
foto: floornature
Investasi properti memang pilihan yang tepat untuk mendapatkan keuntungan dalam jangka panjang.
Pilihannya pun sangat beragam mulai dari sewa dan jual beli apartemen, rumah, ruko, tanah dan masih banyak lagi.
Selain pilihan investasi, Anda juga harus jeli memilih investasi di kawasan yang potensial, sehingga bisa menghasilkan keuntungan berlipat ganda.
Ada banyak pilihan properti yang bisa menjamin keuntungan jangka panjang dengan nilai yang terus naik, salah satunya yang berada di kawasan mixed-use.
Kawasan ini berfungsi memaksimalkan tempat, dalam satu mixed used building yang terdiri dari hunian, hotel, perkantoran dan pusat perbelanjaan.
Banyak orang memilih berinvestasi di kawasan mixed use dikarenakan memiliki nilai prestisius dan harga jual yang terus naik.
Apalagi kawasan ini tak hanya sebatas untuk investasi tapi juga cocok dijadikan sebagai hunian yang melengkapi gaya hidup Anda.
Nah, artikel ini memperkenalkan apa yang dimaksud dengan kawasan mixed use dan juga pilihan-pilihan daerah yang memiliki prospek menguntungkan sebagai investasi.
Langsung saja simak di bawah ini ya!
Mengenal Kawasan Mixed Use
Mixed use property atau mixed use building sebenarnya bukanlah hal baru di dunia properti. Bahkan di Indonesia sendiri kawasan semacam ini sudah dibuat di berbagai kota besar.
Ini menjadi salah satu solusi untuk hunian padat di tengah kota metropolitan.
Pada dasarnya konsep mixed use property merupakan salah satu inovasi yang sudah digunakan di berbagai pelosok dunia.
Pada dasarnya di kawasan ini mengintegrasikan semua jenis, dan fungsi properti ke dalam satu kawasan pengembangan yakni mixed use development.
Konsep kawasan mixed use di Indonesia sendiri ini sudah lama diterapkan, bahkan sejak sekitar awal tahun 2000-an, saat bisnis properti mengalami kenaikan.
Sedangkan di Eropa atau Amerika Serikat, konsep mixed use sudah digunakan sejak era 1920-an.
Pada dasarnya, mixed use development adalah sebuah kawasan terintegrasi yang terdiri dari tempat tinggal, kantor, pusat perbelanjaan, dan fungsi urban lainnya.
Ada beberapa ciri dari kawasan mixed use ini, berikut selengkapnya:
- Mewadahi 3 fungsi urban atau lebih, misalnya terdiri dari retail, perkantoran, hunian hotel dan entertainment.
- Terjadinya integrasi dan sinergi fungsional.
- Terdapat ketergantungan kebutuhan masing-masing fungsi di dalamnya.
- Kelengkapan fasilitas yang memberikan kemudahan bagi siapapun.
- Peningkatan kualitas fisik lingkungan.
- Efisiensi pergerakan karena adanya pengelompokan berbagai fungsi.
Kawasan Mixed Use di Indonesia
foto: propertikompas
Jakarta memang terkenal memiliki deretan gedung pencakar langit dan hunian vertikal yang paling diminati.
Bak larutan gula manis yang dikerumuni semut, Jakarta hingga kini masih menjadi primadona investasi properti.
Apalagi nilai properti di Jakarta memang sangat tinggi dibandingkan dengan daerah lainnya.
Selain itu semua kebutuhan mulai dari transportasi, bisnis, perbelanjaan, kesehatan dan pendidikan semuanya tersedia lengkap.
Plaza Indonesia – Jakarta Pusat
foto: agoda
Plaza Indonesia merupakan kawasan mixed use yang menjadi salah satu ikon di Jakarta.
Kawasan ini menawarkan berbagai area hotel, pusat perbelanjaan, perkantoran dan apartemen.
Adapun area tersebut yaitu, Grand Hyatt Jakarta, Plaza Indonesia Shopping Center dan Keraton at The Plaza.
Berdiri persis di jalan protokol utama Jakarta, yakni di Jl. M.H Thamrin yang padat dan menjadi pusat bisnis, area ini memiliki target pasar kelas menengah.
