
Kayu meranti merupakan salah satu jenis kayu tropis yang paling banyak digunakan dalam industri furnitur, konstruksi, dan bahan bangunan di Indonesia.
Jenis kayu ini dikenal karena tampilannya yang menarik, kekuatannya yang cukup baik, serta kemudahan dalam proses pengerjaan.
Pohon meranti sendiri berasal dari hutan hujan tropis Asia Tenggara, terutama dari Indonesia, Malaysia, dan Filipina.
Kayu ini memiliki variasi warna dan tekstur yang khas, tergantung pada jenis dan daerah tumbuhnya.
Selain itu, tingkat ketahanannya terhadap kelembapan dan rayap juga menjadi pertimbangan penting dalam pemanfaatannya.
Mari mengenal lebih dalam mengenai karakteristik dan jenis-jenisnya!
Karakteristik Kayu Meranti

1. Kayu Meranti Mudah Dikeringkan
Setiap kayu memiliki kadar airnya tersendiri, begitu juga kayu meranti.
Berat jenis kayu ini berkisar antara 0,–0,86, dengan kandungan air 15%.
Meski kandungan airnya cukup besar, meranti mudah Anda keringan baik secara alami ataupun dengan menggunakan alat.
Pengeringan ini bertujuan untuk menjaga ukuran dan bentuk kayu supaya tetap stabil sebagai material konstruksi.
2. Kayu yang Tergolong Tahan Lama
Jenis-jenis meranti merah terklasifikasi dalam kelas kuat II–IV (hingga 15 tahun).
Kayu ini juga cukup mudah untuk Anda awetkan dengan menggunakan campuran minyak diesel dan kreosot.
Sedangkan untuk ketahanannya, tergolong dalam kelas III (hingga 10 tahun).
Sebagai catatan, ada lima tingkatan klasifikasi kayu di dunia.
Semakin kecil tingkat kelasnya, maka semakin awet dan tahan lama suatu jenis kayu.
3. Kuat dan Anti Rayap
Struktur meranti tergolong jenis kayu yang kuat dan keras, bentuk dan ukurannya tidak mudah mengalami perubahan.
Sehingga tak gampang memuai atau menyusut oleh perubahan suhu.
Juga tak mudah rusak meski terendam air dalam jangka waktu yang cukup lama.
Kekuatannya ini juga yang menyebabkannya tidak mudah retak dan termakan rayap sebagai bahan konstruksi bangunan.
4. Bahan Konstruksi Bangunan dan Furnitur
Tekstur keras dan ketahanannya yang lama, menjadikan meranti opsi bahan konstruksi bangunan yang ideal.
Misalnya saja untuk pembuatan rangka atap, parket lantai, railing tangga, pintu, jendela, bahkan alas lantai.
Selain itu, kayu ini sangat mudah Anda bentuk menjadi aneka macam furnitur.
Inilah yang menyebabkan harga beli meranti cukup tinggi dan menjadi buruan masyarakat.
5. Kayu yang Paling Mendekati Sempurna
Kayu ini disebut sebagai kayu yang paling mendekati sempurna.
Hal ini karena beberapa keistimewaan yang dimilikinya.
Di antaranya adalah, pohon dari meranti memiliki batang bulat silindris dengan tinggi total mencapai 40–50 meter.
Kulit kayunya rata dan beralur dalam atau dangka, dengan warna keabu-abuan sampai coklat.
Batangnya lurus, berdiameter besar, bebas cabang, dan minim cacat mata kayu.
Inilah yang menjadikannya kayu yang kaya akan manfaat dan kelebihan.
Jenis-Jenis Kayu Meranti
Meranti atau terkenal pula sebagai kayu Mahoni, masuk dalam kelompok genus shorea dan family dipterocarpaceae.
Batang pohon umumnya berwarna merah muda atau coklat muda, dengan semburat abu-abu di bagian tengah.
Umumnya, ada tiga jenis kayu meranti yang terkenal di pasaran, yakni:
1. Meranti Merah
Meranti merah lebih umum dan mudah Anda temukan di hutan-hutan Asia Tenggara, terutama Indonesia.
Jenis kayu meranti ini lebih mudah berbaur dengan tanaman lain, sehingga dapat tumbuh di mana saja dengan keadaan tanah apa pun.
Selama tidak memiliki kontur tanah liat serta berada di radius ketinggian sekitar 0–800 mdpl.
Karakteristiknya ialah memiliki warna cenderung gelap kemerahan serta cokelat keunguan dengan garis putih resin berada di antara serabut di dalamnya.
Akar dari kayu ini memilih daya tahan yang baik dari pembusukan, sehingga tidak mudah terserang hama tanaman.
2. Meranti Putih
Bila meranti merah memiliki garis lurus yang saling berhubungan, maka meranti putih justru bertekstur lebih halus dan terlihat licin.
Namun, permukaannya memang agak kasar, sehingga kerap menjadi pilihan untuk material furniture seperti almari, meja, maupun kursi.
Pohon meranti putih bisa Anda temukan tumbuh di atas tanah Latosol, podsolik merah-kuning, serta podsolik kuning.
Apabila terawat dengan baik, ketinggiannya bisa mencapai 1.000 mdpl.
3. Meranti Kuning
Ciri khas meranti kuning adalah warnanya yang kuning kecoklatan.
Semakin tua usianya, maka akan semakin gelap pula warna yang terlihat.
Lalu, teksturnya lebih kasar dengan pori-pori besar yang mudah terlihat.
Sehingga butuh usaha dan energi ekstra untuk mengubahnya menjadi furnitur atau bagian rumah.
Kayu ini juga lebih mudah mengalami pembusukan dan terserang serangga daripada meranti merah.
***
Semoga informasi mengenai kayu meranti di atas bermanfaat, ya.
Dapatkan properti terbaik hanya di ww.99.co/id!
(cover: dextone)