Begini Cara Merubah Tenor KPR Lewat Restrukturisasi Kredit, Sudah Tahu?

4 min read

Mengalami kesulitan saat membayar cicilan KPR? Cobalah untuk merubah tenor KPR. 

Seperti diketahui, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sering dijadikan pilihan utama untuk membeli hunian idaman.

Namun, sayangnya banyak yang mengalami kesulitan pembayaran di tengah proses cicilan rumah.

Menurunkan suku bunga atau merubah tenor KPR adalah pilihan terbaik bagi mereka yang ingin melanjutkan cicilan.

Dua hal tersebut bisa dilakukan lewat proses restrukturisasi KPR, yang akan dibahas lebih lanjut di bawah ini.

Apa Itu Restrukturisasi KPR?

Apa Itu Restrukturisasi KPR

Restrukturisasi tenor KPR adalah upaya perbaikan yang dilakukan bank terhadap nasabah yang mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajibannya.

Hal ini tercantum dalam Peraturan OJK No.11/POJK.03/2015 Pasal 1 Ayat 4, serta bisa dilakukan melalui:

  • Penurunan suku bunga kredit
  • Perpanjangan jangka waktu kredit
  • Pengurangan tunggakan bunga kredit
  • Pengurangan tunggakan pokok kredit
  • Penambahan fasilitas kredit
  • Konversi kredit menjadi penyertaan modal sementara.

Baca juga: Simulasi Cicilan KPR Rumah 400 Juta dengan DP 0 Persen (Disertai Rekomendasinya)

Syarat Pengajuan Restrukturisasi Kredit

Syarat-Pengajuan-Restrukturisasi-Kredit

Foto: BFI Finance

Meski kelihatannya mudah, nyatanya pengajuan restrukturisasi tenor KPR rumah tidak bisa dilakukan sembarangan. 

Tentunya, cara restrukturisasi KPR BTN dan restrukturisasi KPR BNI akan berbeda.

Namun, setidaknya ada sejumlah syarat utama yang kurang lebih sama agar nasabah dapat memperoleh fasilitas ini:

  • Nasabah mengalami kesulitan membayar cicilan pembayaran pokok dan/atau bunga kredit
  • Nasabah memiliki prospek usaha yang baik dan diperkirakan mampu memenuhi kewajiban setelah kredit direstrukturisasi
  • Nasabah bersikap kooperatif
  • Nasabah masih menunjukkan itikad untuk melunasi utang.

Selain itu, ada beberapa data dan dokumen yang dibutuhkan sebagai syarat administrasi untuk melakukan restrukturisasi kredit, di antaranya:

  • Mengisi formulir surat permohonan restrukturisasi
  • Fotokopi KTP
  • Fotokopi NPWP
  • Fotokopi rekening (giro/tabungan).

Skema Restrukturisasi Kredit untuk Merubah Tenor KPR

Skema Restrukturisasi Kredit untuk Merubah Tenor KPR

Foto: MoneyDuck

Ada tiga skema restrukturisasi KPR yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan, salah satunya adalah merubah tenor KPR.

Hal ini bisa diajukan ketika kredit rumah macet.

Dalam hal ini, Anda bisa memohon kepada bank untuk mengubah tenor KPR.

Misalnya mengubah tenor yang semulanya 15 tahun menjadi 20 tahun. 

Setelah permohonan restrukturisasi disetujui, nasabah diharapkan bisa lebih leluasa menyisihkan pendapatan untuk membayar cicilan rumah.

Jika skema pertama adalah merubah tenor KPR rumah, maka dua skema lain untuk meringankan cicilan KPR adalah:

1. Penurunan Suku Bunga

Apabila Anda merasa suku bunga KPR yang berlaku saat ini memberatkan, maka Anda bisa mengajukan permohonan restrukturisasi untuk menurunkan nominal suku bunga.

