9 Karakteristik High Rise Building yang Penting untuk Diketahui

7 Okt 2019 - Yuhan Al Khairi

9 Karakteristik High Rise Building yang Penting untuk Diketahui

Apakah Anda pernah mendengar kata High Rise Building? Bagaimana jika bangunan tinggi? Ya, kedua hal tersebut sebenarnya merupakan dua istilah yang sama, hanya saja ditulis dalam dua bahasa berbeda.

High rise building sendiri merupakan istilah yang dipakai dalam bahasa inggris dalam menjelaskan sebuah gedung atau bangunan yang tinggi menjulang, serta jumlah tingkat atau lantai yang banyak.

Melihat dari penjelasan tersebut, apakah semua gedung bertingkat dapat dikategorikan sebagai bangunan tinggi? Tentu saja tidak.

Pasalnya, untuk dapat dikategorikan sebagai bangunan tinggi, sebuah gedung harus memenuhi beberapa syarat atau karakteristik tertentu lebih dulu.

Namun, sebelum kita membahas lebih jauh masalah tersebut, ada baiknya Anda mengetahui terlebih definisi dari high rise building di bawah ini.

Pengertian High Rise Building

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, secara harfiah arti dari high rise building adalah bangunan tinggi. Namun, beberapa lembaga juga telah mencoba mengartikan istilah ini secara luas.

Pada gelaran International Conference on Fire Safety in High-Rise Buildings, bangunan tinggi diartikan sebagai struktur apapun, di mana tingginya dapat memiliki dampak besar terhadap evakuasi.

Hal ini berbeda dengan pengertian yang diberikan oleh New Shorter Oxford English Dictionary. Di sini diartikan, bahwa high rise building adalah sebuah bangunan yang memiliki banyak tingkat.

Sedang Massachusetts General Laws mendefinisikan bangunan tinggi sebagai bangunan yang mencapai lebih dari 70 kaki atau sekitar 21 meter.

Serupa dengan Massachusetts General Laws, banyak insinyur dan arsitek bangunan yang menyebutkan, bahwa sebuah bangunan high rise building memiliki ketinggian minimal 75 kali atau sekitar 23 meter.

Dari penjabaran di atas, dapat disimpulkan bahwa salah satu ciri yang paling terlihat dari sebuah high rise building adalah tinggi dari bangunan tersebut.

Lantas, jika bangunan yang dibangun setinggi 75 kaki hingga 491 kaki (atau 23-150 meter) disebut sebagai high rise building, bagaimana dengan gedung-gedung yang memiliki tinggi lebih dari itu?

gedung tinggi

(Photo: iStock)

Jika sebuah bangunan memiliki tinggi di atas 492 kaki atau lebih dari 150 meter, maka bangunan tersebut dapat dikategorikan sebagai bangunan atau gedung pencakar langit.

Gedung pencakar langit juga sudah banyak di bangun di berbagai negara, di antaranya Burj Khalifa (830 meter), Willis (527 meter), Taipei 101 (508 meter), Shanghai World FC (294 meter) dan masih banyak lagi.

Setelah membaca pengertian di atas, apakah Anda sudah mengerti definisi secara luas dari high rise building? Jika belum, simak lagi penjelasan mengenai karakteristiknya di berikut ini, yuk!

Karakteristik High Rise Building

Banyak bangunan yang dibangun lebih dari satu atau dua lantai, namun tak semua dari bangunan tersebut dapat dikategorikan sebagai high rise building.

Jika demikian, apa sih karakteristik yang dimiliki oleh jenis bangunan yang satu ini? Berikut beberapa di antaranya:

  1. Memiliki Ketinggian Minimal 23 Meter

Seperti yang juga telah disebut pada pengertian high rise building, banyak pakar yang berpendapat bahwa sebuah bangunan baru bisa dikatakan bangunan tinggi jika memiliki tinggi minimal 23 meter atau 6 lantai.

Tidak sulit menemukan bangunan-bangunan dengan tinggi minimal 23 meter di kota-kota besar. Bangunan atau gedung tersebut biasanya diperuntukan sebagai perkantoran, hotel, hingga apartemen.

  1. Memiliki luas lantai 750-1500 meter persegi

Tidak hanya tinggi menjulang, pada umumnya bangunan tinggi dibangun dengan luas tapak yang cukup kecil, yakni berkisar 750 meter persegi hingga 1500 meter persegi.

