Mengenal Konsep Mixed-use Building, Cek Selengkapnya!

7 Jul 2020 - Miyanti Rahman

Mengenal Konsep Mixed-use Building, Cek Selengkapnya!

Dunia bisnis properti tidak bisa dilepaskan dari konsep penataan ruang yang banyak dikembangkan saat ini, salah satunya mixed use building.

Konsep mixed use building banyak diterapkan di kota-kota besar seperti Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dan Kota Surabaya.

Penerapan konsep mixed-use building sendiri diyakini bisa mengatasi persoalan khas perkotaan seperti lahan sempit dan kemacetan.

Namun perlu digarisbawahi, tidak semua kawasan di kota-kota besar bisa menerapkan konsep mixed-use building.

Developer harus melakukan riset mendalam untuk mengetahui cocok atau tidaknya konsep mixed use building diterapkan di suatu kawasan.

Nah, sebelum membahas tentang konsep mixed-use building lebih jauh dalam artikel ini, sebaiknya pahami dulu definisi dan jenis-jenisnya.

Definisi dan Jenis-jenis Mixed Use Building

Definisi Mixed Use Building

Istilah mixed-use building merujuk pada bangunan pencakar langit yang bisa mengakomodasi lebih dari tiga fungsi urban.

Singkatnya  mixed use building adalah bangunan multifungsi, biasanya terdiri dari apartemen, hotel, kantor dan pusat perbelanjaan.

Sebagai bangunan multifungsi, mixed use building harus mampu mewadahi berbagai kegiatan dasar manusia.

Adapun yang dimaksud dengan kegiatan dasar manusia di sini, yaitu bekerja, tinggal, belanja hingga rekreasi.

Perusahaan pengembang dan arsitek harus mampu mewujudkan konsep mixed-use yang baik saat merancang mixed-use building.

Pasalnya, setiap fungsi bangunan dalam mixed use building memiliki kebutuhan yang berbeda-beda.

Contohnya bangunan apartemen dan mal dalam mixed-use building membutuhkan sirkulasi, ukuran dan tingkat privasi yang berbeda.

Mixed use building harus dirancang sedemikian rupa agar setiap fungsi bangunan bisa berjalan dengan baik dan minim gangguan. 

Jenis-jenis Mixed Use Building

Berdasarkan tipologi atau corak bangunannya, mixed-use building dibedakan menjadi tiga jenis.

Ketiga jenis tersebut, yaitu mixed-use mega struktur, mixed-use podium dan menaranya, serta mixed-use pedestrian.

Berikut penjelasan singkat tentang tiga jenis mixed use building yang disebutkan di atas.

Mixed Use Building Mega Struktur

Mixed use building mega struktur merupakan bangunan multifungsi yang berstruktur tunggal.

Fungsi bangunan dalam mixed-use building mega struktur disusun secara vertikal, artinya setiap lantai memiliki fungsi berbeda.

Mixed Use Building Podium dan Menaranya

Mixed-use building podium dan menara terdiri dari beberapa fungsi bangunan yang disusun dalam satu podium.

Kemudian fungsi-fungsi bangunan lainnya disusun dalam menara yang berada di atasnya.

Mixed Use Building Pedestrian

Sementara mixed-use building pedestrian terdiri dari bangunan-bangunan yang dihubungkan oleh jalur pejalan kaki.

Fungsi bangunan dalam mixed-use building pedestrian disusun secara bebas, bisa dihubungkan oleh jalur on-ground maupun jembatan udara.

Perbedaan Mixed Use Building dengan Superblok

Banyak yang mengira bahwa kawasan mixed-use building sama dengan superblok.

Padahal kedua kawasan tersebut sangat berbeda, tidak dapat disamakan begitu saja meskipun ada sedikit kemiripan.

Perbedaan mencolok antara mixed use building dan superblok, yaitu terlihat dari jumlah bangunan dalam kawasan.

Kawasan superblok memungkinkan penghuninya untuk mengakses segala kebutuhan di satu area, tetapi bangunannya berbeda.

Oleh karena itu, kawasan superblok memiliki jumlah bangunan lebih banyak dibanding kawasan mixed-use.

Sementara penghuni kawasan mixed-use menggunakan bangunan yang sama untuk mengakses segala kebutuhan.

Kebanyakan mixed-use building berupa bangunan pencakar langit yang terlihat megah, contohnya Central Park yang berada di Jakarta Barat.

Ciri-ciri Mixed Use Building


Berikut ciri-ciri mixed use building yang harus dikenali agar lebih mantap dalam membedakannya dengan superblok.

  • Mixed-use building mampu mewadahi minimal tiga atau lebih fungsi bangunan urban.

  • Setiap fungsi bangunan dalam mixed-use building saling terintegrasi dan tersinergi.

  • Mixed-use building memiliki kelengkapan fasilitas tinggi sehingga penghuninya minim mobilitas ke luar bangunan.

  • Terdapat efisiensi pergerakan dalam mixed-use building, karena fungsi bangunan dikelompokan sedemikian rupa.

Kelebihan Tinggal di Kawasan Mixed Use Building


Harga Unit Hunian Lebih Terjangkau

Mixed use building mengoptimalkan fungsi lahan sempit sehingga hunian di dalamnya tidak begitu luas.

Oleh karena itu, hunian dalam mixed use building biasanya dibanderol dengan harga yang lebih terjangkau. 

Hidup Lebih Efisien

Jika tinggal dalam mixed use building, maka otomatis hidup menjadi lebih efisien dari segi waktu, tenaga, dan biaya transportasi.

Bagaimana tidak efisien apabila mobilitas berkurang, karena semua kebutuhan bisa diakses dalam satu bangunan saja.

Hidup Lebih Sehat

Dekatnya jarak hunian ke pusat perbelanjaan akan membuat penghuni lebih semangat dalam menerapkan gaya hidup sehat.

Pasalnya, akses untuk mendapatkan makanan segar dan sehat di supermarket sangat mudah, hanya perlu jalan kaki beberapa menit.

Lebih Ramah Pejalan Kaki

Lingkungan di mixed-use building sifatnya lebih ramah pejalan kaki, karena semua fasilitas dalam kawasan bisa diakses tanpa kendaraan.

Maka tidak heran apabila salah satu jenis bangunan multifungsi ini bernama mixed-use building pedestrian.


Itulah beberapa kelebihan tinggal di kawasan mixed-use building yang patut dipertimbangkan, Anda tertarik?

Langsung saja cek pilihan apartemen dalam mixed use building di situs jual beli properti 99.co Indonesia.

Beberapa pilihan menariknya ada The Premiere MTH, Grand Central Bogor, Eastern Green dan masih banyak lagi.

Semoga bermanfaat!

Author:

Miyanti Rahman