
Cara membuat pondasi rumah yang bagus adalah hal yang mesti diketahui agar hunian berdiri kokoh.
Dalam membangun rumah, pondasi merupakan bagian paling penting karena menjadi penopang bagunan di atasnya.
Apabila pondasinya tidak dibangun secara kuat, apa pun yang berdiri di atasnya bisa roboh.
Anda tentu ingin membangun rumah yang kokoh seperti di SEION Serang atau Kota Baru Parahyangan kan?
Nah, melalui artikel ini, Anda akan mengetahui soal beberapa jenis pondasi dan cara buat pondasi rumah yang bagus, bahkan pondasi rumah tahan gempa.
Langsung saja, simak pembahasannya di bawah ini, ya!
Pentingnya Pondasi Rumah yang Bagus
Pondasi berfungsi sebagai penopang utama struktur bangunan untuk menahan beban vertikal.
Selain itu, jika ada gempa bumi, pondasi rumah yang bagus akan mendistribusikan gaya lateral akibat getaran gempa.
Dengan begitu, pondasi tersebut bisa mencegah pergeseran atau keruntuhan bangunan selama gempa terjadi.
Kesimpulannya, pondasi rumah yang kuat menjaga kestabilan dengan menyalurkan beban bangunan ke tanah yang lebih dalam, sehingga rumah tetap kokoh dan aman meski mengalami tekanan dari aktivitas seismik.
Mengenal Pondasi Rumah
1. Pondasi Rumah Sederhana

Pondasi rumah sederhana, atau pondasi rumah dangkal, cocok untuk rumah satu lantai.
Fungsinya adalah, untuk menopang beban struktur ketika pemasangan bata.
Berikut beberapa hal yang mesti dilakukan mengenai pondasi rumah sederhana:
- Biasanya terbuat dari batu alam, batu kali, atau batu bata. Tergantung jenis rumah dan tanahnya.
- Memiliki berbagai ukuran yang dapat diatur penataannya.
- Dibuat dan ditanam dengan kedalaman antara 60 hingga 80 cm saja, untuk pondasi rumah murah 1 lantai.
Sebagai informasi, banyak rumah dijual di Surabaya yang memiliki 1 lantai, menggunakan pondasi jenis ini karena kontur tanahnya yang relatif datar.
Namun tentu saja, untuk rumah 2 lantai, pondasi rumahnya mesti lebih kompleks dan dalam.
2. Pondasi Rumah 2 Lantai atau Lebih

Pondasi dalam atau pondasi footplat sering digunakan untuk membangun rumah 2 lantai atau lebih.
Pondasi tersebut memiliki struktur besi bertulang. Kedalamannya sekitar 130 cm hingga 2 meter.
Namun kebanyakannya, pondasi rumah 2 lantai jenis footplat, ditanam dengan kedalaman 150 cm.
Dengan kedalaman tersebut, rumah dua lantai sederhana akan berdiri kokoh.
Kemudian, untuk membangun rumah 2 lantai, Anda juga bisa menggunakan pondasi sumur atau bore pile yang terbuat dari beton precast yang dibuat langsung di lokasi.
Pondasi tersebut dibangun dengan mengebor pada lahan tempat akan berdirinya rumah sebelum memasukkan tulangnya, lalu ditutup lagi dengan cor.
3. Pondasi Rumah Tahan Gempa

Foto: Cylonphoto from Getty Images via Canva Pro
Pondasi rumah tahan gempa bisa dipertimbangkan saat Anda hendak renovasi rumah agar bangunannya lebih kokoh ketika digoyang gempa.
Bangunan rumah tahan gempa memiliki beberapa ciri, yakni memiliki struktur sistem penahan gaya dinamik gempa, dan memiliki konfigurasi struktur yang memenuhi standar inti tempa.
Untuk bagian pondasinya, mesti diletakkan ke tanah dengan keras, pada kedalaman minimum 60-80 centimeter.
Anda bisa melakukan uji sondir tanah pada lokasi yang akan dibangun untuk mengetahui faktor akurasi dari kedalaman pondasi.
Setelah itu, bisa dilanjutkan proses perhitungan bangunan oleh ahli konstruksi.
Dengan begitu, bisa didapatkan kedalaman dan komponen tulangan struktur bangunan yang ideal.
Adapun salah satu material penting yang harus ada pada rumah tahan gempa adalah beton bertulang.
Bagaimana cara membuat pondasi rumah ini? Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan.
Cara Membuat Pondasi Rumah Secara Umum

Foto: Monkey Business Images
1. Analisis Tanah
Langkah pertama yang mesti dilakukan adalah menganalisis tanah di lokasi konstruksi.
Fungsinya untuk bisa menentukan jenis tanah, kekuatan, dan kondisinya.
Nantinya, Anda bisa lebih mudah dalam memilih desain dan jenis pondasi yang akan digunakan.
2. Proses Penggalian
Proses penggalian lubang atau parit dilakukan berdasarkan desain pondasi yang sudah direncanakan.
Penggalian adalah langkah penting dalam pembuatan pondasi rumah yang bagus.
3. Memasang Bekisting
Bekisting dapat dipasang di sekitar lubang pondasi, agar terbentuk pondasi yang diinginkan.
Biasanya, terbuat dari kayu atau logam.
4. Memasang Peralatan Drainase
Peralatan ini dipasang agar pondasi tetap kering.
Beberapa peralatan yang termasuk di dalamnya adalah pipa pembuangan dan material perlindungan terhadap kelembapan.
5. Mengisi Material Alas
Untuk bisa meratakan beban bangunan, selanjutnya Anda perlu mengisi material alas.
Material yang digunakan di antaranya adalah batu kerikil atau pasir yang diletakkan di dasar lubang pondasi.
6. Membuat Pondasi
Ini adalah langkah kunci yang mesti dilakukan secara hati-hati agar tidak ada gelembung udara.
Dalam proses ini, beton dicampur dan dituangkan ke dalam bekisting.
Kemudian, beton yang baru dicor harus dipadatkan untuk menghilangkan gelembung udara.
7. Pemeliharaan
Langkah berikutnya, beton mesti dijaga kelembapannya selama beberapa hari.
Sebaiknya, hindari juga paparan langsung sinar matahari.
8. Pembongkaran Bekisting
Ini adalah langkah terakhir dalam cara membuat pondasi rumah yang bagus dan tahan gempa.
Anda mesti membongkar bekisting yang terpasang setelah beton mengeras.
Setelah itu, barulah terlihat pondasi yang sebenarnya.
Tips Membuat Pondasi Rumah

