
Properti merupakan salah satu instrumen investasi yang diminati oleh banyak orang.
Hal tersebut dibuktikan dengan kenaikan harga properti yang terus terjadi setiap tahunnya.
Persentase kenaikannya pun cukup signifikan, bisa mencapai 10% hingga 20% per tahun.
Tak ayal, properti dianggap sebagai investasi yang berpotensi menghasilkan capital gain tinggi.
Ada banyak jenis properti yang bisa dijadikan instrumen investasi.
Misalnya seperti rumah tapak dan apartemen, yang sejatinya sama-sama menguntungkan.
Meski begitu, tidak sedikit orang yang terjebak dalam situasi dilematis, memilih berinvestasi pada rumah atau apartemen.
Buat yang masih bingung, lebih baik investasi rumah atau apartemen, maka Anda perlu mempertimbangkan hal-hal berikut ini.
Untung-rugi Investasi Apartemen
1. Keuntungan Investasi Apartemen
Jadi, apakah apartemen bisa menjadi instrumen investasi menjanjikan?
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, tentukan dulu apakah Anda ingin berinvestasi jangka pendek atau panjang.
Jika tujuan Anda jangka menengah hingga panjang, apartemen bisa menjadi pilihan yang tepat.
Permintaan hunian vertikal terus meningkat, terutama dari milenial dan keluarga muda di kota besar.
Lokasi strategis, akses mudah, serta fasilitas internal yang lengkap membuat apartemen semakin diminati.
Harga unit tipe studio pun relatif lebih terjangkau dibanding rumah tapak, baik untuk dibeli maupun disewa.
Selain itu, tren kenaikan harga apartemen juga cukup signifikan, apalagi jika disewakan ke ekspatriat yang berani membayar lebih tinggi.
Namun, sebelum memutuskan, ada baiknya melihat contoh nyata bagaimana untung rugi investasi apartemen bisa berbeda tergantung lokasi dan segmen pasarnya.
Studi Kasus: Untung Rugi Investasi Apartemen vs Rumah di Surabaya
Wisata Bukit Mas menawarkan rumah tapak premium di Surabaya Barat dengan lingkungan mapan dan lahan yang terus terbatas.
Potensi capital gain jangka panjang cukup besar, meski harga awal tinggi dan pasar sewa relatif sempit.
Sebaliknya, Klaska Residence hadir sebagai apartemen modern di Surabaya Timur, dekat kampus dan pusat bisnis.
Potensi sewa lebih tinggi dan cash flow lebih cepat, tetapi kenaikan harga unit tidak seagresif rumah di Wisata Bukit Mas.
Singkatnya, rumah di Wisata Bukit Mas lebih cocok untuk investor jangka panjang, sementara Klaska Residence menarik bagi yang mengejar cash flow sewa bulanan.
2. Kekurangan Investasi Apartemen
Khusus untuk apartemen, biasanya kerugian datang dari penyewa atau orang yang telat membayar sewa, atau tidak membayar sama sekali.
Hal tersebut bisa diatasi dengan melakukan verifikasi dan screening saat hendak melakukan perjanjian sewa apartemen.
Adapun kekurangan lainnya adalah, pemilik apartemen hanya memiliki hak atas hunian vertikal tapi tidak mempunyai hak atas tanah.
Karena itu, apartemen biasanya hanya memiliki sertifikat berstatus Hak Guna Bangunan (HGB) atau Hak Pengelolaan Lahan (HPL).
Risiko lain hadir saat apartemen yang disewakan sedang sepi peminat.
Pihak bank pun enggan melirik apartemen tersebut, jika Anda berniat menjadikannya sebagai jaminan.
Kekurangan selanjutnya adalah pemeliharaan yang terbilang sulit.
Seperti diketahui, apartemen memiliki biaya pemeliharaan berupa IPL, yang dapat menjadi beban pengeluaran jika sedang sepi penyewa.
Kekurangan terakhir adalah, pemilik hunian vertikal tidak bisa sembarangan menambah luas area apartemen.
Segala bentuk perombakan atau renovasi harus dilakukan atas seizin pengembang dan manajemen apartemen.
Untung-rugi Investasi Rumah
1. Keuntungan Investasi Rumah
Selain investasi apartemen, investasi rumah juga masih sangat diminati.
Meski potensi keuntungan tahunan lebih kecil, nilai jual kembali atau capital gain rumah umumnya lebih tinggi.
Banyak orang tetap memilih rumah tapak karena bangunannya lebih luas dan lahan bisa terus dikembangkan.
