
Sesuai dengan namanya, atap spandek adalah penutup hunian yang terbuat dari material spandek.
Spandek memiliki bahan dasar utama aluminium dan seng yang dikenal karena sifatnya yang ringan tapi kuat.
Jenis atap ini sering digunakan untuk bangunan komersial, sebab dikenal sangat baik dalam melindungi bangunan dari berbagai cuaca.
Baca Juga:
9 Jenis Atap Rumah yang Cocok untuk Hunian di Indonesia
Apa Itu Atap Galvalum?

Berbeda halnya dengan spandek, galvalum adalah atap yang terbuat dari campuran galvanis dan aluminium.
Galvalum atap rumah dikenal sebagai material yang memiliki daya tahan tinggi terhadap korosi maupun cuaca ekstrem.
Jenis atap rumah ini kerap digunakan untuk bangunan yang membutuhkan tingkat keamanan tinggi, seperti pergudangan atau pabrik.
Perbedaan Atap Spandek dan Galvalum
1. Material
Meski sama-sama merupakan jenis atap metal terdapat perbedaan bahan dari spandek dan galvalum.
Hal tersebut dapat dilihat dari komposisi bahan baku yang tersusun di dalamnya.
Galvalum merupakan lempengan baja yang dilapisi dengan campuran aluminium, silikon, dan seng.
Sementara itu, material spandek umumnya hanya terdiri dari aluminium dan seng.
Keduanya masih termasuk dalam golongan material metal,sehingga akan lebih mudah berkarat terutama jika digunakan pada bangunan tepi laut.
2. Daya Serap Panas
Material spandek dan galvalum memiliki dua komposisi yang sama, yaitu aluminium dan seng.
Oleh sebab itu, keduanya memiliki sifat yang serupa dalam menahan panas matahari.
Spandek dan gavalum memiliki daya serap yang tinggi terhadap panas matahari sehingga menggunakannya sebagai atap akan membuat ruangan terasa lebih panas.
3. Struktur dan Aplikasi
Spandek dan galvalum memiliki struktur yang fleksibel sehingga mudah dibentuk atau dilengkungkan sesuai kebutuhan aplikasi.
Selain diaplikasikan untuk kebutuhan atap bangunan, material spandek dapat diaplikasikan untuk kebutuhan lain seperti dinding atau sekat ruangan.
Begitu juga dengan galvalum, material ini dapat diaplikasikan sebagai rangka partisi, struktur dinding, bahkan pagar.
Sementara spandek umumnya diaplikasikan sebagai atap dan dinding bangunan.
4. Pemasangan
Proses instalasi dari masing-masing material memiliki tingkat kesulitan yang berbeda.
Meskipun materialnya sudah banyak digunakan, kamu perlu menggunakan jasa profesional untuk melakukan instalasi atap galvalum dan spandek.
Namun sayangnya, tidak banyak jasa profesional yang memiliki keterampilan untuk memasangnya.
5. Ketebalan
Spandek dan galvalum memiliki ketebalan yang berbeda.
Untuk material galvalum, ukuran ketebalan yang banyak digunakan adalah 0,4 mm hingga 1 mm.
Sementara material spandek umumnya tersedia dalam ukuran 0,3 mm hingga 0,5 mm.
Ketebalan material ternyata memiliki pengaruh cukup besar terhadap tingkat kenyamanan, lo.
Saat hujan atau benda jatuh, atap galvalum terdengar berisik dan keras daripada saat hujan mengenai atap genting.
Begitu juga dengan spandek, saat hujan deras akan terdengar suara dengan tingkat kebisingan yang cukup mengganggu.
6. Ketahanan Material
Atap galvalum harus dipasang oleh orang yang sudah ahli.
Jika terpaksa dipasang oleh bukan ahlinya berisiko atap mudah sekali rusak atau sobek.
Selain itu, perlu diingat bahwa warna atap galvalum bukanlah warna alamiah materialnya sehingga warnanya bisa pudar dalam pemakaian jangka lama.
