10 Kota Termahal di Indonesia untuk Tinggal dengan Biaya Hidup Selangit

Last update: 28 Agustus 2025 6 min read
Author:

Hidup di kota besar yang serbaada memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Salah satu kekurangan yang harus diantisipasi yaitu tingginya biaya hidup. Nah, berikut ini daftar kota termahal di Indonesia untuk ditinggali yang mungkin bisa kamu jadikan bahan pertimbangan.

Biaya hidup adalah salah satu variabel penting yang harus diperhitungkan ketika memutuskan memilih tinggal di suatu kota.

Cakupan biaya hidup sendiri cukup luas, meliputi biaya sandang, pangan, papan, transportasi, hingga biaya dasar yang dibutuhkan dalam rumah tangga.

Untuk menghitung besarannnya, Survei Biaya Hidup (SBH) bisa menjadi patokannnya.

Survei yang biasa dilakukan 5 tahun sekali oleh Badan Pusat Statistik (BPS) ini menentukan Indeks Harga Konsumen (IHK).

Penasara kota apa saja yang ada dalam daftar, Property People?

10 Kota Termahal di Indonesia untuk Ditinggali

kota termahal di Indonesia untuk tinggal

1. Jakarta

Biaya hidup per bulan: ± Rp14,88 juta

UMR 2025: ± Rp5,39 juta

Menjadi kota termahal di Indonesia dengan biaya hidup tertinggi, Jakarta punya perbedaan pengeluaran-pendapatan yang cukup jauh.

Meski begitu, peluang kerja dan karier yang besar sering membuatnya tetap jadi tujuan banyak orang.

Jakarta memang menawarkan segalanya: pusat pemerintahan, pusat bisnis, hingga gaya hidup modern yang dinamis.

Namun, di balik kesempatan yang luas, biaya hidup di Jakarta kerap membuat penduduknya harus cermat mengatur pengeluaran.

Mulai dari harga sewa kos atau apartemen, ongkos transportasi, hingga harga makanan sehari-hari, semua terasa lebih mahal dibandingkan kota lain di Indonesia.

Selain itu, kemacetan yang hampir tidak pernah terhindarkan juga memicu biaya tambahan, baik untuk transportasi online maupun BBM pribadi.

2. Bekasi

Biaya hidup: ± Rp14,33 juta

UMK 2025: ± Rp5,69 juta

Sebagai kota penyangga Jakarta dengan kawasan padat industri, Bekasi “pantas” menjadi kota termahal di Indonesia urutan kedua karena tuntutan biaya hidup tinggi yang sangat menantang bagi pekerja bergaji UMR.

Bekasi dikenal sebagai kota industri yang berkembang pesat. Banyak perusahaan manufaktur besar berlokasi di sini, sehingga menyerap banyak tenaga kerja dari berbagai daerah.

Namun, biaya hidup yang tinggi di Bekasi tidak bisa dianggap remeh. Sewa tempat tinggal dan kebutuhan pokok cenderung tinggi karena meningkatnya permintaan dari pekerja dan pendatang.

Kedekatan dengan Jakarta membuat gaya hidup di Bekasi tidak jauh berbeda dengan ibu kota.

Banyak mal, pusat hiburan, dan kawasan hunian modern bermunculan sehingga semakin menekan beban finansial untuk biaya hidup.

Baca Juga: 20 Rekomendasi Perumahan di Bekasi, Harga Mulai 300 Jutaan

3. Surabaya

Biaya hidup: ± Rp13,36 juta

UMK 2025: ± Rp4,96 juta

Meski jadi pusat ekonomi Jawa Timur, selisih besar antara biaya hidup dan upah minimum di sini bisa jadi tantangan finansial.

Menjadi kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya memiliki daya tarik besar sebagai pusat perdagangan dan pendidikan di Jawa Timur.

Infrastruktur yang modern dan peluang kerja yang melimpah membuat banyak orang memilih tinggal di kota ini. Namun, biaya hidup yang mencapai belasan juta per bulan menjadi tantangan, terutama bagi pekerja dengan gaji UMR.

Harga sewa hunian di kawasan strategis Surabaya tergolong tinggi, sebanding dengan tingginya permintaan dari mahasiswa, pekerja, dan keluarga muda pencari properti.

Meski begitu, Surabaya tetap menarik karena potensi karier dan fasilitas kota yang lengkap.

4. Depok

Biaya hidup: ± Rp12,35 juta

UMK 2025: ± Rp5,19 juta

Lokasi strategis dekat Jakarta membuat Depok jadi favorit pekerja ibu kota, tetapi dengan kekurangan berupa angka kebutuhan hidup yang cukup tinggi.

Depok menjadi salah satu kota satelit favorit pekerja Jakarta karena lokasinya strategis dan akses transportasinya relatif memadai.

Kota ini juga terkenal sebagai pusat pendidikan, dengan kehadiran Universitas Indonesia dan sejumlah kampus besar lain. Kondisi ini membuat biaya hidup di Depok lebih tinggi, terutama pada sektor hunian di sekitar kampus.

Selain mahasiswa, banyak keluarga muda memilih tinggal di Depok dengan alasan harga properti yang masih sedikit lebih rendah dibanding Jakarta.

