat dengan material kayu.
Desain rumah semi permanen ini terbilang kukuh dan dapat memberi kenyamanan bagi para penghuninya.
5. Desain Rumah Kayu 2 Lantai
Apabila hendak membangun rumah kabin di pedesaan, rumah semi permanen dengan material full kayu juga cocok diterapkan.
Meski begitu, untuk rumah semi permanen full kayu, kamu perlu melakukan perawatan secara berkala agar tahan lama.
Perawatan bisa dilakukan dengan menyemprotkan cairan anti-rayap.
Selain itu, rajin-rajin membersihkan saluran air agar kayu tidak lapuk karena lembap.
Tips Membangun Rumah Semi Permanen
Tidak bisa dimungkiri, bangunan rumah semi permanen memang lebih ringkih dibandingkan hunian berbentuk permanen.
Karena itu, ada sejumlah hal yang harus diperhatikan saat membangun hunian jenis ini.
Hal tersebut dimaksudkan agar bangunan rumah lebih tahan lama, serta mampu menahan terpaan cuaca ekstrem dari luar.
Sebagai pertimbangan, berikut tips membangun rumah
1. Gunakan Pondasi Beton
Keamanan dan ketahanan rumah dipengaruhi oleh kukuh-tidaknya pondasi pada sebuah bangunan.
Karena itu, faktor ini sangat vital diperhatikan saat kamu membangun sebuah rumah.
Jika hendak membangun rumah semi permanen, ada baiknya untuk tetap membuat pondasi bangunan dari beton layaknya rumah permanen.
Selain lebih kukuh, penerapan pondasi beton juga mempermudah proses pengubahan bangunan jika ingin dibuat menjadi permanen.
2. Pilih Struktur Bangunan Modular
Selain pondasi, hal lain yang tidak kalah penting dalam membangun rumah adalah menentukan struktur bangunannya.
Khusus pada rumah semi permanen, kamu bisa coba membangun rumah dengan konstruksi struktur modular unit.
Struktur rumah modular memiliki keunggulan dari proses pengerjaan yang cepat, mudah, dan relatif murah.
Rumah semi permanen dengan struktur modular cukup banyak digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk rumah tinggal, kantor, dan kafe.
Contoh rumah semi permanen dengan struktur modular adalah rumah dari kontainer, yang sejatinya cukup mudah dirakit dan dipindahkan.
3. Perhatikan Kualitas Material
Selain pondasi, kualitas material yang digunakan pun turut memengaruhi ketahanan dan kekukuhan rumah.
Maka itu, pilih dan gunakan material bangunan yang berkualitas tinggi.
Harganya mungkin jauh lebih mahal, tetapi material berkualitas pasti memiliki ketahanan yang lebih baik daripada material abal-abal.
Baca juga: 9 Desain Rumah Idaman, dari yang Sederhana hingga Mewah
Itulah sejumlah desain rumah semi permanen beserta tips membangunnya.
Semoga artikel ini bermanfaat!