Contohnya, saat ini suku bunga KPR rumah Anda adalah 12,5% per bulan, maka Anda bisa mengajukan penurunan menjadi 9%. 

Atau bisa juga dengan pembebasan bunga, yang didasarkan pada pertimbangan bahwa Anda tidak mampu membayar utang bunga.

Namun, tetap harus membayar pokok pinjaman sampai lunas.

Sebaiknya, konsultasikan terlebih dahulu kepada bank terkait syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi. 

Baca juga: Simulasi KPR BPJS Ketenagakerjaan, Syarat hingga Manfaatnya

2. Grace Period

Grace period atau masa tenggang dalam skema restrukturisasi kredit diatur dalam POJK.03/2015. 

Berdasarkan aturan tersebut, ketentuan masa tenggang yang dapat diterima nasabah adalah sebagai berikut:

  • Setinggi-tingginya (berstatus) “Kurang Lancar” untuk kredit yang sebelum direstrukturisasi tergolong “Diragukan” atau “Kredit Macet“
  • Kualitas tidak berubah untuk kredit yang sebelum direstrukturisasi tergolong “Lancar”, “Dalam Perhatian Khusus” atau “Kurang Lancar”
  • Kualitas Kredit sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b dapat:
    • Menjadi “Lancar”, apabila tidak terdapat tunggakan selama tiga kali periode pembayaran angsuran pokok dan/atau bunga secara berturut-turut sesuai dengan perjanjian Restrukturisasi Kredit
    • Kembali sesuai dengan kualitas Kredit sebelum dilakukan Restrukturisasi Kredit atau kualitas yang sebenarnya apabila terdapat tunggakan pembayaran bunga dalam 3 (tiga) kali periode pembayaran berturut-turut.

Pada umumnya, masa tenggang hanya diberlakukan selama 15–30 hari, tergantung kebijakan masing-masing bank.

Tidak hanya KPR, grace period juga bisa ditemui dalam tagihan lain seperti PBB, asuransi properti, serta sewa rumah, apartemen dan ruko.

Pertimbangan Sebelum Merubah Tenor KPR

1. Keringanan Cicilan Tidak Menghapus Kewajiban Utama

Keringanan Cicilan Tidak Menghapus Kewajiban Utama

Perlu diingat sekali lagi kalau restrukturisasi kredit tidak menghapus utang.

Program ini hanya mendesain skema pembayaran cicilan agar lebih sesuai dengan kemampuan Anda. 

Entah itu memperpanjang tenor kredit, menerapkan grace period atau mengurangi suku bunga, tetap ada kewajiban yang harus Anda selesaikan.

Jadi, bantuan tersebut bukan berarti membuat Anda bersantai-santai dalam membayar cicilan KPR. 

2. Restrukturisasi akan Dipulihkan Kembali Setelah Mampu

Restrukturisasi kredit memberi ruang bagi nasabah untuk menata kembali kondisi keuangannya yang sempat turun karena berbagai faktor. 

Namun, setelah pulih, maka program restrukturisasi dapat diakhiri dengan meminta kembali ke perjanjian awal. 

Meski kembali ke perjanjian awal, pokok utang akan mengacu kepada jumlah terakhir restrukturisasi. 

Saat ini, sebagian bank menerapkan skema anuitas dalam pembayaran angsuran, sehingga pokok utang akan kembali besar.

3. Sebaiknya Melanjutkan Kredit secara Normal Dulu

Poin ini datang dari ketua OJK sendiri, yakni Wimboh Santoso.

Menurutnya, sebaiknya nasabah melanjutkan cicilan dengan opsi alternatif seperti menggunakan tabungan atau meminta bantuan keluarga.  

Jika tidak memungkinkan, barulah memakai restrukturisasi kredit hingga kondisi ekonomi kembali normal.

Demikian ulasan mengenai restrukturisasi kredit yang penting untuk diketahui.

Semoga bermanfaat!

 

Reader Interactions

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *