
Rumah full furnished artinya adalah sebuah hunian baru yang di dalamnya sudah dilengkapi berbagai furnitur atau perabotan.
Furnitur itu tidak hanya tersedia pada satu ruangan saja, tetapi mengisi hampir seluruh area rumah.
Maka itu, pembeli atau penyewa rumah berstatus full furnished tidak perlu membawa perabot baru ketika pindahan.
Selain full furnished, ada pula istilah lain yang kerap digunakan developer dalam memasarkan properti, seperti semi-furnished dan unfurnished.
Kira-kira apa saja perbedaan di antara ketiganya? Mana yang paling menguntungkan? Mari kita ulas bersama!
Perbedaan Rumah Full Furnished, Semi-furnished dan Unfurnished
1. Rumah Full Furnished
Seperti yang sudah dijelaskan, rumah full furnished artinya sudah diisi oleh berbagai perabot dan peralatan lengkap.
Beberapa jenis perabot yang umum tersedia di rumah full furnished adalah sofa, TV, AC, kitchen set, lemari, meja, dan lain-lain.
Dengan kondisi tersebut, rumah dengan tipe full furnished sangat cocok dipilih bagi calon penghuni yang tidak ingin ribet saat pindah rumah.
Penghuni juga tidak perlu mengeluarkan bujet untuk membeli perabotan, sehingga biaya pindah rumah menjadi lebih hemat.
Namun, perlu diketahui, rumah full furnished memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan dengan semi-furnished dan unfurnished.
Banderol harga tinggi ini tidak cuma berlaku untuk pembelian rumah, tetapi juga biaya sewanya.
Lalu, tidak semua developer atau pengembang menyediakan jenis rumah full furnished.
Biasanya, rumah full furnished disediakan oleh developer atau pengembang yang membangun perumahan eksklusif nan mewah.
Baca juga: Apartemen Fully Furnished, Hunian Dilengkapi Perabotan. Bebas Ribet!
2. Rumah Semi-Furnished
Sementara, istilah semi-furnished merujuk pada sebuah rumah yang dijual dalam kondisi setengah berperabot.
Artinya, rumah ini sudah memiliki beberapa perabot esensial, tetapi tidak selengkap hunian full furnished.
Biasanya, rumah semi-furnished sudah dilengkapi dengan furnitur berupa kitchen dan bathroom set, serta AC.
Sofa, meja, lemari dan tempat tidur tidak tersedia di dalamnya, sehingga penghuni harus membeli sendiri perabot tersebut.
Kelebihannya, penghuni punya kebebasan untuk menentukan jenis furnitur yang akan dipakai.
Selain itu, harga jual atau sewa rumah ini pun lebih terjangkau ketimbang rumah full furnished.
Hampir sama dengan rumah full furnished, hunian semi-furnished relatif jarang di pasarkan.
Hanya beberapa developer yang menjualnya, kebanyakan berada di kota-kota besar.
3. Rumah Unfurnished

Foto: Ray White Jemursari
Sedangkan rumah unfurnished adalah hunian yang dijual tanpa perabot atau furnitur di dalamnya.
Hunian ini hanya menyediakan bangunan kosong, sehingga penghuni perlu menambahkan furnitur dan peralatan sendiri sesuai kebutuhan.
Keuntungannya, hal ini memungkinkan calon penghuni untuk menata interior rumahnya sesuai keinginan.
Membeli rumah furnished bukan jadi keputusan yang buruk, terlebih jika sebelumnya kamu sudah mempunyai perabot sendiri.
Pilihan rumah unfurnished juga sangat banyak, termasuk rumah subsidi yang dapat kamu beli dengan harga terjangkau.
Baca juga: Pengertian dan Jenis-Jenis KPR Subsidi
Demikianlah arti rumah full furnished beserta perbedaannya dengan semi-furnished dan unfurnished.
Semoga informasi ini bermanfaat!