5 Rumah Adat Suku Dayak yang Unik dan Mempesona di Kalimantan

Last update: 19 Agustus 2025 6 min read
Author:

foto: indonesia.go.id

Suku Dayak sendiri merupakan suku asli yang mendiami Pulau Kalimantan dan bahkan penyebarannya sampai ke Malaysia.

Hingga kini masih banyak Suku Dayak yang tinggal di pedalaman hutan, tapi juga tak sedikit yang berbaur dengan penduduk lain.

Meskipun sering berpindah-pindah dan terpencar di berbagai tempat, tapi jiwa dan cara berpikir yang serupa seperti kerja keras, keramahan, kebersamaan masih terpelihara sampai sekarang.

Dan kebersamaan inilah yang bisa dilihat dari rumah adat mereka pertahankan sampai saat ini. 

Berikut ini daftar nama rumah adat Suku Dayak yang tersebar di seluruh Kalimantan.

5 Nama Rumah Adat Suku Dayak di Kalimantan

Nah, jika bicara Kalimantan pada umumnya, rumah adat yang dimilikinya tidak hanya satu, tapi ada beberapa ini dia rumah adat lainnya, seperti:

Rumah Betang di Kalimantan Tengah 

rumah adat suku dayak

Foto: daerahkita.com

Kebanyakan orang mungkin tahu bahwa nama rumah adat Suku Dayak disebut dengan Rumah Betang. 

Rumah Betang ini dibangun pada tahun 1870 ini menghadap langsung ke arah Sungai Kahayan, tepatnya di Desa Buntoi, Kecamatan Kahayan Hilir, Kalimantan Tengah. 

Lalu, ada pula Rumah Betang yang cukup banyak dikunjungi wisatawan seperti di Desa Ensaid Panjang, Kecamatan Kelam, Kalimantan Barat

Berjarak tempuh sekitar 1 – 2 jam ke Kota Sintang, rumah ini selain sebagai tempat tinggal juga terbuka untuk umum.

Rumah Betang ini berada dekat dengan sungai dan dekat pula ke beberapa spot air terjun.

Tak sekedar hunian saja, rumah adat Suku Dayak ini juga merupakan pusat kehidupan dan sistem organisasi kemasyarakatan. 

Rumah Betang menjadi lambang kerukunan hidup, hubungan antarmanusia dan juga dengan alam.

Ciri-Ciri Rumah Betang

Rumah Betang memiliki ciri-ciri khas yang membedakannya dengan rumah adat yang lain, yakni:

  • Rumah adat Suku Dayak ini adalah berbentuk panggung dan panjang sesuai dengan namanya. 
  • Bentuk panggung dengan tinggi 3m – 5m ini didorong oleh berbagai pertimbangan antara lain menghindari berbagai ancaman, mulai dari banjir, ancaman hewan buas hingga ancaman musuh
  • Bentuknya yang memanjang bisa mencapai 150 m dan lebar 30 m
  • Dinding rumah terbuat dari kayu dengan gaya jengki dimana bagian atap berbentuk pelana memanjang
  • Karena berbentuk rumah panggung bangunan ini tentunya memiliki tangga. Di rumah adat Suku Dayak, tangga ini biasa disebut hejot
  • Terdapat sebuah patung yang bernama ‘rancak’ dan diletakkan dekat pintu masuk
  • Rumah Betang memiliki ukuran yang sangat luas, hingga bisa dihuni oleh 100 – 150 orang yang merupakan keluarga besar dengan dipimpin oleh tetua adat

Pembagian Ruang dalam Rumah Betang

Menariknya lagi, Rumah Betang juga memiliki pembagian ruang, yakni:

  • Sado

Merupakan tempat melakukan aktivitas seperti tempat musyawarah, hingga menumbuk padi maupun menganyam.

  • Padong 

Yakni ruang keluarga. Dan karena di rumah ini ada beberapa kepala keluarga, biasanya masing-masing memiliki satu padong yang digunakan untuk berkumpul, makan hingga menerima tamu.

Sementara ruang tengah Rumah Betang dihuni oleh tetua adat.

  • Bilik dan dapur

Bilik merupakan ruang tidur yang hanya dipisahkan dengan kelambu, baik itu bilik suami istri dan bilik anak-anak.

Sementara area dapurnya hanya ada satu ini dan terletak di bagian belakang.

Rumah Panjang di Kalimantan Barat

rumah adat suku dayak

Foto: goodnewsfromindonesia.id

Ini adalah nama rumah adat Suku Dayak Kalimantan Barat. Kawasan yang berbatasan langsung dengan Negeri Jiran, Malaysia ini dihuni oleh Suku Dayak yang kebanyakan bekerja sebagai petani. 