Namun, kenaikan harga sewa kos, kebutuhan pokok, hingga transportasi tetap membuat angka pengeluaran bulanan mencapai belasan juta rupiah.

5. Makassar

Biaya hidup: ± Rp11,50 juta

UMK 2025: < Rp4 juta

Sebagai kota terbesar di Indonesia timur, harga kebutuhan sehari-hari di Makassar cenderung mahal karena pasokan barang datang dari luar wilayah, bahkan luar pulau.

Di sisi lain, peran Makassar sebagai pintu gerbang kawasan Indonesia timur, menjadikan kota ini berkembang pesat sebagai pusat bisnis, perdagangan, dan pendidikan.

Dengan perannya yang vital, tak heran biaya hidup di Makassar termasuk tinggi. Harga bahan pokok dan barang kebutuhan sehari-hari sering kali lebih mahal karena sebagian besar produk harus didatangkan dari luar pulau.

6. Tangerang

Biaya hidup: ± Rp10,96 juta

UMK 2025: ± Rp5,06 juta

Beragam pusat bisnis berkembang di sini, termasuk Alam Sutera dan Bintaro. Gaji UMK tentunya belum cukup menutup pengeluaran hidup sehari-hari yang sangat tinggi.

Tangerang menjadi kota termahal di Indonesia karena wilayah ini terbentuk menjadi kawasan industri sekaligus hunian elit dengan keberadaan area seperti BSD City, Alam Sutera, dan Bintaro.

Meski UMR Tangerang termasuk tinggi, pengeluaran untuk sewa hunian dan gaya hidup bisa dengan cepat menguras pendapatan bulanan.

Pekerja yang beraktivitas di Jakarta juga perlu memperhitungkan ongkos transportasi tambahan untuk perjalanan pulang pergi dari dan menuju ke Jakarta.

Baca Juga: 5 Pilihan Apartemen Tangerang di Berbagai Kelas Harga

7. Bogor

Biaya hidup: ± Rp10,73 juta

UMK 2025: ± Rp5,12 juta

Bogor jadi pilihan yang lebih “mending” bagi pekerja Jakarta, tetapi tetap memiliki beban pengeluaran bulanan yang cukup tinggi untuk ukuran kota satelit.

Bogor menjadi lokasi populer untuk ditinggali bagi pekerja ibu kota karena cuaca yang relatif sejuk, pemandangan alam indah, dan akses yang mudah ke Jakarta.

Namun, di balik itu, biaya hidup di Bogor juga cukup tinggi, terutama pada sektor perumahan dan transportasi, ditambah dengan perkembangan pesat destinasi wisata di kota hujan ini.

8. Kendari

Biaya hidup: ± Rp10,23 juta

UMK 2025: < Rp3 juta

Sebagai kota di timur Indonesia, Kendari menjadi kota dengan biaya hidup tinggi sekaligus upah minimum yang rendah, dengan selisih yang cukup besar.

Hal ini terjadi karena distribusi barang yang masih bergantung pada wilayah barat Indonesia, membuat harga kebutuhan sehari-hari melonjak tajam.

Pengeluaran bulanan perlu dikendalikan dengan ketat, terutama untuk kebutuhan pokok dan hunian.

9. Batam

Biaya hidup: ± Rp10,03 juta

UMK 2025: ± Rp4,98 juta

Pengaruh kedekatan dengan Singapura membuat Batam memiliki gaya hidup yang agak mirip dengan negara tetangga tersebut.

Pengaruh negara tetangga terlihat dari gaya hidup masyarakat serta harga barang yang cenderung tinggi. Tidak sedikit kebutuhan rumah tangga maupun barang elektronik yang lebih mahal dibanding kota lain di Indonesia.

Batam juga menjadi pusat industri dan perdagangan internasional dengan banyak pekerja asing berdatangan, alhasil harga sewa hunian dan biaya hidup ikut terdorong naik.

10. Balikpapan

Biaya hidup: ± Rp9,87 juta

UMK 2025: ± Rp3,70 juta

Sebagai kawasan yang tengah berkembang akibat adanya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Balikpapan pun mengalami lonjakan biaya hidup serta biaya sewa yang tinggi.

Sektor industri energi yang menarik masuknya tenaga kerja asing maupun domestik dengan daya beli tinggi turut mengerek harga sewa rumah, makanan, hingga transportasi.

Bagi masyarakat umum utamanya yang bergaji UMR, strategi hidup hemat seperti berbagi tempat tinggal atau memilih lokasi hunian di pinggiran kota adalah solusinya.

Baca Juga: Grand City Balikpapan: Rekomendasi Perumahan Balikpapan Terbaik dengan Peluang Investasi Menjanjikan

***

Adakah salah satu kota di atas yang menjadi tempat tinggal atau tempat impianmu untuk tinggal?

Semoga artikel ini bermanfaat ya, Property People.

Simak informasi dan berita menarik lainnya di halaman Panduan 99.co Indonesia.

Jangan lupa untuk mencari segala kebutuhan properti hanya di 99.co/id.

 

Lulusan Sastra Inggris Universitas Pendidikan Indonesia yang suka menulis seputar gaya hidup dan sastra remeh-temeh. Sejak 2019 bergelut di dunia properti dan penulisan konten SEO di 99 Group. Di waktu senggang senang baca apa saja dan jalan-jalan.