
Jenis screed lantai sangat beragam dan masing-masing memiliki karakteristik yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan rumah maupun gedung.
Pemilihan jenis yang tepat akan memengaruhi kualitas hasil akhir lantai, mulai dari kerataan, daya tahan, hingga kenyamanan saat digunakan.
Banyak orang sering mengabaikan detail ini, padahal kesalahan memilih jenis screed lantai dapat menimbulkan masalah seperti permukaan retak atau tidak rata dalam jangka panjang.
Itulah sebabnya, penting untuk memahami kelebihan dan kekurangan dari setiap pilihan yang tersedia.
Dengan mengenal lebih jauh variasinya, Anda bisa menentukan mana yang paling sesuai untuk anggaran, fungsi ruangan, serta kondisi bangunan.
Apa Itu Screed Lantai?
Screed lantai merupakan lapisan tambahan yang diterapkan di atas permukaan dasar lantai dengan tujuan menciptakan hasil akhir yang lebih rata, kuat, dan siap dipasangi material penutup.
Lapisan ini biasanya dibuat dari campuran semen, pasir, atau bahan lain yang dirancang agar mampu menutup ketidaksempurnaan pada lantai dasar.
Dalam proses konstruksi, screed lantai sering dipandang sebagai tahap penting karena kualitasnya akan sangat berpengaruh pada estetika maupun daya tahan lantai secara keseluruhan.
Baik untuk hunian sederhana maupun bangunan komersial berskala besar, penggunaan screed membantu memastikan lantai tetap stabil dan tidak mudah mengalami kerusakan.
Jenis Screed Lantai
1. Screed Polimer
Screed lantai ini terbuat dari campuran semen, pasir dan polimer sintetik.
Tujuan penggunaan pelapisan ini adalah meningkatkan kekuatan lantai.
Screed jenis ini biasanya digunakan di pabrik-pabrik yang memerlukan alas yang kuat dan keras.
Namun bukan berarti jenis screed tidak dapat diterapkan pada bangunan rumah.
Kelebihan:
-
Sangat kuat, tahan abrasi, dan tidak mudah retak.
-
Cepat kering sehingga mempercepat proses pembangunan.
-
Fleksibel digunakan pada berbagai jenis bangunan, termasuk area dengan beban berat.
Kekurangan:
-
Harga relatif mahal dibanding jenis lainnya.
-
Membutuhkan tenaga ahli untuk pemasangan agar hasil maksimal.
2. Screed Lantai Beton
Screed beton adalah jenis pelapisan yang paling sering digunakan.
Setelah diaplikasikan, screed beton perlu waktu sekira 28 hari sampai mengering sempurna dan bisa digunakan.
Untuk mengaplikasikannya secara sempurna, mungkin Anda perlu seorang tukang atau jasa floor hardener yang handal agar hasil screed bagus dan tahan lama.
Dalam bekerja, floor hardener akan menggunakan mesin untuk membuat hasil pekerjaannya sempurna.
Kelebihan:
-
Kuat dan kokoh untuk menahan beban berat.
-
Bahan mudah didapat dan harganya relatif ekonomis.
-
Tahan lama jika pemasangan dilakukan dengan benar.
Kekurangan:
-
Proses pengerasan cukup lama.
-
Bisa retak bila campuran atau teknik pemasangan tidak tepat.
3. Screed Epoxy
Jika ingin mendapatkan hasil lantai yang terlihat licin dan mengkilap, Anda bisa menggunakan jenis screed lantai satu ini.
Meski biasanya diaplikasikan di pabrik-pabrik, Anda bisa mengaplikasikan epoxy lantai di rumah.
Kelebihan jenis screed ini adalah tahan lama, materialnya kuat, pemasangannya cepat, menambah keindahan rumah, dan tahan terhadap reaksi bahan kimia.
Maka dari itu, tentu tidak heran jika banyak pabrik banyak memilih jenis screed satu ini.
Kelebihan:
-
Hasil akhir halus, rata, dan mengilap.
-
Tahan terhadap bahan kimia, minyak, dan cairan lainnya.
-
Cocok untuk area industri, gudang, atau rumah sakit.
Kekurangan:
-
Harga pemasangan tinggi.
-
Kurang tahan terhadap sinar UV jika digunakan di area terbuka.
4. Screed Lantai Anhidrit
Jenis screed lantai satu ini paling sering digunakan di bangunan komersial, semisal bandara, hotel, mal, dan lain-lain.
Kelebihan pelapisan jenis ini adalah mudah diaplikasikan dan mempercantik tampilan lantai bangunan.
Hal yang perlu diperhatikan adalah jenis screed ini tidak cocok diterapkan pada ruangan lembap atau sering terkena air, semisal kamar mandi.
Kelebihan:
-
Memiliki sifat self-leveling sehingga hasil permukaan sangat rata.
-
Ringan namun tetap kuat, cocok untuk bangunan bertingkat.
-
Proses pemasangan relatif cepat.
Kekurangan:
-
Tidak tahan terhadap kelembaban tinggi.
-
Membutuhkan perawatan khusus untuk menjaga ketahanan.
5. Screed Campuran
Sesuai namanya, jenis screed lantai ini terbuat dari bahan campuran, yaitu additif, semen, filler, dan pasir silika.
Cara menggunakannya pun cukup mudah.
Anda cukup mencampur bahan screed dengan air lalu aduk sampai merata.
Anda bisa mengaplikasikan pelapisan jenis ini sebagai perata lantai dan penambah ketinggian lantai sebelum pemasangan keramik.
Kelebihan:
-
Fleksibel karena bisa menyesuaikan kebutuhan (misalnya campuran semen + polimer).
-
Biaya lebih terjangkau dibanding menggunakan bahan murni premium.
-
Memberikan keseimbangan antara kekuatan dan efisiensi biaya.
Kekurangan:
-
Kualitas sangat bergantung pada komposisi campuran.
-
Jika perbandingan bahan tidak tepat, daya tahannya bisa berkurang.
Tips Pengaplikasian Screed Lantai
Sebelum melakukan screeding lantai, Anda harus memperhatikan beberapa hal berikut ini:
1. Bersihkan Permukaan Lantai
Sebelum mengaplikasikan pelapis lantai ini, pastikanlah lantai dalam keadaan bersih.
Singkirkanlah kotoran dan debu yang berada di lantai.
2. Hindari Melakukan Pekerjaan saat Siang Hari
Saat siang hari, sinar matahari yang terik tentu akan menyorot objek pekerjaan Anda.
Cahaya matahari tersebut akan membuat lantai menjadi cepat kering.
Sementara, pelapisan harus diselesaikan terlebih dulu sebelum dikeringkan.
Maka dari itu, sebaiknya pengerjaan dilakukan saat cuaca tidak terlalu panas.
3. Lantai yang Diratakan Sudah Mengeras
Poin ini khusus untuk yang melakukan screeding lantai untuk meratakan lantai.
Pastikanlah permukaan lantai sudah dalam keadaan keras, sehingga siap untuk diratakan.
***
Itulah jenis-jenis screed lantai beserta tips pengaplikasiannya.
Kunjungi www.99.co/id untuk mendaptkan hunian impian Anda!
(cover: checkatrade)



