IMB adalah Surat Penting untuk Bangun Rumah, Simak Syarat-Syaratnya!

16 Mar 2020 - Rachmi Arin Timomor

IMB adalah Surat Penting untuk Bangun Rumah, Simak Syarat-Syaratnya!

Kamu ada rencana untuk membangun atau merenovasi rumah? Ada baiknya untuk terlebih dulu mengurus kewajiban berupa Izin Mendirikan Bangunan atau IMB.


IMB menjadi syarat yang sangat penting sebelum mendirikan atau renovasi bangunan. 


Pasalnya, IMB yang dijamin Undang-Undang dan peraturan daerah menjadi sebuah kewajiban yang harus dipatuhi oleh semua orang.


Meski terdengar sedikit membingungkan, namun pengurusan IMB tidak serumit yang dibayangkan. 


Bahkan karena kemudahan teknologi, bagi kamu yang tidak memiliki banyak waktu untuk mengurus IMB, sudah disediakan IMB online, lho.


Nah, berikut ini adalah syarat hingga cara mengurus IMB yang bisa menjadi informasi untukmu. Simak selengkapnya, ya!

Pengertian IMB

Izin Mendirikan Bangunan atau yang biasa disingkat IMB adalah proses izin untuk mendirikan, memperbaiki, mengubah atau merenovasi suatu bangunan. 


IMB adalah sebuah izin yang dikeluarkan pemerintah daerah sebagai kelayakan bangunan yang akan dibangun.


Undang-Undang yang mengatur IMB adalah UU No.34 Tahun 2001 Tentang Pajak dan Retribusi Daerah. 


Tujuan dari IMB adalah menciptakan tata letak bangunan yang teratur dan nyaman yang menjaga ketertiban dan keselarasan suatu bangunan dengan lingkungan sekitar.


Adapun sanksi bangunan tanpa IMB adalah sanksi administratif, denda hingga perintah pembongkaran bangunan. 


Sanksi tersebut tercantum pada UU No.28 Tahun 2002 Pasal 39 tentang Bangunan Gedung.


Selain itu manfaat IMB adalah :

  • Memberikan perlindungan hukum dan kepastian pada bangunan

  • Meningkatkan nilai jual rumah

  • Dapat menjadi jaminan kredit bank atau agunan

  • Menjadi syarat transaksi jual beli

  • Sebagai persyaratan wajib untuk mengubah Hak Guna Bangunan (HGB) menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM).

Syarat IMB


Syarat dari IMB adalah berupa beberapa kelengkapan atau berkas yang perlu dipersiapkan meliputi bukti kepemilikan tanah, bukti pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB) dan gambar arsitektur untuk rumah tinggal.  


Identitas Pemohon dan Bukti Kepemilikan Tanah:

  • Formulir Permohonan Izin Mendirikan Bangunan atau PIMB yang sudah diisi dengan lengkap beserta tanda tangan

  • Fotokopi KTP pemilik tanah atau pemohon

  • Fotokopi NPWP pemohon

  • Fotokopi surat kepemilikan tanah meliputi sertifikat tanah dari BPN yang sudah dilegalisasi notaris atau kartu kavling dari pemerintah daerah 

  • Surat Keputusan Pemberian Hak Penggunaan Atas Tanah oleh pejabat yang berwenang dari instansi pemerintah yang menguasai tanah tersebut

  • Rekomendasi dari Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (wilayah setempat)

  • Jika terdapat perbedaan identitas atau alamat antara permohonan dengan bukti kepemilikan tanah, maka dilengkapi dengan surat keterangan dari lurah


Bukti Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB):

  • Fotokopi surat tagihan dan bukti pembayaran PBB tahun berjalan


Gambar Arsitektur:

  • Dicetak sebanyak 3 set dengan ukuran kertas A3

  • Melampirkan CD yang berisi softcopy dan gambar arsitektur

  • Terdiri dari gambar yang meliputi situasi, denah, detail sumur resapan air hujan (SRAH), pagar, instalasi pengolahan air limbah

  • Gambar skala 1:1000 dengan tanda tangan Izin Pelaku Teknis Bangunan atau IPTB


Adapun untuk mengecek keaslian sertifikat tanah yang dapat dilakukan melalui sarana online seperti:

  • KiosK 

Merupakan media informasi pertahanan yang tersedia di lobi atau ruang pelayanan Kantor Pertahanan.

  • Website

Layanan cek sertifikat BPN online di situs resmi BPN RI yaitu www.bpn.go.id

  • BPN Go Mobile

Sebuah aplikasi yang berada di perangkat Android untuk memperoleh informasi persyaratan dan biaya layanan pertanahan

  • Sentuh Tanahku

Sebuah aplikasi yang berada di perangkat Android iOS untuk memperoleh informasi sertifikat, lokasi bidang tanah, info berkas dan sebagainya.

Cara Mengurus IMB

Setelah kamu mengetahui persyaratan yang harus dimiliki, selanjutnya kamu harus menyiapkan semua persyaratannya. 


Jika rumah yang hendak kamu bangun berukuran kurang dari 500 meter persegi maka kamu bisa melakukan pengurusannya ke kecamatan dengan langsung menuju loket Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) lalu mengisi formulir pengajuan pengukuran tanah.


Setelah itu sekitar satu minggu kemudian petugas pengukur tanah  akan datang, yang sekaligus akan membuat denah di rumahmu. 


Gambar denah tersebutlah yang akan menjadi blueprint dan dijadikan IMB.

IMB Online


Izin Mendirikan Bangunan pun bisa dilakukan secara online


Hal ini bisa dilakukan untuk mempermudahmu yang memiliki jadwal yang sibuk dan tidak sempat untuk mengurus IMB. 


Untuk membuat IMB secara online adalah sebagai berikut:.


  • Buka situs IMB  berdasarkan wilayah tempat bangunan (untuk wilayah Bandung silahkan buka di dpmptsp.bandung.go.id

  • Daftarkan identitas diri pada website tersebut lalu login dengan akun yang sudah di daftarkan

  • Pilih menu IMB rumah tinggal atau non-rumah tinggal dan masukkan lampiran data berupa gambar bangunan yang telah disediakan

  • Scan dokumen yang diperlukan dan unggah. Setelah itu klik submit semua data yang diperlukan

  • Setelah itu kamu dapat membayar retribusi ke Bank daerah dan bukti pembayaran diunggah ke website


Nah, itulah pengertian, sanksi, syarat dan cara mengurus Izin Mendirikan Bangunan yang dapat menjadi informasi dan referensi untukmu. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!

Author:

Rachmi Arin Timomor