Berbeda dengan galvalum, atap spandek dapat dikatakan sebagai salah satu material desain atap rumah yang memiliki daya tahan lama serta awet yang dapat digunakan dalam jangka panjang.
Atap ini dapat bertahan hingga 20 tahun lamanya.
Pasalnya, campuran komposisi yang tepat dengan bahan dasar aluminium dan seng yang dapat membuatnya tahan lama dan kokoh walaupun dimakan waktu.
Baca Juga:
9 Model Bentuk Atap Rumah, Minimalis hingga Industrial
7. Harga Atap Galvalum dan Spandek
Secara umum harga galvalum dan spandek sebenarnya tidak jauh berbeda.
Namun jika dibandingkan dari ketebalan dan harga per lembarnya, atap galvalum cenderung lebih murah.
Di bawah ini harga bahan atap spandek dan galvalum, lengkap dengan ukuran spandek galvalum.
| No | Ukuran Seng Galvalum | Harga/Lembar |
| 1 | 0,2 mm x 1,8 m x 80 cm | Rp 48.000 |
| 2 | 0,25 mm x 1,8 m | Rp 62.000 |
| 3 | 0,25 mm x 2,1 m | Rp 69.000 |
| 4 | 0,25 mm x 2,4 m | Rp 81.000 |
| 5 | 0,25 mm x 3 m | Rp 101.000 |
| 6 | 0,3 mm x 1,8 m | Rp 67.000 |
| 7 | 0,3 mm x 2,1 m | Rp 80.000 |
| 8 | 0,3 mm x 2,4 m | Rp 90.000 |
| 9 | 0,3 mm x 3 m | Rp 114.000 |
| 10 | 5,5 mm x 1,2 m | Rp26.000 |
| 11 | 0,30 mm x 20 m | Rp2.226.000 |
| No | Ukuran Spandek | Harga/Lembar |
| 1 | 0.20 mm x x 1 m | Rp34.000 |
| 2 | 0.25 mm x 1 m | Rp 50.000 |
| 3 | 0.30 mm x 1 m | Rp 62.000 |
| 4 | 0.35 mm x 1 m | Rp 65.000 |
| 5 | 0.40 mm x 1 m | Rp 85.000 |
| 6 | 0.45 mm x 1 m | Rp 97.000 |
| 7 | 0.50 mm x 1 m | Rp 110.000 |
Tabel Perbedaan Atap Spandek dan Galvalum
| Aspek Perbandingan | Atap Spandek | Atap Galvalum |
| Bahan Dasar | Campuran aluminium, seng, dan silikon |
Campuran seng, aluminium, dan silikon (lebih banyak seng)
|
| Kekuatan | Lebih lentur dan fleksibel |
Lebih kuat dan kokoh karena komposisi seng lebih tinggi
|
| Daya Tahan Karat | Tahan karat, cocok untuk daerah lembap |
Sangat tahan karat dan korosi, lebih unggul dalam jangka panjang
|
| Bobot | Ringan |
Sedikit lebih berat dibanding spandek
|
| Daya Serap Panas | Menyerap panas lebih tinggi, terasa lebih panas |
Lebih mampu memantulkan panas, lebih sejuk
|
| Kebisingan saat Hujan | Cukup berisik |
Lebih berisik dari spandek karena struktur yang lebih kaku
|
| Harga | Umumnya lebih murah |
Lebih mahal dibanding spandek
|
| Penggunaan Umum | Ruko, pabrik, gudang, kanopi |
Rumah tinggal, bangunan komersial, industri ringan
|
| Warna & Finishing | Lebih banyak pilihan warna dan glossy |
Warna terbatas, tampilan cenderung doff
|
| Pemasangan | Mudah dan cepat dipasang |
Relatif mudah, tapi perlu kehati-hatian ekstra
|
***
Semoga bermanfaat.
Kunjungi www.99.co/id untuk mendapatkan properti impian!
(cover: colonyroofers)