Faktor seperti ukuran tanah, lokasi, hingga spesifikasi bangunan pun memengaruhi harga sewa rumah.
Jika disewakan jangka panjang, rumah tapak bisa memberi keuntungan stabil.
Untuk gambaran nyata, mari lihat perbandingan untung rugi investasi rumah di BSD melalui kasus Enchante dan Casa de Parco.
Studi Kasus: Untung Rugi Investasi Rumah vs Apartemen di BSD
Enchante menghadirkan rumah eksklusif dengan luas tanah besar dan konsep premium.
Potensi kenaikan harga sangat menjanjikan, tetapi investasi awal besar sehingga pasar penyewa terbatas.
Sementara itu, Casa de Parco adalah apartemen dengan harga lebih terjangkau dan lokasi strategis dekat area komersial BSD.
Cash flow dari sewa lebih stabil, terutama dari kalangan profesional muda, meski capital gain tidak sebesar Enchante.
Kesimpulannya, Enchante lebih tepat bagi investor yang mengincar kenaikan nilai properti, sedangkan Casa de Parco cocok untuk mereka yang fokus pada arus kas sewa.
2. Kekurangan Investasi Rumah
Bagai dua sisi mata uang, setiap ada keuntungan pastilah ada kekurangannya. Begitu pula dengan pilihan investasi rumah.
Terdapat sejumlah risiko dan kekurangan dari investasi rumah yang perlu Anda ketahui.
Rumah rentan mengalami penyusutan harga setiap tahunnya. Meski nilai bangunan mudah turun, tetapi harga tanah justru mudah naik.
Jika ingin nilai sewanya setara dengan apartemen, rumah harus berada di kawasan premium seperti perumahan atau kawasan kota mandiri.
Sebaliknya, harga sewa rumah akan menurun bila lokasi rumah berada di gang kecil atau memiliki akses yang susah.
Lebih Baik Investasi Rumah atau Apartemen?
Investasi apartemen atau investasi rumah, keduanya merupakan pilihan yang sulit ditentukan.
Ini karena keduanya memerlukan pengalaman dan pemikiran matang. Apalagi investasi ini melibatkan nominal yang tidak sedikit.
Untuk memutuskan lebih baik investasi rumah atau apartemen, berikut sejumlah pertanyaan yang bisa Anda pertimbangkan.
Apakah Anda berniat berinvestasi untuk jangka panjang atau pendek?
Jika Anda ingin investasi properti jangka panjang, rumah dapat menjadi pilihan yang tepat.
Harga rumah yang stabil dan tanah yang cenderung naik akan menjadi keuntungan menarik.
Sedangkan investasi jangka menengah, Anda bisa memilih apartemen yang mampu memberikan “yield” menggiurkan dalam waktu singkat.
Bagaimana dengan bujet yang tersedia, apakah lebih baik membeli apartemen atau membeli rumah?
Perlu diketahui, sebelum membeli rumah atau apartemen, hal penting yang perlu pertimbangan adalah bujet yang dimiliki.
Banyak yang membeli apartemen untuk investasi dikarenakan harga belinya yang “murah.”
Misalnya Anda memiliki dana Rp1 miliar. Untuk membeli rumah, mungkin hanya cukup membeli satu atau dua unit saja.
Namun, bila dana tersebut dialokasikan untuk membeli apartemen tipe studio, Anda bisa membeli tiga hingga empat unit apartemen berbeda.
Setelah memikirkan investasi jangka pendek atau panjang, pikirkan pula apakah bujet Anda cukup untuk membeli rumah atau apartemen.
Semakin banyak aset, maka pemasukan pun akan semakin besar.
Apakah masyarakat sekitar lebih tertarik untuk tinggal di apartemen atau perumahan?
Seperti diketahui, banyak yang memilih investasi hunian vertikal karena dianggap lebih menguntungkan.
Bahkan, apartemen digaungkan sebagai pilihan investasi properti dengan posisi tertinggi, sebab yield-nya bisa mencapai 7–10%.
Namun yang perlu diketahui adalah, seberapa populer tren tinggal di apartemen di kawasan Anda.
Jika lebih banyak masyarakat yang lebih memilih tinggal di perumahan, maka sebaiknya investasikan dana pada jenis properti tersebut.
***
Nah, kini Anda sudah memiliki gambaran, kira-kira lebih baik investasi rumah atau apartemen.
Semoga informasi di atas dapat membantu.
Dapatkan properti impian hanya di Rumah123!
(gambar: freepik)

