Mengintip Kawasan Superblok di Jakarta dan Bedanya dengan Mixed Use

15 Jan 2021 - Rachmi Arin Timomor

Mengintip Kawasan Superblok di Jakarta dan Bedanya dengan Mixed Use

Saat ini tinggal di hunian vertikal bukanlah hal yang baru. 

Apartemen kini menjadi kawasan tempat tinggal yang banyak diminati generasi muda dan keluarga milenial.

Tentu saja hal tersebut dikarenakan sejumlah keunggulan yang ditawarkan, seperti letaknya yang strategis hingga fasilitas kawasan modern dan memadai.

Tak hanya itu, dewasa ini pun di beberapa kota besar telah banyak apartemen yang dikembangkan sebagai bagian dari kawasan superblok, salah satunya di DKI Jakarta.

Namun istilah superblok pun ternyata masih sering memiliki pengertian yang keliru, terutama jika disandingkan dengan istilah mixed use.

Lalu, apa sih kawasan superblok itu? Dan apa perbedaannya dengan mixed use?

Nah, untuk mengulas lebih lanjut, berikut adalah informasi mengenai kawasan superblok. Simak selengkapnya ya!

Apa Itu Superblok

superblok di jakarta

Foto: pakuwon

Superblok (superblock) adalah penataan ruang di perkotaan dengan memaksimalkan fungsi lahan. 

Kawasan superblok dengan lahan yang terbatas tetap bisa memaksimalkan fasilitas meliputi fungsi permukiman, bisnis, area komersial, pendidikan hingga sarana rekreasi.

Dengan sejumlah fasilitas unggulan tersebutlah kawasan superblok juga disebut sebagai kota mandiri atau self-contained city.

Jika Anda menginginkan mobilitas yang efisien menuju ke berbagai tempat, membeli rumah di kawasan superblok akan menjadi pilihan yang menarik.

Mobilisasi ke sejumlah area dalam waktu yang singkat, tentu memberikan pengalaman serta kualitas hidup yang lebih baik.

Awal mula kawasan superblok sendiri digagas oleh seorang arsitek asal Perancis pada tahun 1942 dan dituangkan ke dalam proyek Ville Radieuse.

Baca juga:

Mengintip 4 Superblok Megah Karya Agung Podomoro Group

Perbedaan Superblok dan Mixed Use

superblok di jakarta

Kebanyakan orang masih sulit membedakan superblok dan mixed use, atau bahkan ada pula yang beranggapan keduanya sama, padahal memiliki perbedaan yang cukup jelas.

Jika superblok merupakan penataan ruang dengan memaksimalkan fungsi lahan, berbeda dengan mixed use yang mengakomodasi beragam fungsi meliputi komersial, bisnis, pendidikan dan rekreasi.

Pada umumnya mixed use merupakan bangunan hunian berupa apartemen atau kondominium.

Jadi jika superblok memiliki berbagai fasilitas di suatu lahan terbatas di dalam kota, maka mixed use memiliki fasilitas di suatu bangunan.

Contoh Kawasan Superblok di Jakarta

Indonesia sudah banyak menerapkan kawasan superblok. Bahkan di Jakarta kawasan superblok terdengar tidak asing bagi masyarakat.

Contoh kawasan superblok di Jakarta terdapat Southgate Residence di TB Simatupang. 

Dikembangkan Sinar Mas Land dan Keikyu Corporation, Southgate Residence adalah bangunan apartemen yang mengakomodasi pusat perbelanjaan (AEON Mall), sarana rekeasi dan perkantoran. 

superblok di Jakarta

Ada pula kawasan superblok di Jakarta seperti Rasuna Epicentrum dan Mega Kuningan yang menjadi lokasi hunian bergengsi dan banyak diburu keberadaannya.

Rasuna Epicentrum sendiri merupakan kawasan superblok terbesar di CBD Jakarta. 

Dikembangkan oleh PT Bakrieland Development,  kawasan ini terintegrasi dengan banyak fasilitas yang memberikan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan hidup penghuninya.

Sejumlah fasilitas yang disediakan meliputi The Elite Club Epicentrum, Epiwalk, Plaza Festival, Bakrie Tower, Rasuna Office Park dan dapat dengan mudah diakses melalui jalan utama Kuningan – HR. Rasuna Said, Casablanca dan Menara Imperium.

Terakhir, kawasan superblok terbesar di Jakarta yang dimiliki oleh Ciputra yakni Orchard Jakarta. 

Orchard Jakarta merupakan superblok di Jakarta yang terletak di Jl. Dr. Satrio. 

Di sini ada Ciputra World I, Ciputra World II dan Ciputra World III. 

Ciputra World I misalnya, akan terintegrasi dengan sejumlah fasilitas dan hunian berupa mal, apartemen, hotel, apartemen premium, perkantoran hingga museum. 

Total luas superblok yang dikembangkan pun mencapai 15 hektare dengan harga investasi hingga Rp10 triliun.

Kawasan superblok dapat menjadi opsi yang menarik untuk dipilih bagi yang memiliki mobilitas tinggi dengan waktu yang padat.

Selain itu, superblok juga menawarkan kualitas hidup yang lebih baik dan sehat.

Jadi, tertarik untuk tinggal di kawasan superblok?

Kunjungi situs properti 99.co Indonesia untuk memenuhi kebutuhan properti Anda dan segera dapatkan penawaran menariknya!

Baca juga:

Mengenal Konsep Penataan Ruang, dari Mixed Use hingga Waterfront

Author:

Rachmi Arin Timomor