Ciri-Ciri Rumah Panjang 

  • Ketinggian rumah mencapai 8 m diatas permukaan tanah
  • bentuknya memanjang hingga 180 meter dengan ciri tangga yang lebar. Selain tangga, bagian utama dari Rumah Panjang adalah badan rumah dan lantai rumah
  • Jumlah anak tangga harus dibuat ganjil
  • Badan rumah terbuat dari kayu ulin dan lantainya terbuat dari bambu dan batang pinang
  • Rumah Panjang juga dibangun dengan bagian depan ke arah timur dan belakang ke arah barat

Filosofi rumah Panjang adalah untuk memupuk sifat kebersamaan dan toleransi anggota keluarga. 

Rumah Lamin di Kalimantan Timur

rumah adat suku dayak

Foto: pinterest

Kalau yang ini adalah rumah adat Suku Dayak Kalimantan Timur. Keunikan rumah adat Suku Dayak satu ini karena juga dipengaruhi oleh berbagai budaya, mulai dari Kutai, Banjar bahkan juga Batak.

Ciri-Ciri Rumah Panjang 

  • Bentuk rumahnya panjang hingga 300m, lebar 15m dan bertingkat dengan tinggi sekitar 3m dengan membentuk pola sambung-menyambung
  • Bagian badan rumahnya memiliki ukiran khas yang memiliki makna tersendiri. Begitu juga dengan warna kuning dan hitam yang mendominasi
  • Rumah Lamin dapat dihuni oleh kurang lebih 30 kepala keluarga dalam satu rumah 

Menarik sekali bukan?

Rumah Adat Dayak Mandi Angin di Kalimantan Barat

rumah adat suku dayak

Foto: travelingyuk.com

Selanjutnya, rumah Dayak yang terletak di Kalimantan dan dikenal sebagai rumah Dayak Mandi Angin.

Rumah ini digunakan oleh sub Suku Dayak, yakni Suku Dayak Pesaguan yang berada di Kecamatan Tumbang Titi.

Jika dibandingkan dengan rumah adat Dayak lainya, tinggi rumah Dayak Mandi Angin lebih rendah.

Ciri-Ciri Rumah Dayak Mandi Angin

  • Memiliki ketinggian rumah hanya 1 meter di atas tanah 
  • Untuk desainnya tetap menggunakan bentuk rumah panggung
  • Bahan utama dalam pembangunan menggunakan kayu ulin
  • Pada dinding luar bangunan terdapat relief atau pahatan 
  • Menggunakan warna dengan perpaduan alam, seperti hijau, cokelat, merah muda, kuning, dan putih

Rumah Baloy di Kalimantan Utara

rumah adat suku dayak

Foto: ceritaeka.com

Kalau yang ini adalah Rumah Adat Kalimantan Utara yang merupakan rumah khas dari Suku Tidung.

Mengutip Historia mengenai “Asal-Usul Suku Tidung”, Suku ini sendiri masih menjadi sub suku Dayak atau kerabat Suku Dayak Marut.

Tinggal di pesisir pantai dan aliran sungai, membuat rumah adatnya memiliki beberapa ciri unik yang khas dan berbeda.

Ciri-Ciri Rumah Baloy

  • Material utama rumah menggunakan kayu ulin
  • Memiliki tiang penyangga 
  • Pembangunan rumah menghadap utara dan pintu utama ke selatan
  • Perabotan dalam rumah didominasi dengan warna emas
  • Eksterior rumah lebih modern dibandingkan dengan rumah adat Dayak lainnya.

Nah itu dia, informasi mengenai seluk beluk rumah adat Suku Dayak yang wajib diketahui.

Buat Anda yang penasaran dan ingin mencoba tinggal di dalamnya, Anda akan disambut dengan baik karena warganya sangat terbuka dan ramah.

Selain itu, Anda juga bisa mengikuti berbagai aktivitas sehari-hari, seperti pembuatan kain tenun ikat oleh kaum perempuan yang sudah mewarisi kemampuan ini secara turun temurun.

Bahkan Anda bisa pula membeli kain tenun ini dengan harga yang bervariasi, mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah.

Tak sembarangan, kain tenun yang dibuat secara tradisional ini memiliki beragam motif yang juga mengandung makna tersendiri.

Selain melihat aktivitas sehari-hari, Anda juga bisa merasakan kealamian lingkungan sekitar. 

Jadi, apa Anda tertarik untuk melihat langsung rumah adat Suku Dayak maupun suku lainnya di Kalimantan?

Atau Anda ingin membeli rumah dijual di Kalimantan yang lokasinya dekat rumah adat Suku Dayak? Anda bisa temukan pilihannya di situs jual beli properti terpercaya 99.co Indonesia.

 

Menyajikan insight dan panduan seputar dunia properti, dari tren pasar, tips jual beli, hingga strategi investasi yang tepat.