Semua fasilitas sosial dan umum di sini superlengkap dan kawasan ini terintegrasi dengan transportasi umum yakni, MRT, KRL dan busway.
LRT City Tebet The Premiere MTH – Jakarta Selatan
foto: myhomes
The Premiere MTH atau LRT City Tebet dibangun oleh PT Adhi Commuter Properti dan merupakan mixed use pertama yang dibangun di jalan MT Haryono.
Berada di lokasi yang strategis dan disebut-sebut sebagai segitiga emas karena dekat dengan LRT, KRL dan TransJakarta.
Selain itu LRT City Tebet terdiri dari apartemen dengan 1 tower yang memiliki 14 lantai dengan 390 unit apartemen.
Untuk Tower 2 diperuntukan bagi perkantoran dengan 14 lantai, beserta podium 3 lantai untuk area komersial dan 3 lantai basement.
Kawasan MH Thamrin bisa dikatakan area dengan prospek investasi yang menarik, baik huniannya maupun area komersialnya.
Barsa City – Yogyakarta
foto: jogloproperty
Ada kabar gembira buat yang ingin investasi properti di Yogyakarta.
Barsa City merupakan kawasan terpadu antara tempat tinggal dan bisnis di lokasi premium yang menjadi ikon Kota Jogja.
Meskipun masih dalam tahap pembangunan, launching perdana Barsa City diserbu oleh banyak orang.
Selain fasilitasnya dapat memenuhi kebutuhan hidup, lokasinya pun sangat strategis dan memiliki nilai investasi menggiurkan.
Apalagi dikembangkan oleh Ciputra Group yang sudah memiliki pengalaman mumpuni sejak puluhan tahun.
Target sasaran Barsa City bukan hanya pebisnis muda tapi juga mahasiswa karena apartemen ini dikelilingi oleh banyak universitas.
Praxis – Surabaya
foto: chendra cahyadi
Praxis hadir di Surabaya sebagai kawasan mixed-use yang akan memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat.
Dikembangkan oleh PT Intiland Development Tbk yang memberikan kemudahan dalam hunian, bisnis, komersial dan hiburan di satu area.
Berdiri di luas area 1,1 hektare dengan 300 unit apartemen, Praxis menargetkan eksekutif muda dan traveler sebagai target pasarnya.
Apalagi lokasinya yang sangat strategis dan ramai menjadikan Praxis sebagai tempat yang tepat dalam berinvestasi.
Grand Kawanua International City – Manado
Grand Kawanua Manado merupakan kawasan mixed use complex bertaraf internasional yang menjadi ikon gaya hidup instan, simpel dan efisien.
Dikembangkan oleh AKR Land, project ini berdiri di atas lahan 180 hektare dan memiliki beragam fasilitas lengkap bintang lima.
Pilihan properti yang ditawarkan Grand Kawanua Manado yakni, hotel, vila, perumahan, pusat perbelanjaan, serta komersial area dan perkantoran.
Selain itu AKR Land menyulap Kota Manado sebagai kota MICE yang akan menarik perhatian banyak investor di seluruh negeri.
Mixed Use Crea – Bali
foto: mediaIndonesia
Berinvestasi di kawasan mixed-use di Bali memang keputusan yang sempurna, apalagi income bisnis properti di Bali benar-benar mapan.
Crea adalah mixed use building dengan target market-nya foreigner yang ingin membuka bisnis mereka di Bali.
Crea terdiri dari 3 tower, yang pertama khusus kecantikan, tower kedua dan ketiga untuk yang ingin sewa ruko, retail dan perkantoran.
Berdiri di lahan 12.000 meter persegi, Crea berbeda dengan mixed use lainnya, karena tower di sini merupakan kawasan health tourism.
Kita tahu bahwa Bali memiliki sektor pariwisata yang berkembang pesat, sehingga tak heran bila banyak investor yang tertarik.
Apa Anda salah satu yang juga tertarik untuk memulai investasi? Properti di kawasan mixed use tentunya bisa jadi pilihan yang cocok.