Jangan Salah, Begini Cara Pemasangan Paving Block yang Benar

18 Sep 2020 - Yuhan Al Khairi

Jangan Salah, Begini Cara Pemasangan Paving Block yang Benar

Dibanding material lainnya, cara pemasangan paving block memang tergolong sederhana. 

Namun, agar paving block lebih tahan lama, banyak hal yang perlu diperhatikan saat memasang material tersebut.

Penggunaan paving block memang cukup populer di Indonesia. 

Banyak masyarakat menggunakan paving block sebagai pelapis area teras, trotoar, hingga jalan boulevard di kompleks perumahan.

Meski begitu, tidak semua orang mengerti bagaimana cara memasang paving block secara benar. 

Padahal, teknik ini sangat penting karena berhubungan dengan daya tahan dan kecakapan paving block.

Agar tidak keliru ketika mengaplikasikannya, berikut cara pemasangan paving block yang bisa kamu ikuti.

4 Langkah-Langkah Pemasangan Paving Block

Secara umum, ada tiga konstruksi dasar yang harus diketahui sebelum melakukan langkah pemasangan paving block

Yakni kanstin, sand bedding atau pasir alas dan joint filler atau pasir pengisi (nat).

Kanstin adalah komponen penahan gaya geser yang terjadi akibat kendaraan yang melintas. 

Sedang, sand bedding merupakan konstruksi yang berguna sebagai lantai kerja dan interlocking paving block.

Sementara, joint filler berguna membuat celah antara paving block menjadi kedap air, serta menghindari terjadinya benturan antar-paving block akibat terkikisnya material tersebut.

Nah, sekarang kamu sudah mengerti kan apa saja teknik konstruksi dasar yang harus dilakukan dalam pemasangan paving block

Baca juga:

Harga Paving Block per Meter Terbaru 2020 | Berdasarkan Jenisnya

Supaya lebih jelas, simak langkah-langkahnya di bawah ini:

  1. Pemasangan Kanstin

Langkah pertama yang harus kamu lakukan saat pemasangan paving block adalah memasang kanstin. 

Agar kanstin terpasang kuat, gunakan back up concrete atau beton penyokong pada konstruksi tersebut.

Seperti namanya, beton penyokong sendiri berfungsi sebagai pembantu tugas kanstin dalam menahan beban kendaraan. 

Dengan material ini, kanstin menjadi lebih kuat dan juga tahan lama.

  1. Pengaplikasian Sand Bedding

Ada dua cara yang bisa dilakukan dalam proses sand bedding, yakni pre-compacted dan uncompacted.

Jika kamu memilih pre-compacted, maka pasir akan dipadatkan dengan stamper plate, lalu lakukan teknik penjidaran. 

Namun, bila kamu memilih uncompacted maka pasir akan langsung dijidar tanpa dipadatkan.

Kelebihan dari pre-compacted sudah jelas, dengan cara ini pasir alas paving block menjadi lebih tebal dan padat. 

Sedang kekurangannya, proses ini memakan waktu lama dan harus dikerjakan lebih dari satu orang.

Berbeda dengan uncompacted, waktu pengerjaannya tergolong lebih cepat namun tanah yang digunakan sebagai alas justru lebih gembur, serta perlu perhitungan lebih saat memasang paving block.

  1. Pemasangan Paving Block

Setelah selesai melakukan sand bedding, saatnya kamu mengaplikasikan cara pemasangan paving block.

Pertama-tama, tempelkan masing-masing sisi paving block sesuai polanya. 

Kemudian, pastikan material tersebut tersusun secara rapat, hingga tidak ada lagi celah atau jarak di antara paving block tersebut.

Untuk area tepi jalan, mungkin kamu perlu menyesuaikan ukuran dari paving block tersebut.

 Jika harus dipotong, lakukan langkah pemotongan paving block, seperti berikut ini:

  • Ukur celah yang dibutuhkan untuk memasang paving block.

  • Potong block tersebut dengan ukuran lebih besar atau sama dengan setengah ukuran paving block.

  • Pastikan kamu memotong secara benar hingga tersisa tiga sisi paving block yang utuh.

  1. Pengisian Joint Filler dan Pemadatan

Terakhir, langkah pemasangan paving block secara benar adalah melakukan pengisian joint filler serta pemadatan. 

Isi pasir pada sisi-sisi paving block, kemudian lakukan pemadatan dengan stamper plate.

Ulangi proses ini pada lintasan blok selanjutnya, pastikan paving block telah terpasang rapi dan sempurna.

Bagaimana, cukup sederhana kan cara pemasangan paving block secara baik dan benar? 

Sebagai tips, jangan lupa mengecek keadaan tanah sebelum kamu melakukan langkah-langkah di atas.

Perhatikan apakah permukaan tanah tersebut sudah cukup rata dan tidak berlubang. 

Baca juga:

Struktur dan Tekstur Tanah – Pengertian, Jenis, hingga Fungsinya

Bersihkan pula lahan tersebut dari segala kotoran, kerikil, hingga rumput-rumput liar.

Bila tanah tempat menaruh paving block masih dipenuhi kerikil dan rumput liar, pemasangannya akan jadi tidak sempurna. 

Sehingga, material ini akan lebih mudah rusak dan tidak kuat menahan beban.

Demikian cara pemasangan paving block yang penting kamu ketahui. Semoga ulasan di atas bermanfaat untuk kita semua, ya.

 

Selamat mencoba!

Author:

Yuhan Al Khairi