Hal ini disebabkan, oleh ketersediaan lahan kosong yang cukup sedikit di kota-kota besar, area high rise building biasanya dibangun.

  1. Dibangun dengan 3 Tipe Struktur


(Photo: iStock)

Mungkin Anda pernah berpikir, bagaimana bisa sebuah bangunan dibangun dengan tinggi yang sangat fantastis, namun tahan terhadap terpaan gempa dan risiko pergerakan alam lainnya?

Hal ini dikarenakan dari struktur bangunan yang diusung pada high rise building. Paling tidak, ada tiga tipe struktur yang diaplikasikan pada bangunan tinggi, yaitu open frame, flat slab, dan bearing wall system.

  1. Biasanya Berbentuk Lurus

Beberapa bangunan tinggi mungkin dibangun secara unik, sehingga bentuknya tidak lurus seperti high rise building biasanya dibangun. Namun, hal tersebut pasti sudah diperhitungkan dengan matang.

Meski begitu, biasanya bangunan tinggi memiliki bentuk yang tipikalnya lurus ke atas. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah perencanaan dan pelaksanaan struktur bangunan tersebut.

  1. Merupakan Cara Mengatasi Keterbatasan Lahan

Ya, seperti halnya apartemen, yang dibangun secara vertikal untuk mengakali ketersediaan lahan yang mulai sedikit, high rise building juga dibangun dengan prinsip yang relatif sama.

Logikanya, dengan membangun banyak lantai ke atas, lahan yang dibutuhkan untuk membangun sebuah gedung tinggi jauh lebih hemat, bahkan jika dibandingkan dengan membangun kompleks perumahan.

  1. Diperkaya dengan Sistem Aerodinamika

Apa itu sistem aerodinamika? Aerodinamika adalah salah satu cabang dinamika yang mengkaji soal pergerakan udara, khususnya ketika udara tersebut berinteraksi dengan benda padat.

Selain struktur, sistem aerodinamika inilah yang membuat sebuah high rise building tahap terhadap guncangan gempa dan terpaan angin, meski dibangun sangat tinggi.

  1. Memiliki Tingkat yang Tinggi saat Dibangun

Berbeda dengan jenis bangunan lainnya, membangun sebuah high rise building memiliki tingkat kesulitan yang tinggi pada saat proses pembangunannya.

Mengapa demikian? Sebab, sebuah gedung tinggi dibangun melibatkan banyak pihak, durasi pelaksanaan yang panjang, memakai disiplin ilmu yang banyak, memiliki dampak lingkungan, hingga berisiko tinggi.

Oleh sebab itu, diperlukan kajian yang panjang dan rumit, sebelum sebuah perusahaan dapat membangun sebuah bangunan tinggi.

  1. Membutuhkan Material dan Kebutuhan Energi yang besar


(Photo: iStock)

Melihat tingginya high rise building, kebayang dong seberapa banyak material bangunan yang dibutuhkan ketika proses pembangunannya?

Selain itu, bangunan-bangunan tinggi biasanya difungsikan untuk aktivitas yang bermacam-macam, mulai dari perumahan hingga aktivitas bisnis dan perkantoran.

Maka dari itu, jelas saja apabila sebuah gedung tinggi membutuhkan pasokan energi yang sangat besar.

  1. Memiliki Nilai Arsitektur Tinggi

Nah, ini dia karakteristik terakhir yang dimiliki oleh sebuah bangunan tinggi atau high rise building. Biasanya, gedung-gedung tersebut tidak hanya dibangun berdasarkan fungsinya saja.

Namun juga, dibuat dengan ide dan desain arsitektur yang sangat menarik. Hal ini tak ubahnya seperti mahakarya bagi seorang arsitek yang merancang bangunan tersebut.

Itu tadi beberapa informasi penting yang patut untuk Anda ketahui terkait high rise building atau bangunan tinggi.

Bagi Anda yang sedang mencari bangunan tinggi, seperti apartemen untuk dijadikan sebagai hunian, ada beberapa rekomendasi hunian vertikal yang bisa Anda pilih di situs properti 99.co/id atau 99.co Indonesia.

Di sana, Anda tidak cuma bisa menemukan apartemen impian saja, namun juga berbagai jenis properti lainnya dari seluruh wilayah di tanah air.

Author:

Yuhan Al Khairi