Foto: valentynsemenov via Canva Pro
1. Bangun Pondasi di Tanah yang Keras
Agar rumah nantinya stabil dan tahan goncangan, pondasi harus dibuat di atas tanah yang keras dan kokoh.
Mengapa demikian? Ini karena pondasi berfungsi sebagai dasar yang mengalirkan beban bangunan ke tanah sekitarnya.
Dengan kata lain, jika tanah tempat rumah dibangun tidak stabil dan kuat, maka pondasi rumahnya pun tidak akan kuat.
Jika tanah tidak cukup keras, maka perkuat lapisan tanahnya terlebih dahulu.
Setelah tanah untuk konstruksi digali, biarkan dahulu tanah selama beberapa hari dan sirami serta padatkan secara manual agar tanah semakin stabil.
Jika cara membuat pondasi rumah ini kurang, tambahkanlah lapisan pasir batu di dasar pondasi lalu padatkan dengan mesin stamper.
2. Tanam Pondasi di Kedalaman yang Cukup
Umumnya, pondasi rumah tahan gempa menggunakan jenis pondasi batu kali menerus yang dapat menghubungkan pondasi dengan sloof.
Agar semakin kokoh dan kuat, tanam pondasi batu kali minimal 45 cm di bawah permukaan tanah jika Anda ingin membangun rumah 1 lantai.
Sedangkan untuk pondasi rumah 2 lantai, minimal kedalamannya adalah 60 cm agar lebih kuat.
Agar pondasi tahan gempa semakin kuat, Anda bisa menambahkan pondasi telapak atau pondasi sumuran pada beberapa lokasi tertentu.
3. Bangun Pondasi Rumah Secara Kontinyu
Salah satu cara membuat pondasi rumah tahan gempa adalah harus menerus alias tidak boleh terputus.
Semua harus dipersiapkan dengan matang jika Anda hendak membangun rumah tahan gempa
Dengan begitu, biaya tidak akan jadi alasan untuk mengurangi material pondasi hingga tidak bisa membuat pondasi menerus.
Jika sampai dikurangi dan pondasi rumah bukan pondasi menerus, daya tahan rumah terhadap gempa akan sangat diragukan.
Dari mulai tembok retak sampah bangunan yang roboh.
Baca juga: Bangunan Tahan Gempa, Syarat Keamanan Minimum hingga Ketentuannya
4. Gunakan Balok Pengikat Pondasi Rumah
Setelah pondasi batu selesai dibuat, cara membuat pondasi rumah berikutnya adalah membuat sloof atau balok pengikat dari bahan beton.
Fungsi sloof ini adalah untuk mengalirkan beban bangunan ke pondasi secara merata.
Tak hanya digunakan pada pondasi menerus, sloof juga digunakan pada pondasi jenis setempat.
Dalam pondasi batu kali, sloof harus tetap dibuat kokoh dengan cara mengikat badan sloof dengan angker sepanjang setengah meter.
Balok pengikat pondasi atau sloof ini akan semakin membuat pondasi batu kali kuat dan menjadi pondasi tahan gempa yang sangat kokoh dan bagus.
5. Ikat Pondasi, Sloof, dan Kolom Jadi Satu
Tahap terakhir dalam cara membuat pondasi rumah tahan gempa adalah mengikat pondasi, sloof, dan kolom menjadi satu kesatuan.
Anda harus pastikan semua bagian tadi terikat dengan kuat serta terintegrasi dengan baik, terutama pada bagian pembesiannya.
Jika semua terintegrasi dengan baik, guncangan dari gempa akan tersalurkan ke seluruh bagian pondasi dan bangunan secara keseluruhan secara merata.
Jika guncangan tersalur secara merata, tidak akan ada bagian rumah yang terkena dampak paling parah sehingga akhirnya retak dan runtuh.
Pondasi rumah tahan gempa ini dapat menyelamatkan banyak harta benda juga tentu saja jiwa penghuninya.
Catatan Penting dalam Pembuatan Pondasi Rumah
Sampai sini, Anda sudah mengetahui seluk-beluk mengenai pondasi rumah yang bagus, mulai dari dalam pondasi rumah hingga cara buat pondasi rumah yang kuat.
Namun perlu diperhatikan, pembuatan pondasi rumah tetap harus berkonsultasi dengan ahli struktur yang sudah memiliki pengetahuan dan pengalaman mumpuni.
Beberapa manfaat bisa didapatkan dari berkonsultasi dengan ahlinya, yakni:
- Ahli akan membantu memilih material terbaik yang mendukung ketahanan pondasi rumah.
- Ahli akan membantu Anda memastikan desain pondasi yang sesuai dengan jenis bangunan dan kondisi tanah.
- Ahli akan memastikan pondasi rumah sesuai dengan standar keamanan dan konstruksi berlaku.
***
Itulah tadi beberapa cara membuat pondasi rumah yang bagus dan tahan gempa.
Informasi pada artikel ini hanya merupakan referensi awal saja.
Selebihnya, Anda bisa bertanya langsung kepada ahlinya, seperti insinyur sipil atau ahli konstruksi.
Jangan lupa juga cek beragam rumah dijual di lokasi strategis, seperti rumah dijual di Bogor dan rumah dijual di Bandung.
Semoga artikel ini membantu Anda, ya.